TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aliran air dari PDAM Tirtanadi di beberapa wilayah Kecamatan Medan Polonia mulai berangsur normal. Meski demikian, jajaran kecamatan tetap bersiaga untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi jika kembali terjadi gangguan.
Camat Medan Polonia, Noor Alfi Pane mengatakan pihaknya masih menunggu laporan dari para kepala lingkungan dan lurah terkait kondisi aliran air di wilayah masing-masing. "Kami masih terus stand by. Kami tetap menunggu laporan dari para kepala lingkungan dan lurah. Jika ada wilayah yang aliran PDAM-nya kembali mati, kami akan langsung berkoordinasi dengan pihak PDAM maupun Damkarmat untuk pengiriman bantuan air bersih," ujar Noor Alfi Pane, Jumat (12/6).
Sebelumnya, pada Rabu (10/6), sejumlah warga di Kecamatan Medan Polonia mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat terganggunya distribusi air dari PDAM Tirtanadi.
Menindaklanjuti, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mw menginstruksikan agar jajaran kewilayahan bergerak cepat membantu warga terdampak. Camat Medan Polonia langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Medan untuk menyalurkan bantuan air bersih.
Baca juga: DAMPAK Harga BBM Pertamax Naik: Permintaan Pertalite Naik Tajam, Pengandara Utamakan Subsidi
Menurut Noor Alfi Pane, wilayah yang paling terdampak berada di Kelurahan Sukadamai dan Kelurahan Sari Rejo. Di Kelurahan Sukadamai, aliran air sempat terhenti total sehingga satu unit armada Damkarmat dikerahkan untuk menyuplai kebutuhan air bagi sekitar 33 kepala keluarga (KK).
Sementara di Kelurahan Sari Rejo, kondisi lebih terkendali karena sebagian besar warga memiliki sumur bor dan saling membantu menyediakan air bersih bagi tetangga yang membutuhkan.
Diketahui, gangguan distribusi air PDAM Tirtanadi beberapa waktu terakhir menjadi keluhan masyarakat di Kota Medan dan sejumlah wilayah Sumatera Utara. Gangguan tersebut dipicu persoalan pada sistem kelistrikan yang berdampak terhadap operasional instalasi pengolahan dan pendistribusian air.
Kondisi ini membuat ribuan pelanggan mengalami tekanan air kecil hingga tidak mendapatkan aliran air selama beberapa waktu, sehingga menimbulkan keluhan masyarakat dan mendorong pemerintah daerah untuk melakukan langkah cepat penanganan. (dyk/Tribun-Medan.com)