TRIBUN-MEDAN.com - Demo yang berlangsung di tengah ribuan mahasiswa menuju Bundaran HI, Jakarta, berujung diamankannya dua orang oleh polisi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto, mengatakan dua orang sudah diamankan di tengah aksi ribuan mahasiswa, Jumat (12/6/2026).
Bhudi Hermanto mengatakan dua orang itu telah dibawa Dirreskrimum untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Tadi kalau menyimak, dua orang sudah kami amankan. Saat ini masih dibawa Direktor Reserse Kriminal Umum, dilakukan pemeriksaan, interogasi yang mendalam," ungkap Bhudi di hadapan awak media, Jumat, dikutip dari YouTube KompasTV.
Baca juga: Awal Mula Ditangkapnya Pencuri Lembu Gunakan Mobil Fortuner di Langkat
Lebih lanjut, Bhudi mengatakan pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa bom molotov.
"Sudah diamankan barang bukti bom molotov," imbuhnya.
Ia mengatakan, dua orang itu diamankan di sekitar wilayah Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat sore.
Bhudi juga menuturkan, pihaknya sudah melakukan monitor dan profiling terhadap orang-orang yang disebutnya menunggangi aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa ini.
"Ini diamankan di sekitar wilayah Bendungan Hilir sekitar pukul 15.30 tadi, ini masih dilakukan pendalaman pada dua orang yang diamankan tadi," jelas dia.
"Kami tadi menyampaikan dari pagi, bahwa sudah memonitor dan sudah mem-profiling, mengidentifikasi beberapa orang yang mencoba mendompleng kegiatan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi di muka umum," tutur Bhudi.
Baca juga: Peran Andri Mulyono Mark-up Harga Motor Listrik MBG, Total 21.801 Unit Dianggarkan Rp 1 Triliun
Dalam foto yang ditunjukkan Bhudi, dua orang yang diamankan terlihat sama-sama mengenakan pakaian berwarna hitam.
Blokade Polisi dan Tentara
Sementara itu, polisi dan tentara masih memblokade ribuan mahasiswa yang berusaha mencapai titik Bundaran HI.
Buntut blokade tersebut, ribuan mahasiswa tertahan di kawasan Jl. MH Thamrin Plaza UOB.
Di tengah upaya ribuan mahasiswa menerobos blokade tersebut, terdengar alunan lagu nasional 'Indonesia Pusaka'.
Tak hanya lagu 'Indonesia Pusaka', yel-yel juga diserukan para mahasiswa agar bisa menembus blokade polisi dan tentara.
Baca juga: Hakim Tangguhkan Penahanan Azis dan Ranning, Dua Terdakwa Kasus Pembelian 25 Liter Pertalite
Mereka meminta polisi dan tentara membuka blokade supaya bisa melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI.
"Buka, buka, buka jalannya. Buka jalannya sekarang juga!" teriak para mahasiswa.
Aksi Menuju Indonesia Bangkrut
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyerukan aksi Menuju Indonesia Bangkrut yang akan digelar di Bundaran HI, Jakarta, Jumat hari ini.
Seruan aksi Menuju Indonesia Bangkrut ini disampaikan BEM UI lewat Instagram mereka, @bemui_official.
Dalam pernyataan sikap yang diunggah di Instagram, Kamis (11/6/2026), BEM UI menilai ekonomi Indonesia saat ini sedang dalam kondisi buruk.
Alih-alih mengambil kebijakan yang pro rakyat, pemerintah dianggap justru memperkeruh situasi.
"Belakangan ini, ekonomi Indonesia runtuh, namun sayangnya pemerintah justru makin memperkeruh," kata BEM UI, dikutip Tribunnews.com.
Hal lain yang juga menjadi sorotan BEM UI adalah komunikasi pemerintah terhadap rakyat.
BEM UI menilai komunikasi pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto terkesan arogan.
"Kebijakan fiskal bocor, independensi direbut, tak lupa komunikasi yang arogan dari pemerintah kepada publik, justru jauh dari kata rakyat," ujar BEM UI.
Naiknya harga bahan-bahan pokok belakangan turut menjadi alasan BEM UI menyerukan aksi Menuju Indonesia Bangkrut.
BEM UI menilai permasalahan yang ada di Indonesia saat ini, utamanya soal ekonomi, terjadi akibat kebijakan dibuat oleh pemimpin tak kompeten.
Atas hal itu, BEM UI mengajak publik untuk menyuarakan pendapat mereka terkait masalah di tanah air.
"Sudah terlalu lama masyarakat menahan amarah dan penindasan yang terus mencekik, harga bahan pokok yang terus meningkat, serta seluruh permasalahan ekonomi akibat kebijakan-kebijakan yang disusun oleh pemimpin yang tidak berkompeten," jelas BEM UI.
"Mari terus bersama-sama suarakan keresahan yan
Selain BEM UI, beberapa organisasi lainnya juga akan menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, besok.
Aksi ini merupakan hasil konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang digelar di UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026) malam.
Organisasi yang ikut turun aksi di antaranya adalah BEM UI, BEM se-fakultas UI, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta Front Mahasiswa Nasional (FMN).
"Besok kumpul sebelum Jumatan (salat Jumat), rencananya salat Jumat di HI sebelum aksi dimulai," kata Ketua FMN, Symphati Dimas, Kamis.
Ada lima tuntutan yang akan disampaikan pada aksi besok, yaitu:
Mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
Menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Mendesak dihentikannya praktik militerisme di ranah sipil.
Meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
(tribun-medan.com)