- Ratusan kepala sekolah di wilayah Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel) dilaporkan mendadak mundur secara bersamaan.
Diduga polemik ini muncul berkaitan dengan sengkarut pengelolaan keuangan di internal sekolah.
Awalnya, polemik terungkap dalam sesi Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Sementara DPRD Sulsel, Jl AP Pettarani, pada Jumat (12/6/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Iqbal Nadjamuddin menerangkan penyebab dari fenomena ini.
Iqbal mengakui bahwa dalam temuan BPK menyebut 128 nama kepsek dalam evaluasi tahap pertama.
Sementara itu, pada tahap kedua terdapat 198 kepala sekolah.
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, membeberkan alasan peristiwa itu.
Andi menyebut kebijakan Disdik Sulsel yang menyodorkan surat pengunduran diri tersebut murni diawali dari laporan BPK mengenai kinerja dan tanggung jawab para kepala sekolah.
Kendati demikian, ia menilai bahwa esensi dari pemberian draf pengunduran diri tersebut sebenarnya bermaksud baik.
Termasuk bagi masa depan para kepala sekolah.
Sebab, saat ini pemerintah pusat menginstruksikan agar guru dan kepala sekolah bisa fokus penuh dalam membimbing siswa tanpa terbebani urusan administrasi proyek.