Terkuak Keberadaan Bupati PALI Asgianto, Sempat Dituding Menghilang Usai Wabup Iwan Tuaji Ditangkap
Odi Aria June 13, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM, PALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyebut Bupati PALI Asgianto, ST menghilang atau meninggalkan daerah pasca penjemputan paksa Wakil Bupati PALI Iwan Tuaji, SH oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan.

Melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PALI, Dr Aryansyah, ST, MT, Pemkab PALI menegaskan bahwa Bupati Asgianto tidak menghindar dari situasi yang tengah berkembang di daerahnya.

Menurut Aryansyah, Bupati Asgianto saat ini tengah berada di Jakarta untuk menjalankan agenda strategis yang bertujuan mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi Kabupaten PALI.

“Bupati tidak menghilang. Beliau sedang bergerak untuk mencari dan membuka sumber-sumber PAD baru bagi Kabupaten PALI,” tegas Aryansyah, Sabtu (13/6/2026).

Aryansyah menjelaskan, salah satu program yang tengah diperjuangkan Bupati Asgianto adalah pengelolaan sumur minyak idle well atau sumur minyak tidak aktif yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten PALI.

Program tersebut dinilai memiliki prospek ekonomi yang besar dan berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.

Menurutnya, sebagian sumur telah memasuki tahap pembahasan dan kesepakatan awal, sementara sejumlah sumur lainnya masih menjalani proses verifikasi serta kajian teknis.

Jika seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai rencana, potensi PAD yang dihasilkan diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun.

Selain meningkatkan penerimaan daerah, pengelolaan sumur idle well juga diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru, mendorong tumbuhnya sektor usaha pendukung, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, kami tetap fokus bekerja dan memastikan program-program pembangunan berjalan. Prioritas kami adalah memberikan hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat PALI,” ujar Aryansyah.

Ia mengungkapkan, Pemkab PALI bersama PT Pali Anugerah Sejahtera (Perseroda) saat ini tengah melakukan pembukaan data dan penyusunan skema kerja sama terkait pengelolaan sumur-sumur minyak tersebut.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh tahapan administrasi dan teknis dapat segera dirampungkan agar program itu mulai direalisasikan sebelum akhir tahun 2026.

Aryansyah juga menjelaskan bahwa agenda Bupati Asgianto di Jakarta diwujudkan melalui audiensi antara Pemkab PALI, PT Pali Anugerah Sejahtera (Perseroda), dan jajaran manajemen PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan percepatan pengelolaan sumur minyak idle well yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Pemerintah Kabupaten PALI terus berupaya mencari peluang-peluang baru yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Pengelolaan sumur idle well ini bukan hanya soal menambah PAD, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi Kabupaten PALI,” kata Aryansyah menirukan pernyataan Bupati Asgianto.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Asgianto didampingi Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Pasha, Kadis Lingkungan Hidup PALI Aryansyah, Kabag Ekonomi PALI Rayendra Abadi, serta jajaran komisaris dan direksi PT Pali Anugerah Sejahtera.

Pemkab PALI berharap seluruh proses yang tengah berjalan dapat segera tuntas sehingga pengelolaan sumur idle well dapat direalisasikan dan menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah dalam waktu dekat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.