Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu
TRIBUNMADURA.COM, BONDOWOSO - Kebakaran hebat menghanguskan sebagian rumah milik pasangan Heri Erna dan Turyani di Desa Mangli, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026) malam.
Peristiwa yang diduga dipicu lilin saat terjadi pemadaman listrik itu menyebabkan ruang tamu, dapur, dan kamar rumah ludes terbakar bersama sejumlah barang elektronik serta furnitur.
Kebakaran rumah di Bondowoso tersebut pertama kali diketahui warga setelah melihat kepulan asap dari bangunan yang saat itu dalam kondisi kosong.
Warga kemudian bergotong royong memadamkan api menggunakan air dari sumur sekitar sebelum petugas Damkar tiba di lokasi untuk melakukan pendinginan.
Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp50 juta.
Menurut Kabid Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, dugaan sementara kebakaran terjadi karena penghuni rumah menyalakan lilin yang diletakkan di atas sound system.
Langkah itu dilakukan, karena saat itu sedang terjadi pemadaman listrik, sementara menantu pemilik rumah harus segera berangkat kerja.
Ketika rumah dalam kondisi kosong, lilin tersebut diduga meleleh dan apinya mengenai speaker (salon), hingga akhirnya merembet ke sofa.
Baca juga: Tangisan Suami Saksikan sang Istri Tewas dalam Kebakaran Ruko Sepeda di Surabaya
"Dilaporkannya tadi pukul 20.00 WIB. Tadi warga langsung gotong royong melakukan pemadaman," ujar Tedy.
Warga sekitar memanfaatkan air dari tiga sumur di dekat lokasi untuk memadamkan api secara swadaya. Hingga personel Damkar yang tiba di lokasi melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam.
Barang-barang yang hangus terbakar di antaranya sound system, dua sofa, televisi, dua lemari, ponsel, hingga meteran listrik.
Menurut Syaiful Bari, tetangga korban, kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap dari bagian depan rumah.
Baca juga: Kisah Haru di Balik Tragedi Kebakaran Rumah di Surabaya, Azzam Evakuasi Nenek hingga Terjebak Api
Mengetahui hal itu, mereka langsung memanggil warga lainnya melalui pengeras suara (TOA) untuk bergotong-royong memadamkan api.
"Menghidupkan lilin karena di sini sedang padam listrik," katanya.
Syaiful menerangkan, pemilik rumah sebenarnya sedang bepergian ke Banyuwangi. Rumah tersebut hanya ada menantunya yang kebetulan saat kejadian juga sedang keluar untuk bekerja.
"Jadi rumah ini memang sedang kosong tadi," jelasnya.
Pascakejadian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Damkar, TNI, Polri, serta pemerintah desa dan kecamatan langsung menyerahkan bantuan darurat kepada korban.
Baca juga: Kebakaran di Puskesmas Tiron Kediri Diduga Dipicu Korsleting Listrik Apotek, Kerugian Capai Rp1 M
Kabid Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, menyebutkan, ada sekitar 18 item bantuan yang diberikan. Di antaranya paket sembako, sandang pria dan wanita, kompor, lauk pauk, hingga kasur.
Sementara untuk perbaikan rumah, Tugas menyatakan, pihak BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (Perkim dan Ciptaru).
Sebab, BPBD hanya bisa memfasilitasi bantuan material untuk kategori rusak ringan dan sedang.
"Kalau rusak berat nanti kita koordinasikan dengan Perkim. Besok insyaallah Dinas Perkim dan Ciptaru akan meninjau ke sini," pungkasnya.