WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Gempuran pasar modern tak menyurutkan semangat Sutina untuk tetap berjualan daging ayam potong di Pasar Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Saat didatangi, ia sedang duduk melamun di lapak dagangannya dengan penuh harapan pembeli dan langganannya datang.
Sejak tahun 1981, Sutina awalnya hanya membantu sang suami berjualan daging ayam potong di Pasar Cibubur.
Harga daging ayam perekor pada tahun itu masih terbilang sangat murah sekira Rp 1.000-Rp 1.500.
Sutina menceritakan, setahun berjualan sang suami sempat menyerah karena pembeli daging ayam pasang surut.
Baca juga: Harga Ayam Potong di Jakarta Tembus Rp 45 Ribu, Satgas Pangan Polda Metro Turun Tangan
"Namanya laki-laki ya, orangnya enggak sabaran kalau jualan. Maunya ramai terus akhirnya tahun 1982 saya yang lanjutin sampai sekarang," kata Sutina dengan ramah kepada Warta Kota, Sabtu (13/6/2026).
Sutina memulai aktivitas berjualan daging ayam potong di Pasar Cibubur dari pukul 03.00 WIB hingga 14.00 WIB.
Tak terasa, usahanya yang dirintas dari nol kini sudah berjalan hampir 45 tahun, meski sempat mengalami pasang surut.
Dari jualan daging ayam potong, Sutina bisa membeli rumah sendiri di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Tidak hanya itu, wanita 62 tahun ini juga bisa menghidupi satu orang anak hingga menempuh pendidikan S1 kebidanan.
Baca juga: Kembali Naik, Harga Ayam potong di Pasar Sukatani Depok Tembus Rp 42.000 per Kilogram
"Anak saya sekarang sudah menikah dan buka praktek bidan sendiri. Dia kuliah di Lenteng Agung situ, terus lulus sempat kerja di rumah sakit jadi bidan tapi sekarang buka praktek sendiri," jelasnya sambik tersenyum.
Selain untuk anak perempuannya, Sutina juga ternyata menghidupi tujuh orang keponakannya dari hasil jualan daging ayam potong.
Hal itu yang membuat Sutina tetap semangat menjalani aktivitas sebagai pedagang daging ayam potong karena di rumah ada yang menanti hasil keringatnya.
Ia tidak pernah berhenti berjualan meski harga daging ayam sering mengalami kenaikan cukup signifikan.
Menurut Sutina, kenaikan harga daging ayam potong biasanya dimomen tertentu saja seperti lebaran Idulfitri, Iduladha, tahun baru dan lainnya.
"Saya kan beli ayam hidup harganya sekarang Rp 24.000, terus saya potong sendiri, saya olah dan jual ke pasar harganya Rp 45.000 yang tulang, kalau filet Rp 50.000," ucapnya.
Kerja keras dan kesabaran dari seorang ibu bernama Sutina telah membuktikan bisa meraih apa yang diimpikan seperti membeli rumah dan sekolahkan anaknya hingga keperguruan tinggi.
Lapak berukuran 3x2 meter itu menjadi saksi bisu bagaimana Sutina setiap hari menunggu dan melayani para pembeli daging ayam potong.
"Lapak ini punya sendiri sekarang, tapi ini kan kontrak (kontrak 2 tahunan) sudah habis dan enggak tahu nanti sistemnya gimana," imbuhnya. (m26)