Renungan Hari Ini Sabtu 13 Juni 2026, Ketika Berjalan Sendiri Tanpa Tuhan
Gordy Donovan June 13, 2026 11:47 AM

Oleh: Pastor Frans Banusu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Sabtu 13 Juni 2026.

Tema renungan hari ini "ketika berjalan sendiri tanpa Tuhan".

Renungan hari ini disiapkan untuk perayaan wajib hati tak bernoda Santa Perawan Maria.

Bacaan hari Sabtu: Yes. 61:9-11; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7.8abcd; Luk. 2:41-51 dan BcO Flp 4:10-23 dengan warna liturgi putih.

Baca juga: Teks Misa Minggu 14 Juni 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan pertama:


Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.

Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

Mazmur Tanggapan:

Lalu berdoalah Hana, katanya:

"Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.

Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan.

Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.

TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.

TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga.

Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan."

Bacaan Injil katolik:

Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.

Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.

Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.

Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.

Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.

Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.

Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.

Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."

Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"

Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.

Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

Renungan Harian Katolik

"KETIKA BERJALAN SENDIRI TANPA TUHAN"

(Yes. 61:9-11; Mzm. 1Sam. 2:4-5.6-7.8abcd; Luk. 2:41-51).

"Karena mereka menyangka bahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya..." (Luk. 2:44).

Dunia terus berkembang, kebutuhan fisik pun beragam. Tuntutan pemenuhan kebutuhan material yang tak terkontrol itu, kadang membuat kita menjadi budak bagi diri sendiri. Ritme hidup harian untuk kepentingan jasmani jauh lebih dominan ketimbang kebutuhan rohani. Hari-hari wajib untuk ada bersama Tuhan dalam aktivitas rohani baik individu, keluarga, kombas, lingkungan, wilayah, paroki tak dihiraukan lantaran tak ada waktu. Bersilat lidah dalam prasangka pembelaan diri bahwa  Tuhan ada menyertai tanpa pembuktian, menjadi alasan klasik banyak umat beriman. Godaan meninggalkan Tuhan dan berjalan sendiri menjadi fenomena yang biasa dalam hidup harian. Dunia memacu kita dengan banyak tawaran menarik yang membuat kita lupa diri dan Tuhan. 

Maria dan Yusuf mengalami ketinggallan Tuhan. Karena prasangka dan diperkuat oleh keasyikan urusan manusiawi yang lebih menarik, Yesus dibiarkan tertinggal di Yerusalem. Risiko berjalan sehari suntuk tanpa Tuhan bagi Maria dan Yusuf, mereka harus membayarnya dalam tiga hari pencarian yang melelahkan sebelum menemukan Yesus. Sesuai pengalaman pribadi dan keluarga, sudah berapa lamakah berjalan sendiri tanpa Tuhan? 

Berjalan sendiri tanpa Tuhan, kecemasan, kebimbangan dan ketakutan pasti menghantui. Sesibuk apa pun dalam hidup, Tuhan tetap tujuan final yang tak terbantahkan. Bersama Tuhan atau menemukan-Nya kembali membawa berkat dan banyak kekaguman dalam hidup. 

Bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah, kadang terjebak pada daya tarik dewa-dewi dan memilih meninggalkan Allah. Kesetiaan pada iman sebagai umat pilihan banyak berkat turun atas hidup. Tandanya ialah Tuhan menaungi dengan pakaian kebenaran dan jubah keselamatan. Ketika ada bersama Tuhan, orang beriman akan mengalami hal ini, "Aku bersukacita di dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran." (Yes. 61:10). Berpegang teguh pada perintah Tuhan  sudah pasti menjadi turunan yang diberkati. Banyak keluarga masih tertinggal dalam menggapai berkat Tuhan ini. Hidup konflik, terpecah, bertikai, dan berjalan sendiri tanpa Tuhan. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, Tuhan membuat miskin dan membuat kaya, Ia merendahkan dan meninggikan juga." (1Sam. 2:6-7). 

Jika Tuhan berkuasa atas seluruh hidup mengapa Tuhan tak dilibatkan dalam seluruh ritme hidup kita? Kekuatan ada ketika berjalan bersama Tuhan dan bersatu dengan Tubuh Kristus, perpecahan yang mengakar dalam kebersamaan karena dosa bisa ditangkal. Dalam hati Santa Perawan Maria yang tak bernoda, selain menjadi tempat Roh Kudus, kita pun berkat doanya, mengambil bagian dalam penebusan kekal. Bukti kasih Tuhan yang sempurna dalam hidup: menenukan sukacita sejati yakni keselamatan dan kebahagiaan. Berjalanlah bersama Tuhan.

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Sabtu/Pekan Biasa X/A/II, 130626). (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.