TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Prestasi membanggakan kembali diraih Pemerintah Kota Singkawang di tingkat nasional.
Dalam ajang Penganugerahan Disway Top Regional Leader Award 2026 yang digelar di Jakarta pada Kamis 11 Juni 2026 malam.
Pemerintah Kota Singkawang berhasil memperoleh penghargaan pada kategori Penggerak Toleransi dan Harmoni Sosial serta Pengembang Pariwisata Keragaman Budaya.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Kota Singkawang dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan tradisi yang hidup berdampingan selama bertahun-tahun.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima sekaligus mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara atas apresiasi yang diberikan kepada Kota Singkawang.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukanlah keberhasilan pemerintah semata, melainkan hasil kerja bersama seluruh masyarakat yang selama ini terus menjaga nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.
• Penataan Pasar Sungai Kakap Masuki Tahap Akhir, PKL Segera Direlokasi ke Ruko Baru
"Penghargaan ini bukan milik wali kota. Saya hanya menjalankan tugas sebagai kepala daerah. Yang sesungguhnya bekerja keras menjaga toleransi dan kerukunan adalah masyarakat Kota Singkawang di berbagai lingkungan kehidupan," ujarnya.
Ia menilai penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen masyarakat yang telah menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dan modal sosial dalam membangun daerah.
Karena itu, penghargaan tersebut dipersembahkan untuk seluruh warga Kota Singkawang yang selama ini berperan aktif menciptakan suasana aman, damai, dan harmonis.
"Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Kota Singkawang," tegasnya.
Tjhai Chui Mie mengatakan, penghargaan yang diterima bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan budaya toleransi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi semua pihak untuk terus merawat persatuan dan menghormati perbedaan.
Menurutnya, kerukunan sosial merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah di berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.
"Penghargaan ini menjadi penyemangat sekaligus pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan yang telah menjadi identitas Kota Singkawang," katanya.
• Sujiwo Bantah Isu Kubu Raya Kolaps, Sebut Anggaran Fiskal Masih Kuat
Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak pernah lelah menjaga keharmonisan yang selama ini telah terbangun dengan baik.
Menurutnya, warisan toleransi yang diberikan kepada generasi muda akan menjadi investasi sosial yang sangat berharga bagi masa depan daerah.
"Anak-anak dan cucu kita nantinya akan melanjutkan perjuangan ini dan meraih lebih banyak prestasi. Itulah kebahagiaan terbesar bagi saya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa penghargaan dalam bentuk piala atau trofi tidak akan memiliki makna jika nilai-nilai kerukunan tidak benar-benar dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga keamanan lingkungan, serta menciptakan suasana kota yang damai dan inklusif.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan ini agar Singkawang tetap menjadi kota yang nyaman, aman, dan harmonis untuk ditinggali," pungkasnya.
Penghargaan yang diterima tersebut semakin memperkuat citra Singkawang sebagai salah satu daerah yang dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi di Indonesia.
Selain itu, keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat juga menjadi daya tarik tersendiri yang mendukung perkembangan sektor pariwisata dan memperkuat identitas daerah di tingkat nasional maupun internasional. (*)