Demo Berubah Rusuh! Massa Demonstran Panjat Barikade Polisi hingga Lempar Traffic Cone
ahmadshalsamalkhaponda June 12, 2026 07:42 PM

- Mulai terjadi kerusuhan pada aksi demonstrasi mahasiswa pada Jumat (12/6/2026) di Jakarta Pusat.

Berdasar pantauan wartawan Tribunnews, Reynas Abdila, di lokasi kejadian, situasi memanas terjadi di depan Thamrin Nine Sudirman sekitar pukul 16.10 WIB.

Lokasi tersebut berjarak sektiar 600 meter dari Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Terlihat kerumunan massa yang cukup padat berkumpul di depan barikade polisi.

Banyak dari mereka yang merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel, kamera, dan beberapa tampak mengacungkan tangan atau bersorak ke arah polisi.

Di depan massa, terdapat polisi dengan barikade hitam berjejer.

Massa mulai menendang barikade.

Ada dari massa yang mengenakan jaket pengemudi ojek online.

Lalu terdapat seorang pria mengenakan jaket atau hoodie berwarna ungu dan penutup wajah, memanjat serta berdiri di atas pagar barikade tersebut.

Ia tampak mencoba berinteraksi ke arah petugas sebelum akhirnya terjatuh.

Suasana terlihat riuh. Sejumlah barang dilempar ke arah polisi, mulai dari botol minum hingga traffic cone berwarna oranye.

Sebelumnya, BEM UI menyerukan aksi Menuju Indonesia Bangkrut yang akan digelar di Bundaran HI, Jakarta, Jumat hari ini.

Seruan aksi Menuju Indonesia Bangkrut ini disampaikan BEM UI lewat Instagram mereka, @bemui_official.

Dalam pernyataan sikap yang diunggah di Instagram, Kamis (11/6/2026), BEM UI menilai ekonomi Indonesia saat ini sedang dalam kondisi buruk.

Alih-alih mengambil kebijakan yang pro rakyat, pemerintah dianggap justru memperkeruh situasi.

"Belakangan ini, ekonomi Indonesia runtuh, namun sayangnya pemerintah justru makin memperkeruh," kata BEM UI, dikutip Tribunnews.com.

Hal lain yang juga menjadi sorotan BEM UI adalah komunikasi pemerintah terhadap rakyat.

BEM UI menilai komunikasi pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto terkesan arogan.

"Kebijakan fiskal bocor, independensi direbut, tak lupa komunikasi yang arogan dari pemerintah kepada publik, justru jauh dari kata rakyat," ujar BEM UI.

Naiknya harga bahan-bahan pokok belakangan turut menjadi alasan BEM UI menyerukan aksi Menuju Indonesia Bangkrut.

BEM UI menilai permasalahan yang ada di Indonesia saat ini, utamanya soal ekonomi, terjadi akibat kebijakan dibuat oleh pemimpin tak kompeten.

Atas hal itu, BEM UI mengajak publik untuk menyuarakan pendapat mereka terkait masalah di tanah air.

"Sudah terlalu lama masyarakat menahan amarah dan penindasan yang terus mencekik, harga bahan pokok yang terus meningkat, serta seluruh permasalahan ekonomi akibat kebijakan-kebijakan yang disusun oleh pemimpin yang tidak berkompeten," jelas BEM UI.

Aksi ini merupakan hasil konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang digelar di UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026) malam.

Organisasi yang ikut turun aksi di antaranya adalah BEM UI, BEM se-fakultas UI, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta Front Mahasiswa Nasional (FMN).

"Besok kumpul sebelum Jumatan (salat Jumat), rencananya salat Jumat di HI sebelum aksi dimulai," kata Ketua FMN, Symphati Dimas, Kamis.

Ada lima tuntutan yang akan disampaikan pada aksi besok, yaitu:

Mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
Menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Mendesak dihentikannya praktik militerisme di ranah sipil.
Meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

 



#medsos #medsos #regional #viraldimediasosial #nasional #bbm #demo #bundaranhi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.