TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Selama tiga hari, Kampus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Kaltim riuh oleh gemuruh dukungan penonton.
Gedung Serba Guna kampus yang berlokasi di Jalan M. Yamin, Jalan Suwandi Blok B, Samarinda Ulu ini menjadi saksi ketatnya persaingan dalam ajang Open Karate Tournament Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim 2026.
Turnamen yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (12-14/6/2026) tersebut diikuti oleh 27 kontingen dengan total 360 atlet.
Tercatat sebanyak 493 kelas tanding dipertandingkan, meliputi nomor Kata dan Kumite sesuai kategori yang telah ditetapkan.
Ketua Panitia Acara, Rohadi, mengungkapkan bahwa kejuaraan ini digelar sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan prestasi olahraga sekaligus wadah silaturahmi antaratlet dan pelatih se-Kalimantan Timur.
"Kami menyadari dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kami memohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan. Kepada seluruh karateka, tetap semangat, junjung tinggi kerja sama, hormati lawan, dan jaga nama baik kontingen masing-masing," ujar Rohadi saat dikonfirmasi pada Senin (15/6/2026).
Baca juga: Seno Aji Pimpin FORKI Kaltim, Bertekad Lahirkan Karateka Berprestasi di Ajang Internasional
Apresiasi tinggi juga datang dari Rektor IKIP PGRI Kaltim, Suriansyah. Ia mengaku sangat bangga karena ajang Piala Rektor ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan di lingkungan kampus mereka.
Pembukaan acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Kaltim Seno Aji beserta istri, Plt Kadispora Kaltim Rasman Rading, perwakilan KONI Kabupaten/Kota, jajaran Wakil Rektor, serta pengurus program studi.
"Terima kasih atas partisipasinya. Jadikan kejuaraan ini sebagai tolok ukur dalam mengevaluasi pembinaan olahraga karate di daerah masing-masing. Ini bukan sekadar memperebutkan medali atau piala, melainkan pembuktian atas hasil latihan keras, disiplin, dan dedikasi," kata Suriansyah.
Suriansyah menambahkan, selain untuk mengasah sportivitas, kegiatan ini juga sejalan dengan regulasi akademik terbaru.
"Sesuai Peraturan Menteri Nomor 53 Tahun 2025, kampus harus melakukan kegiatan yang berdampak positif, salah satunya melalui kejuaraan olahraga seperti ini," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua FORKI Kaltim yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur, Seno Aji, menilai turnamen terbuka ini sebagai langkah jitu di saat FORKI tengah gencar mencari bibit unggul atlet muda daerah.
"Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada IKIP PGRI yang sukses menggelar open tournament ini. Langkah ini krusial bagi masa depan anak-anak kita. Mengumpulkan lebih dari 300 peserta bukanlah hal yang mudah," tutur Seno Aji.
Baca juga: Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Atlet Karate, FORKI Balikpapan Tegas Copot Oknum Pelatih
Ke depan, FORKI Kaltim berkomitmen untuk terus mengawal dan membina para pemenang agar siap diterjunkan ke level kompetisi yang lebih tinggi.
Seno berharap lewat ajang ini lahir para jawara yang mampu mewakili Kalimantan Timur di kancah nasional.
Seno juga menyinggung iklim olahraga Kaltim yang saat ini sedang berbenah, di mana pengurus KONI yang baru tengah menyusun struktur organisasi yang lebih profesional untuk merangkul semua cabang olahraga (cabor). Terlebih, karate merupakan salah satu cabor prioritas di tingkat nasional.
"Terima kasih kepada atlet, juri, dan wasit yang terlibat. Tetap junjung tinggi sportivitas dan fair play. Buat para karateka, jaga stamina, jaga fisik, dan patuhi instruksi pelatih Anda," pungkas Seno. (*)