TRIBUNNEWS.COM - Laga Australia vs Turki pada pertandingan Grup D Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026) pukul 11.00 WIB di BC Place Vancouver, berpotensi menjadi salah satu duel paling menentukan di fase grup.
Di atas kertas, kedua tim sama-sama memiliki peluang besar untuk lolos ke babak 16 besar, sehingga hasil pertandingan ini bisa memberi keuntungan besar bagi pemenangnya.
Football Enthusiast Bayu Ajianto saat berbincang dengan Tribunnews sebelumnya, menyebut Australia dan Turki sebagai dua tim yang memiliki kekuatan sedikit lebih unggul dibanding pesaing lain di Grup D, yakni Amerika Serikat dan Paraguay.
"Kalau melihat kekuatan masing-masing negara, grup ini sangat terbuka. Bisa saja Australia yang jadi juara grup, bisa juga Turki."
"Ancaman terbesar menurut saya memang datang dari Turki, tetapi Australia juga tim yang tidak bisa diremehkan," ujar Bayu dalam Podcast Super Taktik Tribunnews di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Komentar tersebut semakin relevan jika melihat kondisi kedua tim menjelang kick-off.
Baca juga: Profil Timnas Turki di Piala Dunia 2026: Montella Kawal Arda Guler Cs Ulangi Sejarah
Turki datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil memenangkan tujuh dari delapan pertandingan terakhir mereka sejak kekalahan telak dari Spanyol pada September tahun lalu.
Satu-satunya hasil yang gagal mereka menangi dalam periode tersebut adalah ketika bermain imbang 2-2 melawan Spanyol pada bulan November. Setelah itu, mereka menang empat laga beruntun.
Modal itu membuat tim asuhan Vincenzo Montella menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di Grup D.
Optimisme Turki juga ditopang kualitas individu pemainnya. Mereka memiliki Hakan Calhanoglu yang baru saja memimpin Inter Milan meraih kesuksesan domestik.
Lalu, ada pula Arda Guler yang semakin matang bersama Real Madrid, serta Kenan Yildiz yang menjadi salah satu talenta paling menjanjikan di Juventus.
Meski Kenan Yildiz diragukan tampil karena cedera otot, Turki tetap memiliki banyak opsi untuk membongkar pertahanan lawan.
Masih ada pemain seperti Muhammed Kerem Akturkoglu (Feberbahce), Barış Alper Yılmaz (Galatasaray), Can Uzun (Eintracht Frankfurt). Ketiga pemain ini kompak mencetak delapan gol di liga musim lalu.
Tak heran, Opta Analyst memberikan peluang kemenangan Turki sebesar 55,3 persen, sementara Australia hanya 20,5 persen.
Sports Illustrated memprediksi Turki menang 1-0, sedangkan Whoscored memperkirakan kemenangan 2-0 untuk tim Bulan Bintang.
Namun Australia bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Socceroos memang tidak memiliki banyak pemain bintang seperti Turki, tetapi mereka dikenal sebagai tim yang disiplin dan sulit ditembus.
Pelatih Tony Popovic berhasil membawa Australia melewati kualifikasi dengan relatif mulus.
Ia kini berpeluang mencatat sejarah sebagai orang Australia pertama yang pernah bermain sekaligus melatih di Piala Dunia.
Dalam laga pemanasan, Australia hanya kalah tipis 0-1 dari Meksiko dan mampu menahan Swiss 1-1.
Ini menjadi kemajuan setelah di periode akhir tahun lalu, kalah 2-1 dari Amerika Serikat, Venezuela 1-0 dan dihajar Kolombia 3-0.
Hasil uji coba terbaru pra Piala Dunia menunjukkan kekuatan utama mereka terletak pada organisasi pertahanan.
"Kami tahu Australia adalah tim yang bisa menghukum siapa saja. Mereka sangat disiplin dan sulit ditembus," kata Bayu.
Meski demikian, tim negeri Kanguru ini tetap membawa satu catatan yang cukup mengkhawatirkan.
Dari enam penampilan sebelumnya di Piala Dunia, Socceroos selalu kalah dalam lima laga pembuka.
Satu-satunya kemenangan mereka terjadi saat mengalahkan Jepang 3-1 pada Piala Dunia 2006.
Rekor itu menjadi tantangan tersendiri bagi Australia, terlebih mereka akan menghadapi tim Turki yang sedang berada dalam tren positif.
Baca juga: Profil Vincenzo Montella, Pelatih Timnas Turki di Piala Dunia 2026, Sosok Bersejarah di Roma
Di sisi lain, Turki juga memiliki motivasi besar. Ini merupakan penampilan pertama mereka di Piala Dunia setelah absen selama 24 tahun sejak edisi 2002, ketika secara mengejutkan mampu finis di peringkat ketiga.
Richardo Liwang dari Indo Barca menilai generasi Turki saat ini memiliki kualitas yang cukup untuk mengulang pencapaian besar tersebut.
"Hakan Calhanoglu, Arda Guler, dan Kenan Yildiz bermain di level tertinggi Eropa. Mereka memberi kualitas yang sangat berbeda untuk Turki dan bisa menjadi pembeda di pertandingan penting," ujarnya.
Melihat kekuatan kedua tim, laga ini diperkirakan berlangsung ketat. Australia kemungkinan akan bermain lebih sabar dan mengandalkan pertahanan rapat, sementara Turki mencoba memaksimalkan kreativitas pemain-pemain depan mereka.
Dengan Amerika Serikat yang sudah mengoleksi tiga poin, hasil pertandingan ini berpotensi sangat menentukan peta persaingan Grup D.
Kemenangan akan membuka jalan menuju babak 16 besar, sementara kekalahan bisa membuat tekanan meningkat sebelum memasuki laga kedua.
Turki memang lebih diunggulkan berdasarkan kualitas individu dan performa terkini. Namun Australia memiliki pengalaman panjang di Piala Dunia serta karakter bermain yang kerap menyulitkan lawan-lawan yang lebih difavoritkan.
Pertemuan ini berpotensi menjadi salah satu duel paling menarik pada pekan pertama fase grup.
Baca juga: 3 Pemain Kunci Timnas Turki di Piala Dunia 2026 - Ada dari Madrid, Calhanoglu-Yildiz Mode Haus Gol
Australia (5-4-1): Ryan; Italiano, Circati, Souttar, Herrington, Bos; Metcalfe, Irvine, O'Neill, Leckie; Toure. | Pelatih: Tony Popovic
Turki (4-2-3-1): Cakir; Celik, Demiral, Bardakci, Elmali; Calhanoglu, Yuksek; Guler, Kokcu, Yilmaz; Gul. | Pelatih: Vincenzo Montella
5 laga terakhir Australia
5 laga terakhir Turki
(Tribunnews.com/Tio)