SERAMBINEWS.COM - Gelaran Piala Dunia 2026 semakin terasa di Kota Solo, Jawa Tengah, menjelang kick-off turnamen tersebut.
Pada Rabu (10/6/2026) pagi, sejumlah warga, baik dewasa maupun anak-anak, tampak mengunjungi Museum Titik Nol Pasoepati yang berlokasi di Jalan Kolonel Sugiyono Nomor 37, Kampung Nayu Timur, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Selain masyarakat, Wali Kota Surakarta Respati Ardi turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Mereka terlihat berfoto di depan instalasi 48 bendera negara peserta Piala Dunia 2026 yang dipasang di depan museum sekitar pukul 08.00 WIB.
Penggagas instalasi 48 bendera itu adalah Mayor Haristanto, pendiri Museum Titik Nol Pasoepati sekaligus pendiri kelompok suporter Pasoepati. Respati pun mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai bentuk nyata antusiasme masyarakat Solo dalam menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia.
Kepada Tribun-Video.com, Respati menyebut euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa, banyak ajakan warga untuk mengadakan nonton bareng (nobar).
"Euforianya menarik, banyak ajakan dari warga untuk nobar dan di momen ini nanti akan kita siapkan tempat-tempat, space nobar," ujar Respati.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Surakarta berencana memfasilitasi kegiatan nonton bareng mulai babak semifinal hingga final. Selain menjadi ajang kebersamaan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
"Nanti kita akan sediakan dari pemerintah kota mulai dari semifinal hingga final. Titiknya di mana? Rahasia, supaya teman-teman UMKM tambah laris, ekonomi melesat," katanya.
Dalam kesempatan itu, Respati juga menegaskan bahwa dukungannya di Piala Dunia sepenuhnya diberikan kepada Timnas Indonesia dan berharap skuad Garuda suatu hari nanti mampu tampil di Piala Dunia.
"Tidak ada tim spesial selain Timnas Indonesia. Kita berdoa bersama Timnas kita nanti akan masuk Piala Dunia, itu doa setiap warga kita," ucapnya.
Selain membahas euforia Piala Dunia, Respati turut menyampaikan komitmennya membangun fondasi sepak bola di Kota Solo melalui penguatan Liga Amatir dan pembinaan usia dini.
"Saya akan membuat Liga Amatir untuk memastikan warga kita yang jago, yang berbakat, mendapatkan tempat yang baik dan tentunya kita bisa mendapatkan pemain yang berprestasi dari Solo," ujarnya.
Menurut Respati, lahirnya pesepak bola profesional harus diawali dari sistem pembinaan yang kuat sejak usia muda melalui kompetisi amatir.
"Tidak ada pemain profesional yang tidak lahir dari liga amatir, mau Messi, mau Ronaldo, Ronaldinho, semuanya berangkat dari liga amatir terlebih dahulu," tegasnya.
Ia berharap pembinaan yang berkesinambungan dapat melahirkan talenta-talenta baru dan membawa Timnas Indonesia menorehkan sejarah di panggung sepak bola dunia.
"Timnas U-17, merekalah yang kita doakan, merekalah yang akan lolos Piala Dunia. Indonesia cetak sejarah, Insya Allah kita berdoa semoga ke depan Timnas Indonesia masuk Piala Dunia," pungkas Respati. (*)