Temui Mahasiswa, Bupati Bala: Saya Tidak Mau Berbohong Soal Tuntutan 60 Hari
Madrosid June 13, 2026 02:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menerima audiensi Aliansi Mahasiswa Senentang bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Jumat 12 Juni 2026 sore.

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kota Sintang untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan daerah.

Dalam audiensi itu, Bupati Sintang didampingi Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, Sekretaris Daerah Kartiyus, Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo, unsur Forkopimda, Ketua Komisi A DPRD Sintang Santosa, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang berfokus pada peningkatan kualitas pembangunan daerah.

Aspirasi tersebut meliputi pembukaan ruang dialog dan kolaborasi antara mahasiswa dengan pemerintah daerah, pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan hingga wilayah terpencil, evaluasi kebijakan zonasi penerimaan siswa baru, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemerataan tenaga kesehatan, serta peningkatan fasilitas pendidikan dan kesejahteraan guru.

Mahasiswa juga meminta adanya tindak lanjut konkret terhadap salah satu poin tuntutan dalam kurun waktu 60 hari ke depan.

Sebelum ditanggapi langsung oleh bupati, sejumlah kepala OPD terlebih dahulu memberikan penjelasan sesuai bidang masing-masing terkait program dan kebijakan yang telah berjalan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang dinilainya mampu menyampaikan pendapat secara santun, tertib, dan mengedepankan intelektualitas.

"Saya bangga dengan kampus-kampus yang ada di Sintang. Kalian tidak mengangkat tangan, tidak membakar ban, bahkan tidak satu batang korek api pun dinyalakan. Itu luar biasa. Hari ini kalian hadir dan menyampaikan aspirasi dengan sangat terhormat," ujar Bala.

Baca juga: Kapolres Sintang Pimpin Upacara Purna Bhakti sebagai Bentuk Penghargaan atas Pengabdian Personel

Menurutnya, sikap yang ditunjukkan mahasiswa mencerminkan kualitas pendidikan tinggi yang baik di Kabupaten Sintang.

Ia mengaku tidak ragu mempromosikan perguruan tinggi yang ada di Sintang saat bertemu berbagai pihak, termasuk investor maupun perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.

"Saya tidak malu mempromosikan kampus tempat kalian kuliah ketika bertemu pihak luar maupun perusahaan. Kalian layak mendapatkan kesempatan dan ruang yang lebih baik ke depan," katanya.

Meski demikian, Bala menegaskan pemerintah daerah tidak ingin memberikan janji yang sulit direalisasikan hanya untuk memenuhi ekspektasi dalam waktu singkat.

Menurutnya, berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa membutuhkan proses perencanaan, penganggaran, serta dukungan pendanaan yang memadai.

"Saya ingin jujur. Saya tidak mampu melaksanakan tuntutan mahasiswa dalam waktu 60 hari. Saya tidak mau berbohong hanya untuk menyenangkan mahasiswa dengan mengatakan bisa. Semua ini membutuhkan perencanaan dan penganggaran sehingga memerlukan proses," tegasnya.

Kondisi Fiskal

Bala menjelaskan kondisi fiskal Kabupaten Sintang saat ini masih menghadapi keterbatasan. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat guna memperjuangkan tambahan anggaran pembangunan.

"Sekarang kondisi fiskal daerah sangat terbatas. Karena itu kami terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Kami memperjuangkan pembiayaan pembangunan Sintang ke berbagai kementerian. Syukurnya sudah banyak bantuan anggaran dari pusat dan provinsi yang masuk untuk Sintang. Banyak sekolah dan jalan yang sedang maupun akan dikerjakan," jelasnya.

Di akhir pertemuan, Bala berharap hubungan antara pemerintah daerah dan mahasiswa tidak berhenti pada forum audiensi semata. Ia membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka agar mahasiswa dapat terus memberikan masukan bagi pembangunan daerah.

"Mahasiswa bisa sambil ngopi dengan kami. Kalau ada yang ingin disampaikan, datang dan temui saya. Tidak harus selalu dalam forum resmi. Komunikasi informal juga penting. Pemerintah Kabupaten Sintang membutuhkan dukungan mahasiswa untuk bersama-sama memajukan daerah ini," tutup Bala.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.