Kantor Kelurahan Digerebek Warga, Dua Lurah Diduga Pesta Miras dengan Dua Wanita Muda
Wawan Akuba June 13, 2026 06:47 PM

TRIBUNGORONTALO.COM – Temuan polisi di dalam Kantor Kelurahan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan setelah penggerebekan terhadap dua oknum lurah yang diduga berpesta minuman keras bersama dua wanita muda.

Saat melakukan penyisiran di lokasi kejadian, petugas menemukan adanya sebuah ruangan yang dilengkapi ranjang dan kasur di dalam kantor pemerintahan tersebut.

"Di dalam ruangan ada sebuah kamar yang dilengkapi dengan ranjang dan kasur," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau.

Penemuan itu terjadi setelah polisi mendatangi Kantor Kelurahan Poasia pada Jumat (12/6/2026) malam.

Baca juga: SIM Digital Bisa Simpan SIM A dan SIM C Sekaligus, Ini Cara Mengaktifkannya

Sebelumnya, lokasi tersebut lebih dulu digerebek warga yang mengaku geram dengan aktivitas dua pejabat lurah bersama dua wanita muda di dalam kantor.

Situasi sempat memanas. Warga mengepung area kantor kelurahan dan berusaha menghentikan dua pejabat tersebut ketika hendak meninggalkan lokasi.

Bahkan, keduanya sempat dikejar dan diarak oleh warga sebelum akhirnya diamankan petugas kepolisian.

Dua lurah yang diamankan masing-masing berinisial ZM, yang menjabat sebagai Lurah Poasia, serta RAK yang merupakan Lurah Talia.

Camat Abeli, Rahmat, membenarkan bahwa kedua bawahannya telah diamankan aparat kepolisian.

"Sudah di polres (markas kepolisian resort kota)," katanya kepada wartawan TribunnewsSultra.com saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Messenger, Sabtu (12/6/2026).

Selain dua lurah tersebut, polisi juga membawa dua wanita muda yang berada di lokasi saat penggerebekan berlangsung.

"Iya benar, Lurah Talia dan Lurah Poasia beserta dua wanita muda sudah kami amankan," jelas AKP Welliwanto.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Kantor Kelurahan Poasia tampak dalam kondisi gelap saat petugas tiba.

Bangunan bercat biru dan putih itu memiliki halaman yang cukup luas. Polisi kemudian membuka kantor yang sebelumnya tertutup rapat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

AKP Welliwanto menjelaskan, pihaknya bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

"Ada laporan warga sama tim Buser77 bersama Intelkam dan Intelmob (Intelijen Mobile) di salah satu kantor lurah di Kota Kendari," ujarnya.

"Dua lurah kami amankan karena laporan warga berduaan bersama dua perempuan juga di kantor kelurahan tersebut," lanjutnya.

Hingga kini, penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa tersebut, termasuk menelusuri identitas dua wanita yang turut diamankan bersama kedua oknum lurah.

Polisi juga menyelidiki informasi yang beredar mengenai dugaan bahwa kedua wanita tersebut diperkenalkan melalui aplikasi tertentu.

"Lagi kita dalami, informasinya melalui aplikasi hijau," kata AKP Welliwanto.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polresta Kendari untuk memastikan seluruh fakta dan dugaan yang berkembang di tengah masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.