Istri Gendong Bayi Terobos Api, Kebakaran Kampung Jao Padang Nyaris Hanguskan Kontrakan Azam
Rahmadi June 13, 2026 02:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di Kampung Jao Dalam, Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Jumat (12/6/2026) sore, menyisakan kisah dramatis bagi para korban.

Lokasi kebaran berada sekitar 130 meter dari Hotel Rocky Padang atau sekitar 1 menit perjalanan.

Salah satunya dialami Azam, warga yang tinggal di sebuah kamar kontrakan bersama istri dan bayi mereka yang baru berusia enam bulan.

Kamar kontrakan tersebut berada hanya beberapa meter dari lokasi kebakaran yang menghanguskan puluhan bangunan di kawasan Kampung Jao Dalam, RT 002/RW 005, Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat.

Saat ditemui reporter TribunPadang.com, Fajar Alfaridho Herman sekira pukul 11.00 WIB di lokasi kejadian, Sabtu (13/6/2026), Azam masih tampak memeriksa kondisi kamar kontrakannya yang nyaris ikut dilalap si jago merah.

Ia mengaku sedang bekerja di Pasar Raya Padang ketika kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Kabar mengenai kebakaran itu ia terima dari tetangganya melalui sambungan telepon.

Baca juga: Sengketa Batas Wilayah Belum Selesai, Bupati Tanah Datar Temui Bupati Solok

"Saat kejadian itu saya sedang bekerja di pasar. Saya mendapat telepon dari orang sini kalau di dekat kamar ada kebakaran. Saya langsung lari pulang," kata Azam.

Setibanya di lokasi, api disebutnya sudah membesar dan menjalar ke sejumlah bangunan. Hal pertama yang ia lakukan adalah mencari keberadaan istri dan anaknya.

"Sampai di lokasi, saya langsung mencari anak dan istri saya. Untung saja mereka berhasil keluar lebih dulu," ujarnya.

Istri Gendong Bayi Keluar Lewat Jalur Dekat Api

Menurut Azam, berdasarkan cerita sang istri, saat kebakaran terjadi istrinya baru saja selesai memandikan anak mereka.

Teriakan warga yang menyebut terjadi kebakaran membuat istrinya panik dan berusaha menyelamatkan diri sambil menggendong bayi mereka yang saat itu belum sempat mengenakan pakaian.

"Kami mengontrak di kamar bagian belakang rumah ini. Pintu keluar kami lebih dekat ke rumah yang terbakar. Karena api sudah membesar, istri saya sempat mencoba keluar lewat pintu depan, tetapi ternyata terkunci," katanya.

Dalam kondisi panik, sang istri akhirnya mengambil keputusan berani dengan kembali menuju pintu belakang yang berada lebih dekat dengan titik kebakaran.

"Istri saya memberanikan diri keluar lewat pintu belakang sambil menggendong anak. Saat itu api memang belum terlalu dekat ke kamar kontrakan kami. Alhamdulillah mereka bisa menyelamatkan diri meski tidak sempat membawa barang apa pun," ujarnya.

Baca juga: Wali Kota Padang Jalani Agenda Padat Akhir Pekan, Dari Pendidikan hingga Gema Hijriah Minangkabau

Panjat Jendela Selamatkan Barang Berharga

Setelah memastikan istri dan anaknya selamat, Azam mencoba masuk kembali ke dalam kamar kontrakan untuk menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dibawa keluar.

Ia bahkan memanjat jendela samping kamar untuk masuk ke dalam bangunan.

"Tidak terlalu banyak yang bisa saya selamatkan. Hanya beberapa barang berharga dan pakaian. Api sudah cukup dekat dan angin saat itu cukup kencang, jadi saya hanya menyelamatkan barang yang sempat dijangkau," katanya.

Beruntung, petugas pemadam kebakaran datang dengan cepat sehingga api berhasil ditahan sebelum menjalar ke kamar kontrakannya.

"Alhamdulillah petugas cepat datang, jadi api belum sempat merambat ke kamar kami," ucapnya.

Baca juga: PETI Sumbar Rusak 10 Ribu Hektare Hutan, Walhi Laporkan Gubernur hingga Polda ke Pusat

Sejumlah Kerabat Kehilangan Seluruh Harta Benda

Meski kamar kontrakannya selamat, Azam mengaku sejumlah kerabatnya yang tinggal di bagian depan bangunan tidak seberuntung dirinya.

Beberapa saudaranya yang mengontrak di rumah yang hangus terbakar kehilangan seluruh harta benda karena tidak sempat menyelamatkan apa pun.

"Di rumah yang hangus itu ada beberapa saudara saya yang juga tinggal di sana. Barang-barang mereka habis semua. Tidak ada yang berhasil diselamatkan karena api cepat sekali membesar," katanya.

Pascakebakaran, Azam bersama keluarga dan sejumlah korban lainnya terpaksa mencari tempat tinggal sementara secara mandiri. Hingga kini mereka masih menunggu kepastian bantuan pascabencana.

"Untuk sekarang kami mencari alternatif tempat tinggal masing-masing dulu. Bantuan belum ada dan belum jelas. Data-data korban memang sudah dicatat pihak RT, jadi kami masih menunggu," tutupnya. 

Baca juga: Wali Kota Padang Jalani Agenda Padat Akhir Pekan, Dari Pendidikan hingga Gema Hijriah Minangkabau

34 Bangunan Hangus, 38 Orang Mengungsi

Musibah kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Kota Padang, Sumatra Barat, pada Jum'at (12/6/2026) sore. 

Api dengan cepat melumat puluhan bangunan yang berada di dalam area Pasar Raya Padang.

Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi menuturkan peristiwa mencekam ini tepatnya terjadi di kawasan Kampung Jao Dalam, RT 002 / RW 005, Kelurahan Kampung Jao Dalam, Kecamatan Padang Barat. 

Lokasi yang berada di pusat perbelanjaan membuat kepulan asap hitam langsung memicu kepanikan warga dan pedagang sekitar.

Lanjut Rinaldi berdasarkan data yang dihimpun, kobaran api dilaporkan pertama kali muncul sekitar pukul 16.32 WIB. Menyadari adanya bahaya besar, warga setempat langsung bergerak cepat menghubungi pihak pemadam kebakaran demi meminimalisir dampak yang lebih luas.

KEBAKARAN PADANG - Kebakaran di Kawasan Pasar Raya, Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang mendadak mencekam pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Api dengan cepat melumat puluhan bangunan yang berada di dalam area Pasar Raya Padang.
KEBAKARAN PADANG - Kebakaran di Kawasan Pasar Raya, Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang mendadak mencekam pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Api dengan cepat melumat puluhan bangunan yang berada di dalam area Pasar Raya Padang. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Baca juga: Syarat Daftar Sekolah, Warga Urus Dokumen Kependudukan di Padang Melonjak 700 Orang per Hari

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang bergerak responsif dengan langsung memberangkatkan armada satu menit setelah menerima laporan, yakni pukul 16.33 WIB.

Mengingat jarak yang cukup dekat dari Pos 6 Pasar Raya, petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 16.40 WIB.

Objek yang menjadi amukan si jago merah kali ini terbilang cukup luas dan padat. Diketahui, api membakar bangunan rumah tinggal, deretan rumah petak, hingga sebuah bangunan yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan suku cadang kendaraan roda dua.

Proses pemadaman di lapangan dihadapkan pada situasi yang cukup pelik dan menantang bagi para petugas. 

Pasalnya, akses jalan menuju titik api tergolong sempit, ditambah lagi dengan kondisi lokasi yang sangat ramai dipadati oleh masyarakat yang berkerumun melihat kejadian.

Baca juga: Kebakaran Kampung Jao Padang, Anik Pasrah Kontrakan Hangus, Ternyata Selamat dari Api

Guna menjinakkan amukan api yang terus membesar, Dinas Damkar Kota Padang tidak main-main dalam menerjunkan kekuatannya. 

“Sebanyak 10 unit armada mobil pemadam kebakaran dikerahkan secara bertahap ke lokasi kejadian guna menyuplai air secara nonstop,”terangnya secara tertulis.

Tidak hanya armada, kekuatan personel pun dikerahkan secara maksimal. Tercatat ada sekitar 100 orang petugas pemadam kebakaran yang bahu-membahu di lapangan guna memblokade pergerakan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Upaya keras para petugas yang diselimuti asap tebal akhirnya membuahkan hasil setelah berjuang lebih dari satu jam. Proses penanganan kebakaran di Kampung Jao Dalam tersebut dinyatakan selesai secara total pada pukul 17.49 WIB.

Akibat insiden mengerikan ini, sebanyak 2 unit rumah warga dan 32 pintu rumah petak (kontrakan) dilaporkan mengalami kerusakan yang sangat berat. 

Baca juga: Kebakaran Kampung Jao Padang, Rizko Dengar Ledakan dari Kos Putri, Hanya Baju yang Tersisa

Bangunan-bangunan tersebut nyaris rata dengan tanah setelah dilalap api yang berkobar hebat.

Selain bangunan tempat tinggal, dampak kerusakan juga menyasar pada infrastruktur usaha warga. 

Satu unit gudang tempat penyimpanan sparepart motor di kawasan tersebut dilaporkan turut mengalami kerusakan, meskipun dalam kategori rusak ringan.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Agha Bernarco (36), ia melihat kobaran api sudah dalam kondisi membesar dari salah satu arah rumah petak. 

Sentra api yang membesar dengan cepat itu langsung memicu kepanikan sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib.

Baca juga: PLN UP3 Solok Percepat Pasang Listrik RSIA Permata Bunda 555 kVA Demi Dukung Layanan Kesehatan

Hingga saat ini, penyebab pasti dari munculnya titik api di rumah petak tersebut masih belum bisa dipastikan. 

Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui pemicu utama kebakaran.

Meski menghanguskan puluhan tempat tinggal, pihak Damkar memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, sebanyak 38 jiwa terpaksa harus mengungsi karena kehilangan tempat tinggal mereka dalam sekejap.

Kerugian materil akibat kebakaran besar di kawasan Pasar Raya ini ditaksir mencapai Rp 1,2 Milyar. 

Kendati demikian, kesigapan petugas di lapangan berhasil menyelamatkan aset dan bangunan di sekitar lokasi dengan nilai estimasi mencapai Rp 2,5 Milyar.

Dalam melakukan evakuasi dan pemadaman, Damkar Padang tidak bekerja sendiri. Proses pengamanan di lokasi turut dibantu secara sinergis oleh personel POLRI, SATGAS, petugas PLN untuk memutus aliran listrik, relawan PMI, serta dibantu oleh warga sekitar.

6 Mobil Dikerahkan

Kebakaran melanda kawasan Pasar Raya Padang, tepatnya di Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat pada Jumat (12/6/2026) sore.

Peristiwa yang mengejutkan warga dan pedagang setempat tersebut terjadi di tengah kepadatan aktivitas menjelang akhir pekan. 

Berdasarkan pantauan reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di lokasi kejadian pada pukul 17.15 WIB, kobaran api terlihat membubung tinggi dan melahap beberapa bangunan di kawasan padat penduduk tersebut.

Asap hitam pekat berukuran besar tampak menggumpal ke udara, bahkan dapat terlihat dari jarak beberapa kilometer. 

Kondisi ini sempat memicu kepanikan luar biasa bagi warga sekitar dan para pedagang yang berada di area Pasar Raya.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Naik, Pedagang Lontong Sayur di Padang Pertahankan Harga Meski Untung Menipis

KEBAKARAN DI PADANG - Kebakaran melanda kawasan Pasar Raya Padang, tepatnya di Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat pada Jumat (12/6/2026) sore. Peristiwa yang mengejutkan warga dan pedagang setempat tersebut terjadi di tengah kepadatan aktivitas menjelang akhir pekan.
KEBAKARAN DI PADANG - Kebakaran melanda kawasan Pasar Raya Padang, tepatnya di Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat pada Jumat (12/6/2026) sore. Peristiwa yang mengejutkan warga dan pedagang setempat tersebut terjadi di tengah kepadatan aktivitas menjelang akhir pekan. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi. 

Setidaknya, enam unit armada mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP) guna menjinakkan si jago merah.

Namun, upaya petugas di lapangan tidak berjalan mulus begitu saja. Tim pemadam kebakaran menghadapi kendala aksesibilitas yang cukup sulit karena letak bangunan yang terbakar berada di kawasan yang padat.

Dari enam unit mobil damkar yang diterjunkan, hanya ada satu armada berukuran lebih kecil yang berhasil menerobos masuk ke dalam gang. 

Hal ini dikarenakan kondisi gang di sekitar lokasi kejadian tergolong sangat sempit dan dipadati warga.

Baca juga: Harga Emas di Padang Melejit Hari Ini, Satu Ameh Tembus Rp 6 Juta di Pasar Raya

Petugas damkar dibantu warga sekitar bahu-makhambu menyemprotkan air ke titik-titik api agar tidak semakin meluas ke bangunan lain.

Kondisi angin yang bertiup cukup kencang di sore hari menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. 

Mengenai penyebab pasti dari musibah kebakaran ini, pihak berwenang mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. 

Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan pemadaman total dan memastikan api tidak merembet ke pertokoan utama Pasar Raya.

Pihak kepolisian setempat juga sudah berada di lokasi untuk mengamankan jalur evakuasi dan mengatur lalu lintas di sekitar Kampung Jao yang sempat mengalami kemacetan parah akibat banyaknya warga yang berkerumun melihat kejadian tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.