Solidaritas Klakson Bersahutan dan Aksi Demo Mahasiswa di Jakarta hingga Purwokerto
Theresia Felisiani June 13, 2026 09:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Unik, bunyi klakson menambah semarak aksi gelombang protes mahasiswa di jalanan ibu kota hingga ke daerah, di antaranya Purwokerto, Jateng pada Jumat (12/6/2026).

Bunyi klakson yang bersahutan dan menggema ini bentuk dukungan atau solidaritas dari para pengendara atas demo mahasiswa yang turun ke jalan untuk menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. 

Di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Kamis (11/6/2026) sore suara klakson kendaraan bersahutan 

Bukan karena kemacetan atau kecelakaan lalu lintas, melainkan sebagai respons para pengendara terhadap poster bertuliskan "Klakson Kalau Kamu Capek Jadi WNI". 

Poster itu dibentangkan sejumlah mahasiswa di bundaran dalam kompleks kampus.

Aksi spontan itu kemudian viral setelah videonya beredar di berbagai platform media sosial. 

Baca juga: Demo Mahasiswa di DPRD Jateng dan Solo: Bakar Spanduk, Blokir Jalan, Panjat Pintu Gerbang

Di Jakarta, ajakan solidaritas klakson ini datang dari selebaran-selebaran di kertas putih dengan tulisan kapital mencolok berbunyi ‘KLAKSON KALO KALIAN CAPEK BAYAR PAJAK MAHAL’

Ada juga mahasiswa yang membawa selembar kertas putih berbunyi ‘KLAKSON KALO KALIAN SEBEL SAMA PRABOWO-GIBRAN’

Beberapa pengendara motor, termasuk driver ojek online berjaket hijau, tampak memelankan laju kendaraannya untuk memperhatikan pesan yang dibentangkan oleh para mahasiswa. 

Banyak pengendara juga membunyikan klakson untuk mendukung aksi mahasiswa tersebut.

 

Solidaritas Klakson di Demo BEM UI 

Dalam aksi turun ke jalan tersebut, ada sebuah momen menarik di mana para mahasiswa mengajak masyarakat umum, khususnya pengguna jalan, untuk meluapkan rasa kesal mereka melalui bunyi klakson.

Pantauan di lokasi, suasana riuh sangat terasa di pinggir jalan MH Thamrin menuju arah bundaran Hotel Indonesia (HI) yang tengah dipadati oleh lalu lintas kendaraan pada Jumat (12/6/2026) sore.

Di barisan terdepan, tampak seorang mahasiswa UI berkacamata tampil begitu vokal. Mahasiswa berambut ikal tersebut mengenakan kemeja abu-abu yang dibalut jaket almamater kuning khas Universitas Indonesia.

Dengan ekspresi wajah yang menggebu-gebu dan mulut terbuka lebar bak sedang meneriakkan orasi, tangan kanannya menunjuk tegas ke arah para pengendara yang melintas di jalan raya. 

Sementara itu, tangan kirinya membentangkan selembar kertas putih dengan tulisan kapital mencolok berwarna merah dan hitam yang berbunyi ‘KLAKSON KALO KALIAN CAPEK BAYAR PAJAK MAHAL’

“Bapak ini mobil eselon 2 kan? bapak digaji dari pajak rakyat kan? bapak harusnya klakson,” ucap mahasiswa UI tersebut ke mobil dinas pejabat eselon 2 yang sedang melintas.

Di sekeliling pemuda itu, barisan mahasiswa lain yang juga memakai jaket kuning kebanggaan berlogo "Makara" tampak merapatkan barisan. Di sebelah kanannya, seorang mahasiswa terlihat juga membawa selembar kertas berbunyi ‘KLAKSON KALO KALIAN SEBEL SAMA PRABOWO-GIBRAN’

BUNYIKAN KLAKSON - Massa aksi menggunakan almamter Universitas Indonesia mengajak  masyarakat yang melintas di Jalan Sudirman arah Semanggi, ikut menyuarakan keresahan, Jumat (12/6/2026). (Tribunnews/Alfarizy)
BUNYIKAN KLAKSON - Massa aksi menggunakan almamter Universitas Indonesia mengajak masyarakat yang melintas di Jalan Sudirman arah Semanggi, ikut menyuarakan keresahan, Jumat (12/6/2026). (Tribunnews/Alfarizy) (Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah)

Diketahui, hari ini sejumlah mahasiswa hendak menggelar aksi demo di kawasan Bundaran HI. 

Adapun dalam aksi tersebut akan disampaikan lima tuntutan utama, yakni:

1. Menghentikan pemborosan APBN

2 Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM

3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

4. Menghentikan militerisme di ranah sipil

5. Meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

 

Mahasiswa UNJ Demo Bawa Poster 'Setop MBG', Pengendara Beri Dukungan Lewat Klakson

Aksi mahasiswa dari Aliansi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Melawan mendapatkan dukungan dari para pengendara yang melintasi Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Jumat (12/6/2026).

Dalam aksi tersebut para mahasiswa membentangkan poster yang meminta para pengendara untuk membunyikan klakson tanpa persetujuan terhadap isu yang diusung para mahasiswa.

Pada poster tersebut tampak tertulis sejumlah protes yang disuarakan para mahasiswa. 

Tulisan tersebut, adalah "Bunyikan klakson kalau setuju MBG Bubar", "Bunyikan Klakson kalau setuju Prabowo-Gibran turun", Bunyikan Klakson kalau setuju gaji guru dinaikkan". 

Sontak para pengendara langsung membunyikan klaksonnya saat melewati para mahasiswa. 

Suasana riuh ramai tampak terdengar di tengah aksi mahasiswa di Jalan Pemuda.

Para mahasiswa pun tampak menyambut dukungan pengendara dengan tepuk tangan dan teriakan.

Dalam aksi ini, para mahasiswa UNJ tidak bergabung dengan elemen mahasiswa lainnya yang menggelar aksi di Bundaran HI. 

Mereka memutuskan untuk menggelar aksi di sekitar lingkungan kampus UNJ. 

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, pihak kepolisian tampak mengawal aksi mahasiswa.

Arus lalu lintas di sekitar Jalan Pemuda tampak sempat tersendat, namun dapat diurai karena mahasiswa menggelar long march di sisi jalan.

 

Riuh Bunyi Klakson di UMP, Mahasiswa Bentangkan Poster "Klakson Kalau Kamu Capek Jadi WNI"

Suara klakson kendaraan bersahutan di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Kamis (11/6/2026) sore.

Bukan karena kemacetan atau kecelakaan lalu lintas, melainkan sebagai respons para pengendara terhadap poster bertuliskan "Klakson Kalau Kamu Capek Jadi WNI". 

Poster itu dibentangkan sejumlah mahasiswa di bundaran dalam kompleks kampus.

Aksi spontan itu kemudian viral setelah videonya beredar di berbagai platform media sosial. 

Baca juga: Aksi Kreatif Mahasiswa UI: Mengukur Keresahan Publik Lewat Klakson Kendaraan

Dalam rekaman video, tampak mahasiswa berdiri sambil memegang poster berukuran besar dan mengarahkan tulisan itu kepada pengendara yang melintas.

Tak lama kemudian, suara klakson terdengar berulang kali dari sepeda motor maupun mobil yang melintas. 

Respons itu disambut sorak-sorai dan tepuk tangan para mahasiswa.

Penanggung jawab aksi, Memet, mengatakan kegiatan ini digelar secara spontan saat Komunitas Lapak Baca UMP mengadakan kegiatan rutin melapak di lingkungan kampus.

"Untuk estimasi yang mengikuti aksi kurang lebih 20-an orang silih berganti, karena aksi itu dilakukan secara spontan dan melibatkan orang-orang yang berlalu-lalang di lingkungan kampus," kata Memet kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (12/6/2026).

Peserta aksi ternyata tidak hanya berasal dari UMP. 

Sejumlah mahasiswa lain dari Universitas Harapan Bangsa (UHB) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) juga ikut bergabung dan menyemarakan aksi.

Memet menjelaskan, ide aksi tersebut muncul setelah melihat konten serupa yang beredar di media sosial.

"Pada saat melihat konten tersebut kami mempunyai ide melakukan di saat kegiatan kami melapak hari Kamis," ujarnya.

AKSI MAHASISWA - Tampak sejumlah mahasiswa berdiri sambil memegang poster berukuran besar dan mengarahkan tulisan "Klakson Kalau Kamu Capek Jadi WNI" kepada pengendara yang melintas, Jumat (12/6/2026) di bundaran UMP. Suara klakson terdengar berulang kali dari sepeda motor maupun mobil yang melintas. (HO/IST/instagram Lapak baca UMP)

Ia mengatakan, penggunaan klakson kendaraan sebagai media penyampaian aspirasi dipilih karena dinilai unik dan mudah melibatkan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, klakson menjadi simbol sederhana mengekspresikan keresahan yang dirasakan banyak orang terhadap kondisi yang dianggap penuh ketidakpastian.

"Tujuan sebenarnya menyampaikan keresahan saja di kondisi ketidakpastian sekarang ini, walau hanya melalui klakson. 

Sebab semua media bisa menjadi alat perlawanannya sendiri," kata Memet.

Ia menilai banyaknya pengendara yang membunyikan klakson menunjukkan pesan yang mereka sampaikan mendapat respons dari masyarakat.

Terbukti banyak yang klakson, itu menunjukkan banyak dari mereka yang lelah dengan kondisi sekarang ini.

Video aksi tersebut hingga kini terus beredar di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari warganet. 

Aksi tersebut sebagai bentuk kritik sosial yang kreatif, sementara lainnya menilai aksi tersebut sebagai cara unik menyampaikan keresahan publik di ruang terbuka. 

(tribun network/thf/Tribunnews.com/TribunJateng,com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.