Ratusan Mahasiswa UNJ Turun ke Jalan, Tolak Makan Bergizi Gratis hingga Soroti Pelemahan Rupiah
Hironimus Rama June 12, 2026 07:35 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA TIMUR – Gelombang unjuk rasa pada Jumat (12/6/2026) sore ternyata tidak hanya terpusat di kawasan Bundaran HI, Gedung DPR RI, dan Monas.

Ratusan mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut memanaskan situasi dengan menggelar aksi turun ke jalan di kawasan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Mengusung tema besar 'UNJ Melawan', massa aksi yang membawa mobil komando dan membentangkan berbagai spanduk tuntutan ini melakukan long march dari pintu gerbang kampus UNJ menuju Jalan Pemuda.

Baca juga: Thamrin Lumpuh Imbas Demo BEM UI: Jalan Ditutup, hingga Rute Transjakarta Dialihkan

Tiga Tuntutan Utama Massa 'UNJ Melawan'

Aksi yang digawangi oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas ini menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi terkini.

Juru bicara aksi UNJ Melawan, M Haikal, membeberkan tiga poin utama yang menjadi tuntutan mahasiswa.

Pertama, menuntut agar pemerintah segera menghentikan program makan bergizi gratis (MBG).

"Program MBG yang telah berjalan membuat anggaran pendidikan di Indonesia terkena dampak pemangkasan," kata Haikal di Rawamangun, Jumat (12/6/2026).

Kedua, mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Kami minta segera ambil kebijakan agar nilai tukar rupiah bisa segera turun, kalau sekarang itu saya lihat sudah Rp 17.000 lebih ya," tegasnya.

Tuntutan ketiga adalah meminta kepada pemerintah agar menggratiskan pendidikan di Indonesia.

"Kami menuntut agar pemerintah menggratiskan biaya pendidikan di Indonesia, alih-alih mengalihkan anggaran untuk program MBG," ucap Haikal.

Haikal juga memastikan bahwa aksi ini diikuti oleh massa dalam jumlah besar yang mewakili suara mahasiswa UNJ secara luas.

"Aksi hari ini itu kami lebih dari 500 orang, ini mahasiswa (UNJ) gabungan dari beberapa fakultas," imbuhnya.

Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan

Di saat yang bersamaan, elemen mahasiswa dan masyarakat lainnya juga tengah mengepung pusat kota Jakarta. Mengantisipasi eskalasi massa, pihak kepolisian telah menyiagakan pengamanan berlapis sejak Jumat siang.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyebar sebanyak 3.099 personel gabungan.

Pasukan ini difokuskan di beberapa titik vital, antara lain kawasan silang Selatan Monas, depan Gedung DPR RI, dan sekitaran Bundaran HI.

Dalam arahannya, Kombes Pol Reynold menginstruksikan seluruh jajarannya untuk tetap mengedepankan pendekatan yang persuasif dan tanpa kekerasan selama mengawal jalannya demonstrasi.

"Laksanakan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab, humanis, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan. Layani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur,” tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.