BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan angka pengangguran yang masih tergolong tinggi dan berada di atas rata-rata nasional.
Salah satu strategi yang akan dijalankan ialah menghadirkan Balai Latihan Kerja (BLK) serta program pelatihan tenaga kerja untuk penempatan ke luar negeri.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif, mengatakan persoalan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah daerah yang perlu ditangani melalui program peningkatan kompetensi masyarakat, khususnya generasi muda usia produktif.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan daya saing agar mampu terserap di dunia kerja.
"Angka pengangguran kita masih di atas rata-rata nasional. Ini tentu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, kami ingin memperkuat program-program yang bisa membuka akses kerja bagi masyarakat," ujar Saparudin kepada Bangkapos.com, Sabtu (13/6/2026).
Sebagai upaya konkret, Pemerintah Kota Pangkalpinang pada tahun ini menargetkan pembentukan Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan difungsikan sebagai pusat peningkatan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja lokal.
Selain menyiapkan BLK, Pemkot Pangkalpinang juga menjalin sinergi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) guna membuka peluang kerja ke luar negeri melalui pelatihan kompetensi.
Dalam program tersebut, sekitar 500 pemuda dan pemudi asal Pangkalpinang direncanakan akan mendapatkan pelatihan khusus sebelum diberangkatkan bekerja ke sejumlah negara tujuan sesuai kebutuhan tenaga kerja internasional.
"InsyaAllah tahun ini ada program pelatihan dari kementerian migran. Kurang lebih sekitar 500 anak muda Pangkalpinang akan kita siapkan dan latih untuk bekerja di luar negeri," katanya.
Saparudin mengungkapkan, program tersebut diperkirakan mulai berjalan pada September hingga Oktober 2026.
Dukungan terhadap program ini, kata dia, disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia saat melakukan kunjungan kerja ke Pangkalpinang beberapa waktu lalu.
Nantinya, peserta pelatihan akan dipilih berdasarkan kompetensi yang dimiliki agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global. Mereka yang memiliki latar belakang tertentu, seperti keperawatan maupun keterampilan teknis, akan diprioritaskan untuk mengikuti pembekalan.
"Kalau yang memiliki kemampuan di bidang kesehatan seperti perawat tentu akan diarahkan sesuai kompetensinya. Begitu juga yang punya keterampilan teknis, misalnya pengelasan atau bidang lainnya, akan dipersiapkan supaya siap bersaing dan diterima bekerja di luar negeri," jelasnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memperluas kesempatan kerja masyarakat, sekaligus membantu menekan tingkat pengangguran di Kota Pangkalpinang.
"Dengan penguatan pelatihan kerja dan akses peluang kerja internasional, Pemkot Pangkalpinang menargetkan semakin banyak tenaga kerja muda lokal yang terserap di sektor formal dan memiliki penghasilan lebih baik," kata Saparudin.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)