Rekomendasi Spot untuk Menyaksikan Sunrise, Sunset, dan Golden Hour di Pangandaran
Muhamad Syarif Abdussalam June 13, 2026 02:44 PM

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Sudut pandang ketinggian kini menjadi opsi memikat bagi para pelancong untuk meresapi keindahan pesisir selatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Keelokan cakrawala yang berganti rona saat petang tiba menyajikan pemandangan matahari terbenam yang memikat daya tarik para pengunjung.

Area di sekitar Pos 1 Pantai Barat Pangandaran menyediakan dua akomodasi yang representatif untuk menangkap momen tersebut, yakni Grand Palma Pangandaran By Horison serta Horison Palma Pangandaran.

Kedua penginapan ini memfasilitasi area atap terbuka yang representatif untuk mengamati laut lepas secara leluasa. Melalui tempat tinggi tersebut, pelancong disuguhkan batas cakrawala yang membentang luas di sepanjang pantai selatan.

Kondisi langit yang bersih menjadikan momen pergantian siang menuju malam sebagai waktu yang paling ditunggu. Sang surya yang turun perlahan ke batas barat memancarkan kilau jingga di atas air laut, sehingga menghadirkan atmosfer yang syahdu sekaligus memesona.

Bukan sekadar senja, suasana pagi hari pun menawarkan impresi yang tidak kalah menawan. Sinar fajar yang terbit dari batas timur mulai menghangatkan area pantai dan menyajikan pemandangan yang sangat estetis untuk didokumentasikan.

"Kalau dilihat dari atas, pemandangan sore hari pasti akan bagus sekali," ujar Kusnadi, seorang penggiat pariwisata kepada Tribun Jabar di Pangandaran, Sabtu (13/6/2026).

Di samping menikmati momen terbit dan terbenamnya matahari, para pelancong dapat memanfaatkan titik tersebut sebagai latar belakang berswafoto dengan pemandangan lautan dan garis pantai yang luas.

Melalui ketinggian ini, bermacam-macam dinamika lokal dapat tertangkap mata, mulai dari rutinitas warga lokal yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan, kesibukan jaring tarik, perahu yang bersiap berangkat, hingga geliat pusat wisata yang tetap dinamis menjelang malam.

Bahkan dari kejauhan, pelancong dapat mengamati area pasir putih sekaligus sisa lambung kapal Viking yang kandas di sekitar Pantai Pasir Putih kawasan cagar alam Pangandaran, sebuah objek yang selama ini kerap mencuri perhatian publik.

Selain itu, bentangan hijau Taman Wisata Alam (TWA) serta cagar alam Pangandaran ikut memperkaya pengalaman visual para turis. Pada momen-momen tertentu, pengunjung bahkan bisa mengamati pergerakan satwa liar yang menghuni area konservasi tersebut.

Melalui perpaduan panorama perairan, kesibukan bahari, serta pesona fajar dan senja, fasilitas atap terbuka di kawasan Pantai Barat ini menjadi alternatif destinasi yang menjanjikan bagi para wisatawan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.