Jawab Kritik Tiyo Ardianto Soal Korupsi MBG, Nanik Ngaku Tak Pernah Diajak Dadan : Sedih Deh Gua
Ardhi Sanjaya June 13, 2026 07:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menjawab tuduhan Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto yang menyebut dirinya terlibat dalam korupsi makan bergizi gratis (MBG).

Nanik mengaku selama menjadi Wakil Kepala BGN, ia tak pernah dilibatkan dalam rapat pengadaan barang.

Tiyo Ardianto berpendapat bahwa MBG menjadi ladang penyelewangan anggaran negara jika terget penerima manfaatnya tak diubah.

"Kalau ini untuk gizi, stunting angkanya 19 persen kenapa targetnya 100 persen ? Ini sebagai tanda bahwa sejak awal intensi MBG itu adalah maling berkedok gizi sehingga menurut saya penangkapannya pak Dadan bukan karena beliau maling saja tetap pesan presiden ke pak Dadan bahwa maling mu kurang canggih, maka diganti bu nanik yang mungkin cara malingnya akan lebih caggih," katanya.

Kritik tersebut menurut Tiyo, pernah ditanggapi langsung oleh Nanik di media sosial.

"Setelah pak Dadan ditangkap dan bu Nanik jadi Kepala BGN saya jadi tahu kenapa bu Nanik kok sejak itu pengen malingnya ketangkap, mungkin supaya beliau yang jadi kepala malingnya," kata Tiyo.

Ia berpendapat jika sistem program MBG di BGN tidak diubang, maka penyelewangan akan tetap ada.

"Kalau sistemnya tidak diubah, kalau penerima manfaat masih tidak tertarget maka MBG sampai kapanpun maling berkedok gizi yang berpindah hanya aktornya," katanya.

Sementara Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan bahwa selama menjadi wakil kepala ia tak pernah diajak rapat Dadan Hindayan Cs.

"Jadi kalau ada pengadaan-pengadaan, enak aja gua kaga ikut. pengadaan bulan juni, selain gak ikut gua ini, duh sedih deh gua. Gua gak pernah diajakin rapat," kata Nanik.

Bahkan bahan rapat pun Nanik mengaku tidak pernah mendapat.

Baca juga: HMI Kota Bogor Soroti Kenaikan BBM Pertamax hingga Korupsi BGN, Desak Pemerintah Tentukan Sikap

"Kalau mau RDPT aja saya tanya bahan. Dikasihnya besok, pagi mau RDPT nih bahan jadi ya gua baca di situ. Jadi gua gak tau yang disusun tuh apa. Di situlah saya kemudian apa sih yang terjadi," katanya.

Kewenangan sebagai Wakil Kepala Investigasi dan Komunikasi Publik pun Nanik mengaku dibatasi.

Baca juga: Wamendagri Bima Arya Bantah Terlibat Kasus Korupsi Program MBG, Selalu Bertemu BGN di Rapat Resmi

"Di situ kan dikavling, gua kan Wakil Kepala Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, tapi investigasi gua tuh dikavling lagi, cuma kalau ada kejadian KLB (kejadian luar biasa). Jadi bukan investigasi duit apa itu kaga. Jadi bagian gua tuh bagian di pinggiran banget. Jadi siapa yang berbuat gua yang jadi penyiram air," katanya.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.