Empat ASN Pamer Gaji Beli Emas, Iphone Sampai Mobil Kini Minta Maaf dan Bakal Dipanggil Sekda Jambi
Angel aginta sembiring June 13, 2026 05:09 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Viral empat ASN pamer gaji ke-13 beli emas, iPhone hingga DP mobil kini dipanggil Sekda Jambi.

Adapun empat ASN di Pemkot Jambi tengah viral di media sosial.

Hal itu karena empat ASN itu pamer gaji ke-13.

Dalam video yang beredar, 4 ASN bergantian menyebutkan rencana penggunaan gaji ke-13 yang baru mereka terima.

Mereka menjawab pertanyaan terkait pemanfaatan gaji ke-13 dengan menyebut berbagai kebutuhan dan barang bernilai tinggi.

"Gaji 13 cair untuk apa?" ujar seorang ASN dalam video tersebut.

Pertanyaan itu mendapat jawaban ASN lainnya. 

Baca juga: Pemicu Warga Aniaya Kepala Dusun Sampai Tewas Karena Dendam Sering Dimarahi Korban

Jawaban yang muncul pun beragam, mulai dari membeli emas Antam, mendaftar haji furoda, membayar uang muka mobil, hingga membeli iPhone 17 Pro Max. 

Pada akhir video, para ASN itu melempar pertanyaan balik kepada penonton dengan kalimat, "Kalau kamu untuk apa?"

Konten tersebut menuai beragam respons dari warganet.

Di akun X@blaugrana1O, konten di atas sudah ditonton lebih dari 700 ribu kali.

Warganet ikut meramaikan dengan berbagai komentarnya.

Ada yang pro menganggap konten tidak perlu dipermasalahkan karena bersumber dari hasil kerjanya.

Di sisi lain, ada warganet kontra karena menganggapnya tidak pantas melanggar etika.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Jambi akan menelusuri video tersebut

Sekretaris Daerah Kota Jambi, A Ridwan, mengatakan akan memanggil ASN yang diduga terlibat.

Baca juga: Sempat Viral, Polisi Tangkap Maling yang Curi Hiasan Pagar Berbahan Kuningan di Rumah Warga

Pemanggilan itu untuk meminta klarifikasi sekaligus memberikan pembinaan.

Menurut Ridwan, gaji ke-13 diberikan pemerintah untuk membantu kebutuhan pegawai, terutama terkait biaya pendidikan anak dan kebutuhan keluarga, bukan untuk dipamerkan di ruang publik.

"Sebenarnya mereka tidak harus seperti itu, karena gaji ke-13 itu juga tidak besar. Gaji itu untuk membantu beban pegawai yang menyekolahkan anak dan kebutuhan sosial lainnya,” kata Ridwan, Kamis (11/6/2026).

Ridwan mengaku tidak menyetujui konten yang menampilkan gaji ke-13 secara berlebihan di media sosial. 

Tindakan tersebut, kata Ridwan, berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Karena itu, 4 ASN yang diduga muncul dalam video tersebut akan dipanggil untuk diberikan penjelasan dan pembinaan lebih lanjut.

“Saya akan memanggil mereka. Saya tidak senang dengan konten seperti itu. Gaji bukan untuk hura-hura atau hal-hal semacam itu,” tegasnya.

Baca juga: MISTERI Kematian 2 Perempuan di Banyumas, Ternyata Dibunuh Cucu Salah Satu Korban

Kini Minta Maaf, Jelaskan Maksud Kontennya

Empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kota Jambi yang viral lantaran buat konten pamer gaji ke-13, akhirnya minta maaf.

Seorang ASN berinisial N yang bertindak sebagai pembuat sekaligus pengunggah video viral tersebut, buka suara untuk meluruskan polemik yang terjadi.

N menjelaskan awalnya diproduksi murni hanya sebagai konten hiburan penyejuk suasana. 

Mereka sekadar berniat mengikuti tren parodi seputar pencairan gaji ke-13 yang saat itu sedang ramai diadopsi oleh para kreator konten di media sosial. 

Menurut penuturan N, proses pengambilan gambar dilakukan pada Senin (8/6/2026) siang di dalam kabin sebuah mobil. 

Saat itu, mereka berempat sedang dalam perjalanan untuk membeli makan siang melalui layanan lantatur (drive thru). 

N menggarisbawahi bahwa pada hari perekaman tersebut, dana anggaran gaji ke-13 untuk para ASN memang belum dicairkan oleh pemerintah.

"Video itu dibuat karena mengikuti tren parodi gaji ke-13 yang sedang viral," ujar N saat dikonfirmasi pada Jumat (12/6/2026).

Keesokan harinya, tepat pada Selasa (9/6/2026) sekira pukul 12.00 WIB, N mengunggah video itu ke akun media sosial pribadinya. 

Sebagai seorang kreator TikTok yang kerap membagikan konten bercanda dan liburan, N menyematkan judul asli bertajuk "VOP Flashing yang Dimimpikan ASN" dengan tujuan menghibur para pengikutnya.

N mengungkapkan bahwa substansi video tersebut sejatinya hanya memotret angan-angan fiktif para ASN jika kelak menerima tunjangan tersebut. 

Mereka secara sadar memahami bahwa nominal riil yang akan ditransfer ke rekening nantinya tidak akan pernah cukup untuk membiayai daftar keinginan (wishlist) mewah yang digambarkan secara berlebihan dalam video.

"Namanya juga angan-angan," ungkap N.

"Caption-nya saja wishlist si gaji imut," timpalnya lagi, merujuk pada kontrasnya kenyataan dengan parodi tersebut.

Namun, situasi menjadi tidak terkendali setelah banyak akun publik mengunggah ulang (repost) video tersebut. 

N sangat menyayangkan tindakan beberapa akun yang sengaja mengubah konteks awal, menghilangkan judul asli, hingga membubuhkan narasi provokatif yang menyudutkan profesi ASN. 

Bahkan, ada akun yang mencampuradukkan video parodi itu dengan dokumentasi liburan lama milik N, sehingga menggiring opini dan melahirkan persepsi keliru di mata publik.

N menegaskan bahwa kelompoknya sama sekali tidak memiliki tendensi negatif atau niat untuk merendahkan institusi maupun menyinggung pihak tertentu melalui karya video tersebut. 

"Tidak ada maksud untuk menyinggung siapa pun," katanya dengan raut penyesalan.

Kendati merasa menjadi korban pelintiran narasi oleh akun-akun gosip, N secara ksatria tetap menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada khalayak luas jika kreasi digital yang mereka buat justru memicu kegaduhan dan ketidaknyamanan. 

"Kami minta maaf jika konten kami kurang berkenan," ujarnya tulus.

*/tribun-medan.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.