Wanita di Ogan Ilir yang Hina Kurir Paket Ternyata Berstatus PPPK
taryono June 13, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Ogan Ilir - Wanita bernama Riyanti Ardila diduga menghina kurir paket bernama Bayu.

Baca juga: Aparat Polres Lampung Timur Ringkus Buronan Begal, 12 Tahun Kabur ke Malaysia

Dalam percakapan via WhatsApp dengan Bayu, Riyanti Ardila mengaku berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN), Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel).

Belakangan terungkap jika Riyanti Ardila berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Fakta ini diungkap oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ogan Ilir, Wilson Effendi.

"Bukan, bukan PNS. Yang bersangkutan (Riyanti) tercatat sebagai PPPK di Dinas Damkar," terang Wilson saat dihubungi TribunSumsel.com, Sabtu (13/6/2026).

Rencananya, BKPSDM Ogan Ilir akan meminta klarifikasi dari pimpinan instansi tempat Riyanti ditugaskan.

"Kami akan minta klarifikasi dari Kepala Dinas Damkar, sebab kami juga baru dapat informasi dari wartawan. Dan biar nanti Pak Kadin membinanya (Riyanti) dulu," ucap Wilson.

Sebagai informasi, baik PPPK maupun PNS sama-sama termasuk dalam Aparatur Sipil Negara (ASN).

Viral Maki Kurir

Sebelumnya, Riyanti dilaporkan memaki kurir paket di Indralaya hingga persoalan tersebut menyebar di medsos.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (10/6/2026) pagi itu berawal saat Riyanti menanyakan alamat kantor perusahaan jasa pengiriman barang, tempat kurir bekerja.

Namun, dalam percakapan via WhatsApp itu, terjadi selisih paham antara Riyanti dan kurir bernama Bayu.

"Kalau pintar, kamu tidak jadi kurir anj***," kata Riyanti dalam tangkapan video yang diterima wartawan.

Melalui pesan suara, Riyanti juga melontarkan kata-kata yang menyebut soal kemiskinan.

"Saya begini-begini PNS, ya. Kalau kurir, ya kurir aja, pola pikir miskin. Memang kamu pantas jadi kurir selamanya, miskin selamanya," ucap Riyanti.

Saat diminta konfirmasi, Riyanti mengakui adanya percakapan tersebut.

Ia menyebut ada oknum yang memviralkan percakapan antara dirinya dan kurir.

"Intinya persoalan kemarin karena saya merasa dipermainkan. Sementara saya tidak tahu sama sekali lokasi kurir itu," kata Riyanti melalui pesan WhatsApp.

Sementara, Bayu juga merespons terkait peristiwa yang dialaminya.

"Kalau kepala dinasnya lihat, mestinya malu ada oknum seperti itu (Riyanti) mencoreng nama instansi dia," kata Bayu dihubungi terpisah.

Sumber: TribunSumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.