Ditodong Pistol Usai Pulang Kerja, Karyawati di Palembang Ceritakan Detik-detik Motornya Dibegal
tarso romli June 13, 2026 05:47 PM

Baca juga: Sempat Terjadi Kejar-kejaran di Perkampungan, Pelaku Begal di OKU Keok Ditembak Polisi


SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Aksi begal bersenjata api kembali meneror pengendara malam di Kota Palembang. Kali ini, seorang karyawati kedai sate bernama Yuniarti Ardilah (23) menjadi korban keganasan dua kawanan begal saat melintas di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kemuning, Palembang.

Peristiwa mencekam tersebut menimpa korban pada Kamis (11/6/2026) dini hari sekira pukul 04.00 WIB, tepat di kawasan seberang Rumah Makan (RM) Pagi Sore.

Akibat insiden ini, sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi BG 2803 ADX warna coklat milik korban raib digondol pelaku.

Kasus ini pun telah dilaporkan ke mapolsek setempat.

Saat ditemui di lokasi kejadian, Yuniarti, warga Jalan Lebak Rejo, Lorong Bahagia, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, menceritakan secara detail detik-detik menegangkan saat dirinya diancam menggunakan senjata yang diduga kuat merupakan sepucuk pistol.

"Waktu itu saya baru saja selesai bekerja di kedai sate taichan dan sedang perjalanan pulang ke arah Simpang Angkatan 66. Selama ini saya pulang jam 3 subuh selalu aman-aman saja. Tapi malam itu, tiba-tiba ada satu motor yang langsung mepet dari samping," ujar Yuni dengan suara lemah kepada Sripoku.com, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Yuni, kedua pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha N-Max.

Salah satu pelaku yang berada di posisi depan (pengemudi) langsung mengeluarkan senjata api dan mengarahkannya tepat ke tubuh korban untuk melumpuhkan nyalinya.

"Pelaku yang bawa motor itu langsung nodongkan pistol sambil mengancam, 'Matikan motornya, kalau tidak, kutembak kau!'. Karena ketakutan, saya terpaksa berhenti. Belum sempat saya berbuat apa-apa, pelaku itu langsung mematikan kontak motor saya secara paksa. Kebetulan motor saya sudah sistem keyless," jelasnya.

Begitu korban turun dari kendaraan dengan tubuh gemetar, pelaku yang dibonceng langsung turun dan mengambil alih kemudi motor Scoopy milik korban.

Menariknya, karena sistem pengamanan keyless yang cukup ketat, pelaku sempat panik dan kesulitan untuk menyalakan mesin motor curian tersebut di tempat kejadian perkara (TKP).

Guna menghindari perhatian warga yang melintas, pelaku akhirnya memilih untuk mendorong motor tersebut sembari dikawal oleh rekannya dari belakang.

"Mereka kabur membawa motor saya dengan cara berpencar saat tiba di persimpangan jalan. Pelaku yang membawa motor saya lurus ke arah jalan utama, sedangkan pelaku yang membawa N-Max belok masuk ke jalan sebelah kiri," tuturnya.

Pasca-kejadian traumatis tersebut, Yuni mengaku masih didera rasa takut yang mendalam jika harus berkendara sendirian pada malam atau dini hari.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kini ia selalu meminta sang adik untuk menjemputnya setiap kali pulang kerja.

"Jujur saya masih sedikit trauma, mas. Apalagi waktu kejadian itu ada pistol yang ditodongkan ke saya," pungkasnya.

Pihak kepolisian dari Polsek Kemuning kini tengah melakukan penyelidikan mendalam guna memburu kedua pelaku berdasarkan ciri-ciri yang dikantongi dari keterangan korban.

Baca juga: Begal Bersenpi Dibekuk Polisi di Lokalisasi Teratai Putih Palembang, Korbannya Driver Ojol

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.