Tribunlampung.co.id, Jakarta - Di tengah gelombang aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa yang memadati jalan protokol ibu kota, aparat kepolisian berhasil mengamankan dua orang pria yang diduga kuat menjadi penyusup atau pendompleng gerakan mahasiswa.
Baca juga: Muncul Seruan Demo Reformasi Jilid II, Kepala BIN: Terpenting Jaga Persatuan
Dari tangan kedua terduga pelaku, petugas menyita barang bukti berbahaya berupa bom molotov, Jumat (12/6/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto, mengonfirmasi bahwa kedua orang tersebut ditangkap oleh petugas di sekitar wilayah Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat sore sekira pukul 15.30 WIB.
Keduanya langsung digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif.
"Tadi dua orang sudah kami amankan. Saat ini masih dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) untuk dilakukan pemeriksaan dan interogasi mendalam. Kami juga sudah mengamankan barang bukti berupa bom molotov," ungkap Kombes Bhudi di hadapan awak media, Jumat (12/6/2026), dilansir Tribunnews.com.
Kombes Bhudi menjelaskan, penangkapan ini bukan tanpa dasar. Pihak intelijen kepolisian diklaim telah melakukan pemantauan dan pemetaan taktis (profiling) sejak pagi hari.
Terutama terhadap pergerakan sejumlah kelompok non-mahasiswa, yang terindikasi kuat mencoba menunggangi jalannya penyampaian aspirasi tersebut.
Berdasarkan dokumentasi foto yang ditunjukkan oleh pihak kepolisian, kedua pria yang diringkus tersebut tampak menggunakan pakaian kaos dan celana serba hitam.
"Kami sudah sampaikan dari pagi, bahwa tim di lapangan telah memonitor dan mem-profiling, mengidentifikasi beberapa orang yang mencoba mendompleng kegiatan rekan-rekan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi di muka umum," tegas Bhudi menambahkan.
Sementara itu, situasi di garis depan pergerakan mahasiswa dilaporkan terus memanas.
Ribuan mahasiswa yang berniat melakukan aksi longmars menuju episentrum demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI) harus gigit jari setelah laju mereka dihadang blokade ketat berlapis dari aparat kepolisian dan TNI.
Akibat penutupan jalur tersebut, massa aksi tertahan dan berjejal di kawasan Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan Gedung Plaza UOB.
Guna mencairkan ketegangan di tengah upaya menerobos barikade petugas, para mahasiswa sempat menyanyikan lagu nasional 'Indonesia Pusaka' secara bersama-sama di bawah terik matahari.
Meski demikian, gema yel-yel tuntutan agar blokade dibuka terus diserukan oleh koordinator lapangan dari atas mobil komando.
"Buka, buka, buka jalannya. Buka jalannya sekarang juga!" teriak massa aksi saling bersahutan mendesak aparat untuk memberikan akses jalan menuju Bundaran HI.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyerukan aksi Menuju Indonesia Bangkrut yang akan digelar di Bundaran HI, Jakarta, Jumat hari ini.
Seruan aksi Menuju Indonesia Bangkrut ini disampaikan BEM UI lewat Instagram mereka, @bemui_official.
Dalam pernyataan sikap yang diunggah di Instagram, Kamis (11/6/2026), BEM UI menilai ekonomi Indonesia saat ini sedang dalam kondisi buruk.
Alih-alih mengambil kebijakan yang pro rakyat, pemerintah dianggap justru memperkeruh situasi.
"Belakangan ini, ekonomi Indonesia runtuh, namun sayangnya pemerintah justru makin memperkeruh," kata BEM UI, dikutip Tribunnews.com.
Hal lain yang juga menjadi sorotan BEM UI adalah komunikasi pemerintah terhadap rakyat.
BEM UI menilai komunikasi pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto terkesan arogan.
"Kebijakan fiskal bocor, independensi direbut, tak lupa komunikasi yang arogan dari pemerintah kepada publik, justru jauh dari kata rakyat," ujar BEM UI.
Naiknya harga bahan-bahan pokok belakangan turut menjadi alasan BEM UI menyerukan aksi Menuju Indonesia Bangkrut.
BEM UI menilai permasalahan yang ada di Indonesia saat ini, utamanya soal ekonomi, terjadi akibat kebijakan dibuat oleh pemimpin tak kompeten.
Atas hal itu, BEM UI mengajak publik untuk menyuarakan pendapat mereka terkait masalah di tanah air.
"Sudah terlalu lama masyarakat menahan amarah dan penindasan yang terus mencekik, harga bahan pokok yang terus meningkat, serta seluruh permasalahan ekonomi akibat kebijakan-kebijakan yang disusun oleh pemimpin yang tidak berkompeten," jelas BEM UI.
Selain BEM UI, beberapa organisasi lainnya juga akan menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, besok.
Aksi ini merupakan hasil konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang digelar di UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026) malam.
Organisasi yang ikut turun aksi di antaranya adalah BEM UI, BEM se-fakultas UI, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta Front Mahasiswa Nasional (FMN).
"Besok kumpul sebelum Jumatan (salat Jumat), rencananya salat Jumat di HI sebelum aksi dimulai," kata Ketua FMN, Symphati Dimas, Kamis.
Ada lima tuntutan yang akan disampaikan pada aksi besok, yaitu: