TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melalui Kementerian Sosial Agama menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk Bina Masyarakat (BIMAS) di Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Wakil Presiden Mahasiswa DEMA UIN Saizu Purwokerto, M Zulfan Azmi menyebutkan, program berlangsung selama beberapa bulan. Ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan keagamaan.
Melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, mahasiswa UIN Saizu berupaya menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Rangkaian kegiatan BIMAS diawali dengan pembukaan program sekaligus penyuluhan kesehatan yang digelar di Balai Desa Gunung Lurah pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Sosial Agama DEMA UIN Saizu berkolaborasi dengan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa sebagai mitra dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Para peserta mendapatkan berbagai informasi penting terkait pola hidup sehat, pencegahan penyakit, hingga pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Narasumber dari LKC Dompet Dhuafa juga menjelaskan cara mengenali gejala awal sejumlah penyakit yang sering ditemukan di masyarakat.
Selain itu, warga diperkenalkan dengan berbagai layanan kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan, termasuk layanan ambulans dan pemeriksaan kesehatan dasar yang disediakan oleh Dompet Dhuafa.
Dia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan LKC Dompet Dhuafa bertujuan untuk memperluas akses informasi kesehatan bagi masyarakat pedesaan yang masih memiliki keterbatasan dalam memperoleh edukasi kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai kesehatan, tetapi juga mengetahui berbagai layanan kesehatan gratis yang dapat diakses ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada sektor kesehatan, program BIMAS juga menghadirkan kegiatan pendidikan keagamaan melalui program mengajar ngaji yang dilaksanakan setiap Sabtu sore di TPQ Miftahul Hikmah, Dusun Bandayuda, Desa Gunung Lurah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa UIN Saizu berperan sebagai pendamping sekaligus pengajar bagi para santri. Mereka menerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta agar proses belajar menjadi lebih efektif.
Para santri dibagi ke dalam dua kelompok pembelajaran, yakni kelas kecil dan kelas besar. Kelas kecil diperuntukkan bagi santri pemula yang masih mempelajari dasar-dasar membaca Al-Qur’an. Materi yang diberikan meliputi pengenalan huruf hijaiyah, bacaan pendek, serta latihan membaca Al-Qur’an secara bertahap.
Sementara itu, kelas besar diperuntukkan bagi santri yang telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an lebih baik. Mereka mendapatkan materi yang lebih mendalam, seperti tajwid, tahsin, fiqih, dan pengenalan bahasa Arab dasar.
Mahasiswa berharap metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan santri dapat membantu meningkatkan pemahaman agama secara optimal.
Melalui program tersebut, anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga memperoleh bekal ilmu agama yang dapat menjadi dasar ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk ke pondok pesantren.
Selain itu, kegiatan mengaji rutin ini menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini sekaligus membangun karakter religius generasi muda di lingkungan pedesaan.
Para mahasiswa juga berupaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar anak-anak semakin termotivasi untuk mendalami ilmu agama. Sebagai tindak lanjut program BIMAS, Kementerian Sosial Agama DEMA UIN Saizu bersama mitra kolaborator akan menyelenggarakan kegiatan cek kesehatan massal pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Gunung Lurah dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan yang disediakan meliputi pengecekan kadar gula darah, asam urat, serta tekanan darah.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis, warga juga dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga dapat segera mengambil langkah pencegahan maupun pengobatan yang diperlukan. Program BIMAS menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, mahasiswa UIN Saizu menunjukkan bahwa keberadaan mereka tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik di kampus, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kehadiran mahasiswa di Desa Gunung Lurah diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat sekaligus membantu meningkatkan kualitas kesehatan serta pendidikan keagamaan warga.
Dengan mengusung semangat kolaborasi dan pemberdayaan, program BIMAS menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berperan aktif dalam mendorong pembangunan sosial yang berkelanjutan di tingkat desa. (***)