Menjaga Kamtibmas dari Pintu ke Pintu, Kiprah Bhabinkamtibmas Polres Rejang Lebong di Tengah Warga
M Syah Beni June 12, 2026 07:39 PM

Menjaga Kamtibmas dari Pintu ke Pintu, Kiprah Bhabinkamtibmas Polres Rejang Lebong di Tengah Warga

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M.Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Pagi itu ditanggal 12 Juni 2026, matahari baru saja naik di Kelurahan Talang Rimbo Baru, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Aktivitas warga mulai berjalan seperti biasa. Sebagian berangkat bekerja, sebagian lainnya membuka usaha atau sekadar berbincang di teras rumah.

Di tengah aktivitas tersebut, seorang anggota polisi tampak berjalan menyusuri jalan lingkungan. Ia tidak sedang melakukan razia ataupun mengejar pelaku kejahatan. Dengan seragam dinas yang dikenakannya, ia mendatangi rumah-rumah warga, menyapa masyarakat, mendengarkan keluhan, sekaligus memastikan situasi keamanan lingkungan tetap kondusif.

Sosok tersebut adalah Bripka Edo Irawan, Bhabinkamtibmas yang bertugas di Kelurahan Talang Rimbo Baru dan Talang Rimbo Lama.

Bagi sebagian masyarakat, kehadiran polisi identik dengan penegakan hukum. Namun bagi Bripka Edo, menjaga keamanan juga dilakukan melalui pendekatan sederhana, yakni hadir langsung di tengah masyarakat.

Sejak menjadi Bhabinkamtibmas pada 2023 dan mulai bertugas di wilayah Talang Rimbo Baru serta Talang Rimbo Lama sejak Januari 2026, dirinya menjalankan tugas dengan pola pendekatan yang mengutamakan komunikasi dan kedekatan dengan warga.

"Setelah apel, kami langsung turun ke masyarakat. Sambang warga, mencari informasi, melihat apakah ada permasalahan ataupun gangguan kamtibmas yang perlu segera ditangani,"sampai Bripka Edo kepada TribunBengkulu.com pada Jumat (12/6/2026).

Sambang Warga hingga Problem Solving

Dalam menjalankan tugasnya, Bripka Edo tidak hanya mendatangi rumah warga secara langsung. Ia juga kerap bergabung ketika warga sedang berkumpul atau berbincang di lingkungan tempat tinggal mereka.

Melalui komunikasi yang terjalin tersebut, berbagai informasi terkait kondisi masyarakat dapat diperoleh lebih cepat.

Menurutnya, salah satu tugas penting Bhabinkamtibmas adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

Ia juga mengingatkan warga agar segera menyampaikan setiap persoalan yang muncul kepada ketua RT/RW, lurah maupun Bhabinkamtibmas sehingga dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Selain itu, dirinya juga rutin mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak remaja, termasuk membatasi aktivitas pada malam hari guna mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja.

Selama bertugas, sejumlah persoalan sosial yang ditemui di masyarakat cukup beragam. Mulai dari kelangkaan LPG, keberadaan anjing liar, persoalan keluarga, konflik antarwarga hingga penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Ketika muncul konflik di tengah masyarakat, pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan penyelesaian secara musyawarah.

"Kami dengarkan kronologinya dari masing-masing pihak untuk menemukan akar persoalan, lalu dicarikan solusi sampai akhirnya bisa diselesaikan secara damai melalui problem solving,"jelasnya.

Keamanan Tidak Bisa Dijaga Sendiri

Bagi Bripka Edo, keberhasilan menjaga keamanan lingkungan tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri. Dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi faktor utama.

Menurutnya, informasi yang akurat mengenai kondisi lingkungan justru berasal dari masyarakat yang berinteraksi langsung setiap hari.

"Peran masyarakat sangat penting. Kalau tidak dibantu masyarakat, kami akan kesulitan mendapatkan informasi yang benar-benar terjadi di lapangan. Melalui kedekatan dengan warga, kami bisa mengetahui langsung apa yang menjadi keluhan mereka,"katanya.

Salah satu contoh keberhasilan pendekatan persuasif yang pernah dilakukan adalah saat menerima informasi mengenai dugaan peredaran obat keras jenis Hexymer di wilayah binaannya.

Berawal dari laporan masyarakat, dilakukan serangkaian penyelidikan dan klarifikasi bersama pihak kelurahan serta perangkat lingkungan.

Pendekatan pembinaan kemudian dilakukan hingga aktivitas tersebut berhasil dihentikan.

"Dari informasi masyarakat itu kami tindak lanjuti. Setelah dilakukan pendampingan dan pembinaan, saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas penjualan obat Hexymer di wilayah Talang Rimbo Lama maupun Talang Rimbo Baru," ungkapnya.

Selain itu, berbagai persoalan sosial dan perselisihan antarwarga yang muncul di lingkungan masyarakat juga banyak diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan.

Ujung Tombak Polri di Tengah Masyarakat

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir melalui Kapolsek Selupu Rejang, Iptu Azmi Ariyanto mengatakan Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Bhabinkamtibmas memudahkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing.

"Ketika ada kendala di masyarakat, warga bisa langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas. Mereka menjadi penghubung sekaligus penengah dalam berbagai persoalan sosial yang terjadi,"kata Kapolsek.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, institusi kepolisian juga memberikan dukungan operasional agar para Bhabinkamtibmas dapat menjangkau masyarakat di wilayah binaan masing-masing.

Ia menilai keberadaan Bhabinkamtibmas turut membantu menekan potensi gangguan keamanan melalui penyelesaian berbagai persoalan sosial sejak dini.

"Kalau persoalan-persoalan kecil di masyarakat bisa diselesaikan lebih awal, tentu potensi gangguan kamtibmas bisa berkurang. Kehadiran Bhabinkamtibmas sangat membantu tugas kepolisian,"ujarnya.

Selain menjaga keamanan, Polri juga terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan warga, termasuk pendampingan sektor pertanian, kegiatan sosial, hingga berbagai aktivitas yang mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.

"Karena Polri hadir langsung ditengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum saja,"lanjutnya.

Pemerintah Kelurahan Merasa Terbantu

Sementara itu, Lurah Talang Rimbo Baru, Etty Zulyani, mengaku kehadiran Bhabinkamtibmas selama ini sangat membantu pemerintah kelurahan dalam menangani berbagai persoalan sosial.

Menurutnya, ketika muncul laporan dari masyarakat, Bhabinkamtibmas selalu merespons dengan cepat tanpa menunggu waktu lama.

"Kalau ada masalah, beliau cepat turun ke lapangan. Kami merasa sangat terbantu karena berbagai persoalan yang muncul bisa ditangani bersama,"ujar Etty.

Ia menyebut berbagai persoalan yang sering muncul di lingkungan masyarakat antara lain kenakalan remaja, konflik akibat kelangkaan LPG, hingga persoalan keluarga.

Melalui koordinasi yang baik antara kelurahan, perangkat lingkungan dan Bhabinkamtibmas, berbagai persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

"Alhamdulillah banyak persoalan sosial yang bisa diselesaikan melalui problem solving sehingga tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar," katanya.

Etty berharap pada peringatan HUT Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polri semakin dekat dengan masyarakat dan terus mempertahankan kehadiran personel di tengah warga.

"Kami berharap Polri, khususnya Bhabinkamtibmas, terus hadir di tengah masyarakat dan mempertahankan sinergi yang selama ini sudah terjalin dengan baik,"harap Etty.

Hadir dan Dikenal Warga

Kedekatan Bhabinkamtibmas dengan masyarakat juga dirasakan langsung oleh warga dan tokoh masyarakat setempat.

Imam masjid setempat, A. Roni, menilai hubungan antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat berjalan sangat baik.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membantu proses mediasi ketika muncul persoalan sosial.

"Beliau sangat membantu karena hadir langsung ketika masyarakat membutuhkan dan ikut memediasi berbagai persoalan yang terjadi," ujarnya.

Roni berharap Polri terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas sehingga hubungan baik yang telah terbangun dengan masyarakat semakin kuat.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Kami berharap Polri semakin dicintai masyarakat, tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan terus hadir membantu masyarakat,"sampainya.

Hal senada disampaikan warga Talang Rimbo Baru, Irawan Effendi.

Ia mengaku mengenal Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayahnya dan pernah mendapatkan bantuan saat menghadapi persoalan di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, respons yang diberikan kepolisian terhadap laporan warga juga cukup cepat.

"Alhamdulillah dengan adanya Bhabinkamtibmas, keamanan di kelurahan menjadi lebih baik dan masyarakat merasa lebih aman," katanya.

Sebagai warga, Irawan berharap pelayanan kepolisian kepada masyarakat terus ditingkatkan dan respons cepat terhadap laporan warga dapat dipertahankan.

"Harapan kami di HUT Bhayangkara tahun 2026 ini, Polri semakin maju dan semakin dekat dengan masyarakat,"ungkap Irawan.

Membangun Kepercayaan dari Lingkungan Terkecil

Di tengah berbagai tantangan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, peran Bhabinkamtibmas menunjukkan bahwa menjaga kamtibmas tidak selalu dimulai dari tindakan penegakan hukum.

Kehadiran, komunikasi, dan kemauan untuk mendengarkan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.

Dari rumah ke rumah, dari satu persoalan ke persoalan lainnya, pendekatan yang dilakukan Bripka Edo Irawan memperlihatkan bagaimana Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat.

Karena pada akhirnya, keamanan lingkungan tidak lahir dari kerja satu pihak semata, melainkan dari kolaborasi antara polisi dan masyarakat yang bersama-sama menjaga ketertiban di lingkungan tempat mereka tinggal.

Masyarakat berharap semangat "Polri untuk Masyarakat" dalam HUT Bhayangkara Ke-80 tahun 2026 terus diwujudkan melalui pelayanan yang humanis, responsif, dan dekat dengan kebutuhan warga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.