Heran Banyak TNI Jaga Demo di Jakarta, Mahasiswa Sebut Fungsi Tentara untuk Pertahanan
Yogi Putra Anggitatama June 13, 2026 03:42 PM

– Kehadiran sejumlah besar prajurit TNI dalam pengamanan aksi demonstrasi yang berlangsung di sekitar kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026) sore memicu sorotan dan keheranan dari kalangan mahasiswa.

Para peserta aksi mengaku sangat terkejut sekaligus khawatir lantaran mendapati jumlah personel TNI Angkatan Darat (AD) yang bersiaga di lapangan dinilai jauh lebih dominan diposisikan dibandingkan dengan personel kepolisian.

Salah seorang peserta aksi bernama Gifar (20) menyatakan bahwa mengacu pada aturan hukum yang ia ketahui termasuk dalam pembahasan RUU TNI, tugas pokok dan fungsi utama dari institusi TNI adalah untuk pertahanan negara, bukan penanganan keamanan sipil seperti mengawal jalannya unjuk rasa.

Kekhawatiran serupa turut diutarakan oleh Dugi (21), yang menilai pengerahan pasukan militer dalam jumlah besar ke lokasi demonstrasi berpotensi memunculkan persepsi negatif berupa bentuk intimidasi atau upaya menakut-nakuti masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum.

"Kalau kita lihat, bahkan dari RUU TNI sendiri setahu saya tidak ada tupoksi mereka itu menjaga demo. Mereka itu fungsinya pertahanan, bukan keamanan," ujar Gifar seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (13/6/2026).

Menanggapi riuh protes mahasiswa tersebut, Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas memberikan klarifikasi dengan menegaskan bahwa kehadiran para prajurit di lokasi unjuk rasa murni bersifat memberikan dukungan BKO atas dasar adanya permintaan resmi dari pihak kepolisian.

Brigjen Muhammad Nas memastikan bahwa prajurit TNI sama sekali tidak bersentuhan atau menangani massa pendemo secara langsung, melainkan hanya bersiaga memberikan bantuan taktis apabila eskalasi situasi di lapangan sudah tidak mampu lagi dikendalikan oleh polisi.

Ia menekankan komitmennya bahwa tanggung jawab utama serta komando penanganan jalannya aksi demonstrasi tersebut sepenuhnya tetap berada di bawah kendali penuh aparat kepolisian selaku garda terdepan.

"Penanganan demo adalah tanggung jawab kepolisian. Artinya, tetap polisi di depan," tegas Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas saat memberikan keterangan.

Sebagai informasi, agenda pergerakan unjuk rasa pada Jumat kemarin tidak hanya digerakkan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), melainkan juga diikuti oleh elemen mahasiswa dari berbagai kampus lain serta kelompok masyarakat umum.

Massa aksi membawa lima poin tuntutan krusial kepada pihak pemerintah, di antaranya mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga tuntutan penurunan harga BBM, sebelum akhirnya massa membubarkan diri secara mandiri pada malam hari meski situasi sempat memanas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.