TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sejumlah orang tua calon murid baru mengeluhkan laman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat tidak dapat diakses saat hasil Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 diumumkan, Sabtu (13/6/2026).
Gangguan terjadi tepat ketika hasil pemetaan dijadwalkan diumumkan pada pukul 13.00. Akibatnya, para orang tua kesulitan mengetahui hasil pemetaan sekolah tujuan anak mereka dan tidak dapat segera memberikan keputusan menerima atau menolak hasil pemetaan melalui sistem tersebut.
Salah seorang orang tua calon murid, Mujib Prayitno, mengaku telah mencoba mengakses laman SPMB sejak pukul 13.00 WIB. Namun hingga sekitar pukul 16.30 WIB, laman tersebut masih tidak bisa dibuka.
"Gak bisa, jam satu sampai sekarang dicoba gak bisa dibuka," ujar Mujib, Sabtu (13/6/2026).
Mujib yang mendaftarkan anaknya ke SMAN 29 Bandung mengaku dirinya belum mengetahui hasil pemetaan. Sebelumnya, posisi anaknya berada di peringkat tujuh dalam daftar sementara.
Baca juga: Web SPMB Jabar Down Saat Pengumuman Hasil PCMB 2026, Ini Pembelaan Kadisdik Jabar
"Belum tahu, kan anak itu terakhir itu urutan tujuh. Tapi belum ada pengumuman, terus katanya suruh mantau kan di aplikasi, nanti ada keluar tombol terima atau tidak," katanya.
Menurut Mujib, laman SPMB sempat terbuka sesaat. Namun yang muncul hanya tampilan permainan dinosaurus yang biasa muncul saat koneksi atau server mengalami gangguan.
"Ya nggak tahu sampai sekarang, website-nya juga nggak bisa dibuka. Tadi mah sempat bisa kebuka, cuma yang keluarnya dinosaurus lompat kaktus," ucapnya.
Mujib menilai, gangguan seperti ini seharusnya sudah bisa diantisipasi oleh penyelenggara. Salah satu solusi yang bisa diterapkan, kata dia, dengan membagi jadwal pengumuman berdasarkan jalur penerimaan agar tidak terjadi penumpukan akses secara bersamaan.
"Ini yang disayangkan. Seharusnya mah sudah dipersiapkan yang kayak gini itu. Misalnya pengumuman dibagi per jalur, jadi tidak dibuka semuanya sekaligus. Kalau digebrokin semua mah, nggak bisa kebuka-buka," katanya.
Mujib menjelaskan, anaknya kini memilih SMAN 29 Bandung setelah sebelumnya melakukan perubahan pilihan sekolah. Ia mengaku mempertimbangkan peluang diterima serta prospek sekolah yang berada di kawasan Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat tersebut.
Sebelumnya, ia sempat memasukkan sejumlah sekolah favorit dalam pilihannya. Namun setelah mempertimbangkan persaingan nilai rapor, ia memutuskan melakukan reset akun dan mengganti pilihan sekolah.
Sebagai orang tua, Mujib berharap pelaksanaan SPMB ke depan dapat berjalan lebih baik dan tidak kembali menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
"Intinya konsisten aja sih," katanya. (*)