TRIBUNKALTARA.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG merilis informasi gempa bumi terkini di barat daya Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu 13 Juni 2026.
Sebagai informasi, BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, yaitu lembaga pemerintah nonkementerian di Indonesia yang bertugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, hingga kualitas udara.
Selain itu, BMKG juga memberikan informasi penting seperti peringatan dini cuaca ekstrem, potensi bencana alam, dan data iklim yang sangat berguna untuk masyarakat, pemerintah, dan sektor industri.
Wilayah Lumajang yang diguncang gempa hari ini, merupakan salah satu kabupaten di bagian selatan Provinsi Jawa Timur.
Jarak dari Lumajang ke Surabaya yang merupakan ibu kota Jawa Timur, berkisar antara 147 km hingga 153 km.
Dalam rilis terbaru BMKG disebutkan, gempa hari ini di Lumajang memiliki magnitudo 2.7.
Magnitudo gempa adalah ukuran kekuatan atau energi yang dilepaskan oleh gempa bumi dari pusatnya (hiposentrum), yang diukur menggunakan skala magnitudo, seperti Skala Richter (ML) atau Moment Magnitude (Mw).
Waktu terjadinya gempa sekira pukul 06:03:23 WIB.
Info BMKG, menyebut titik koordinat gempa Lumajang berada 9.45 LS, 112.98 BT.
Pusat gempa terkini berada 148 km di barat daya Lumajang.
Gempa hari ini berada di kedalaman 31 Km.
Informasi gempa Lumajang disampaikan di laman X resmi BMKG di @infoBMKG.
"#Gempa Mag:2.7, 13-Jun-2026 06:03:23WIB, Lok:9.45LS, 112.98BT (148 km BaratDaya LUMAJANG-JATIM), Kedlmn:31 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di laman X resminya @infoBMKG yang dikutip TribunKaltara.com.
Baca juga: Gempa Terkini Magnitudo 3.1 Lumajang Jawa Timur, Cek Info Lengkap BMKG
Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
Baca juga: Gempa M 4.1 Hantam Lumajang Jawa Timur Siang Ini, Cek Pusat Gempa Terkini 2 Menit yang Lalu via BMKG
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
(*)
(TribunKaltara.com/Amiruddin)