SENTIL KASUS Korupsi, Pedemo Teatrikal Mandi dan Sikat Gigi di Depan Polisi
Latif Ghufron Aula June 13, 2026 09:42 AM

– Di balik ketegangan gelombang aksi unjuk rasa memprotes kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, terselip momen satir yang mencuri perhatian.

Menjelang malam hari, Jumat (12/6/2026), seorang peserta aksi nekat melakukan aksi teatrikal unik dengan berpura-pura mandi dan sikat gigi tepat di depan wajah barikade aparat kepolisian yang tengah berjaga ketat.

Aksi Nyeleneh di Barikade Pantauan di lokasi, pemuda tersebut tampak santai dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan lilitan kain serupa handuk berwarna merah marun di bagian pinggang ke bawah.

Gaya ini membuatnya terlihat seolah-olah baru saja keluar dari kamar mandi rumahnya.

Dengan sikat gigi berwarna biru di mulutnya, ia berdiri tepat menempel di depan barikade besi tebal berwarna hitam yang memblokir akses jalan.

Di balik jeruji barikade itu, ratusan aparat kepolisian berseragam dinas lengkap dan bertopi pet tampak berbaris rapat mengamati tingkah laku sang pemuda dengan tatapan heran.

Aksi jenaka ini sontak memancing tawa dari rekan-rekan sesama massa aksi yang berkerumun menyaksikan momen tersebut.

Pesan Satir terhadap Pemerintahan

Di depan aparat kepolisian, pemuda itu menegaskan bahwa aksinya bukan sekadar guyonan. Ia membawa pesan serius mengenai perlunya pembersihan negara dari korupsi dan nepotisme.

"Ya kan, kan harus bisa menjilat katanya," ucap pemuda itu kepada personel polisi yang membuat barikade, seraya menyinggung bahwa negara harus bersih-bersih.

Tuntutan Mahasiswa

Aksi teatrikal ini merupakan bagian dari gelombang protes mahasiswa yang sedianya digelar di kawasan Bundaran HI.

Dalam aksinya, massa mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama.

Massa mahasiswa minta penghentian pemborosan APBN, penurunan harga pokok dan BBM, penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisme di ranah sipil, dan desakan agar Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.