TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pasar Penyeimbang kembali hadir di Kota Palangka Raya sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah potensi kenaikan harga sejumlah komoditas.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Palangka Raya di Pasar Datah Manuah, Jalan Yos Sudarso, Sabtu (13/6/2026), tersebut direncanakan menyediakan berbagai kebutuhan pokok mulai dari LPG 3 kilogram, beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, ikan segar, frozen food, sayur mayur hingga produk UMKM lokal.
Namun berdasarkan pantauan Tribunkalteng.com di lokasi, pada pelaksanaan perdana Pasar Penyeimbang bulan Juni 2026, komoditas yang tersedia masih berupa LPG 3 kilogram dan ikan segar.
Meski demikian, kedua komoditas tersebut menjadi yang paling dicari warga. Bahkan stok ikan segar yang disediakan habis terjual lebih dahulu sebelum distribusi LPG 3 kilogram dimulai.
Sementara itu, warga yang ingin membeli LPG 3 kilogram sudah mulai mengantre sejak pagi. Sebelum truk pengangkut LPG tiba di lokasi, masyarakat terlebih dahulu menyerahkan fotokopi KTP untuk ditukarkan dengan kupon pembelian sekaligus melakukan pembayaran.
Setelah distribusi dimulai, warga cukup menukarkan kupon yang telah diperoleh untuk mengambil LPG 3 kilogram yang dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp22 ribu per tabung.
Salah seorang warga, Rina (43), mengaku datang ke Pasar Penyeimbang dengan harapan dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok sekaligus. Warga Mendawai I tersebut awalnya berencana membeli bawang dan beberapa kebutuhan rumah tangga lainnya selain LPG.
"Rencananya mau beli gas, bawang sama sembako juga," ujarnya.
Namun saat tiba di lokasi, komoditas yang tersedia baru berupa ikan segar dan LPG 3 kilogram. Meski begitu, ia tetap memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli ikan patin dan mengantre mendapatkan gas bersubsidi.
Menurut Rina, harga ikan patin yang dijual dalam Pasar Penyeimbang cukup terjangkau. Ia membeli ikan patin seharga Rp26 ribu per kilogram. Menurutnya harga tersebut lebih murah dibanding yang biasa ia beli di pasaran.
"Tadi beli ikan patin Rp26 ribu. Katanya kalau di pasar lebih mahal, kalau di sini lebih murah," katanya.
Selain membeli ikan, Rina juga mengantre LPG 3 kilogram yang dijual sesuai HET. Menurutnya, keberadaan pasar penyeimbang sangat membantu masyarakat karena LPG 3 kilogram di warung sekitar tempat tinggalnya di kawasan Mendawai I sering kali kosong.
Kalaupun tersedia, harga yang ditawarkan jauh lebih tinggi dibanding harga yang dijual dalam kegiatan tersebut.
"Kalau di warung bisa Rp40 ribu sampai Rp45 ribu. Kalau di sini sesuai HET, jadi lebih hemat," ucapnya.
Rina mengaku kondisi harga kebutuhan pokok saat ini cukup memberatkan masyarakat. Sejumlah kebutuhan dapur seperti bawang, minyak goreng hingga beras mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.
"Mahal banget, naik semua. Yang paling berasa itu bawang sama sembako. Habis Lebaran bawang sekitar Rp35 ribu, sekarang bisa sampai Rp60 ribu," ungkapnya.
Ia berharap Pasar Penyeimbang dapat terus digelar secara rutin karena dinilai membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
"Harapannya rutin saja ada seperti ini. Cukup membantu untuk gas dan kebutuhan rumah tangga," tuturnya.
Harapan serupa juga menjadi salah satu alasan digelarnya Pasar Penyeimbang oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas.
Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, mengatakan Pasar Penyeimbang digelar karena pemerintah melihat adanya potensi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
"Kita melihat situasi sekarang karena akan ada beberapa kenaikan harga barang. Karena itu kami melakukan pasar penyeimbang," katanya.
Menurut Samsul, sebagian komoditas dipasok dari Bulog sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih rendah dibanding harga pasar.
Baca juga: LPG 3 Kg Paling Diburu dan Rebutan Warga pada Pasar Penyeimbang di Pasar Datah Manuah Palangka Raya
Baca juga: Kabar Baik untuk Warga Palangka Raya, Pasar Penyeimbang Berlanjut Tiap Sabtu, Cek Lokasinya
"Sebagian juga dari Bulog, artinya harga yang memang jauh di bawah harga pasaran atau harga HET," ujarnya.
Samsul berharap masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan pasar penyeimbang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau.
Pasar Penyeimbang dijadwalkan berlangsung setiap Sabtu dan Minggu sepanjang Juni 2026 mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB di kawasan Pasar Datah Manuah.