Dampak Kenaikan Pertamax Mulai Dirasakan, Warga Kepahiang Akui Terpaksa Beralih ke Pertalite
Hendrik Budiman June 12, 2026 07:39 PM

 


Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Masyarakat Kabupaten Kepahiang mengeluhkan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax usai kembali resmi mengalami kenaikan mulai 10 April 2026.

Penyesuaian ini kembali terjadi pada jenis BBM Pertamax dengan lonjakan harga yang cukup signifikan dibandingkan awal Juni 2026.   

Berdasarkan informasi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) untuk wilayah Bengkulu dan sekitarnya kini dipatok Rp 16.650 per liter.   

Angka tersebut naik Rp 4.050 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berlaku sejak 1 Juni 2026, yakni Rp 12.600 per liter.   

Meldi (19)  selaku warga Desa Pagar Gunung Kabupaten Kepahiang mengaku harus beralih ke BBM jenis pertalite lantaran sudah kesulitan membeli jenis pertamax. 

"Sebelumnya saya rutin antre pertamax, karena BBM jenis pertamax ini tiba-tiba naik ke Rp 16.650 jadi hari ini saya beralih antre pertalite," ucap Meldi kepada TribunBengkulu.com, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya kebijakan menaikan BBM jenis pertamax tersebut sangat menyulitkan para konsumen menengah ke bawah yang menggunakan pertamax. 

"Dengan naiknya BBM ini kami masyarakat menengah ke bawah tambah kesulitan dan kesusahan. Sementara kami masyarakat sangat membutuhkan BBM," jelas Meldi. 

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Anggaran BBM Kendaraan Dinas Pemkab Kepahiang Tertekan, ASN Beralih ke Motor

Ia yang juga selaku mahasiswa berharap pemerintah kedepan dapat membuat kebijakan yang lebih baik. 

"Harapan saya selaku mahasiswa kepada pemerintah agar memberikan kebijakan yang lebih baik dan tidak mencekik masyarakat, apalagi bahan pokok juga ikut naik," pungkas Meldi. 

Sementara Warga Kepahiang bernama Yayuk tetap memilih mengisi kedaraannya dengan BBM jenis pertamax karena enggan mengantre pertalite. 

"Iya walaupun naik, mau tidak mau tetap membeli pertamax karena kita memang butuh. Ke depan mungkin beralih ke pertalite kalau kondisinya sedang sepi," ucap Yayuk.

Peminat Pertamax di SPBU Turun 30 Persen

 Peminat Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax mengalami penurunan usai kembali resmi mengalami kenaikan mulai 10 April 2026. 

Penyesuaian ini kembali terjadi pada jenis BBM Pertamax dengan lonjakan harga yang cukup signifikan dibandingkan awal Juni 2026.  

Berdasarkan informasi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) untuk wilayah Bengkulu dan sekitarnya kini dipatok Rp 16.650 per liter.  

Angka tersebut naik Rp 4.050 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang berlaku sejak 1 Juni 2026, yakni Rp 12.600 per liter.  

SPBU Kelobak Kepahiang menjual BBM subsidi jenis pertalite, bio solar, BBM dan non subsidi jenis pertamax 92, pertamax turbo dan dexlite 

Pengawas Lapangan SPBU Kelobak Kepahiang Sugianto membenarkan adanya kenaikan harga BBM non subsidi jenis pertamax 92. 

"Iya di SPBU kita ada perubahan harga di pertamax 92 naik menjadi Rp 16.650 perliter sejak tanggal 10 Juni 2026," ucap Sugianto. 

Kenaikan tersebut tentunya berpengaruh terhadap peminat atau konsumen BBM jenis pertamax yang mulai mengalami penurunan. 

"Biasanya pertamax itu habis dan kita pesan  rata-rata dalam satu minggu 16 ton, Iya kenaikan ini pasti berpengaruh, dari biasanya 100 persen sekarang menurun ke 70 persen," ungkap Sugianto. 

Disisi lain berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com antrean di SPBU kelobak masih berjalan normal. 

"Alhamdulillah antrean lain masih berjalan normal dan stabil, tidak berpengaruh terhadap antrean lain," pungkas Sugianto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.