Renungan Harian Kristen Yohanes 4:27-30, Beritakan Injil, Jadilah Berkat
Alpen Martinus June 14, 2026 11:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Satu di antara pesan Tuhan saat ia terangkat ke surga.

Pesan tersebut adalah amanat agung.

Murid dan pengikut Tuhan Yesus diminta untuk menginjil.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Lukas 24: 36-49, Jalan Panjang Pemuridan

Bacaan Alkitab diambil dalam Yohanes 4:27-30.

Ketika Yesus sedang berada di Sumur Yakub, di Sikhar, Samaria, dia bertemu seorang perempuan dan meminta minum.

Tetapi si perempuan Samaria itu protes.

Sebab sudah menjadi tradisi turun temurun bahwa orang Yahudi (Israel) dilarang bergaul dengan orang Samaria.

Apalagi meminta sesuatu.

Orang Yahudi memandang rendah orang samaria dan menganggap mereka najis.

Tetapi setelah mendengar perkataan Yesus, mengertilah dia tentang segala sesuatu. 

Sejak zaman pembuangan ke Asyur, keadaan Samaria memang sudah berubah.

Penduduk ibukota Israel Utara itu semua diangkut dan dibuang ke Asyur.

Kemudian orang-orang dari Asyur, Babel dll, dibawa masuk ke Samaria.

Sehingga orang Israel sudah tinggal sedikit, sementara orang asing sudah jauh lebih banyak.

Karena itu, terjadi kawin campur dan mereka meninggalkan Tuhan.

Mereka menyembah berhala, payong dan segala Baal bangsa asing.

Hidup mereka sudah tercemar oleh dosa dan meninggalkan Allah yang hidup.

Itulah sebabnya, bangsa Yahudi yang taat pada hukum Taurat, mereka tidak mau bergaul lagi dengan penduduk Samaria yang baru itu, hingga di zaman Kristus.

Orang Yahudi menganggap bahwa orang Samaria lebih rendah dan najis.

Apalagi perempuan. 

Tetapi, Yesus berpendapat lain.

Dia punya cara yang berbeda tentang manusia.

Mereka yang dipandang hina dan najis itu, justeru diangkat-Nya.

Maka Kristus menunjukkan siapa Dia kepada perempuan Samaria dengan mulai mengungkap siapa sebenarnya perempuan Samaria itu.

Dia kaget bahwa Yesus tahu tentang dirinya.

Bahkan tentang suaminya sudah yang kelima, Dia tahu. Maka terbukalah mata perempuan itu.

Dia ingat kisah tentang Mesias yakni Sang Kristus yang dijanjikan akan datang itu.

Dan sungguh sangat kaget ketika dia mendengar bahwa yang ada di hadapannya adalah Mesias, seperti yang  digambarkan dalam nubuatan para nabi. 

Ketika itupun dia tahu bahwa Dia itu sungguh adalah Mesias, Kristus Yesus, Putera Allah yang dijanjikan itu.

Rencananya semula hanya menimbah air dari sumur Yakub untuk tempayannya, batal.

Sebab dia sangat bahagia bertemu dengan Kristus yang sudah lama dia dengar nubuat tentang kedatangan-Nya, namun kini ada bersama dia.

Maka pergilah dia ke kota menjumpai saudara-saudaranya dan menyampaikan kabar tentang Yesus, yang disebut-Nya maha tahu karena mengetahui hal ikhwal tentang dirinya yang paling rahasia sekalipun.

Semua rahasia dirinya diketahui oleh Yesus, padahal mereka baru saja berjumpa.

Ia menyampaikan bahwa Yesus adalah Mesias, yakni Kristus yang dijanjikan itu.

Dia meyakinkan banyak orang untuk menjadi percaya dan datang kepada Yesus.

Mereka pergi ke luar kota menjumpai Yesus di sumur Yakub, dan mengikut Dia.

Demikian seorang perempuan lemah, hina dan berdosa, tapi dipakai Allah dalam kerja Penginjilan-Nya.

Sebab Allah berdaulat penuh memakai siapapun untuk melayani Dia.

Dan, semakin banyak jiwa yang diselamatkan.

Demikian firman Tuhan hari ini. 

Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan.

Tetapi tidak seorang pun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki?

Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?"

Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:

"Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"

Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. (ay 27-30)

Sudahkah kita mengerjakan dengan baik penugasan Kristus itu bagi kita?

Apa saja yang sudah kita lakukan, dan bagaimana hasilnya?

Tanyakanlah pada diri sendiri dan kerjakanlah itu dalam hidupmu.

Jangan kendorkan semangat, layailah Tuhan dan jangkaulah lebih banyak jiwa lagi supaya diselamatkan.

Jangan justeru jadi batu sandungan bagi orang lain.

Jangan karena kita orang meninggalkan Kristus. Kita akan menanggung akibatnya.

Ingatlah, Tuhan Yesus selalu menyertai, memampukan dan memberkati kita di setiap musim kehidupan kita. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.