SRIPOKU.COM - Hilangnya mantan kiper Persis Solo dan Timnas Indonesia U-23, Nuri Agus Wibowo (24), yang meninggalkan rumah sejak Senin (8/6/2026) masih menjadi tanda tanya.
Hingga kini keberadaan Nuri masih misterius. Sejumlah petunjuk pun telah berhasil dikumpulkan keluarga.
Mulai dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di rumah, keterangan pengemudi ojek online (ojol), hingga informasi keberadaan Nuri di Magelang, Jawa Tengah.
Berikut jejak terakhir Nuri sebelum akhirnya hilang kontak dengan keluarga.
Kakak Nuri, Mbarep Wahyudi, mengatakan keluarga langsung memeriksa rekaman CCTV setelah mengetahui adiknya tidak berada di rumah.
Dari rekaman tersebut, Nuri terlihat meninggalkan rumah di Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, pada Senin pagi.
Saat itu, ia mengenakan hoodie hitam, celana pendek abu-abu, dan sandal.
"Saya cek kamera CCTV rumah dan melihat adiknya keluar dengan mengenakan Hoodie Hitam, celana pendek abu-abu, serta sendal, meninggalkan rumah," kata Mbarep, dikutip dari Tribun Solo, Minggu (14/6/2026).
Rekaman itu juga menunjukkan Nuri pergi menggunakan jasa ojek online yang sebelumnya telah dipesannya.
Berbekal petunjuk dari CCTV, keluarga kemudian berupaya mencari pengemudi ojol yang mengantar Nuri.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Mbarep berhasil menemukan dan meminta keterangan langsung kepada pengemudi tersebut.
Dari pengakuan pengemudi, Nuri diketahui diantar ke kawasan Purwosari, Kota Solo.
"Saya cari, ojol itu dan ketemu, dan sempat saya tanyakan ojol itu antar adik saya kemana, dan ojol itu bilang mengantar ke daerah Purwosari, Kota Solo," ujar Mbarep.
Dalam keterangan sebelumnya, keluarga menyebut Nuri turun di sekitar kawasan Stasiun Purwosari.
Setelah mengetahui lokasi tujuan awal Nuri, keluarga langsung melakukan pencarian di sejumlah tempat di sekitar Purwosari.
Mbarep mengaku mendatangi hotel, tempat nongkrong, hingga agen perjalanan untuk mencari petunjuk keberadaan adiknya.
Ia menduga Nuri pergi ke luar kota karena meninggalkan rumah tanpa membawa telepon seluler, tetapi membawa uang tunai sekitar Rp 10 juta.
"Saya cari di sekitar Purwosari, ke travel, ke hotel, ditempat-tempat nongkrong juga tidak ada, kemudian saya cari cek di Travel, karena saya feeling dia pergi ke luar kota, dia pergi tidak bawa hp dan bawa uang tunai Rp 10 juta," kata dia.
Namun, pencarian di Solo belum membuahkan hasil.
Petunjuk berikutnya muncul ketika keluarga memperoleh informasi bahwa Nuri sempat berada di sebuah pusat perbelanjaan di wilayah Magelang.
Menurut Mbarep, saat itu Nuri berada bersama seorang temannya.
Namun, keberadaan mantan kiper Persiku Kudus tersebut kembali tidak terlacak setelah berpisah dengan rekannya.
"Terakhir dituruni temannya di Mall Magelang, karena temannya juga mau terapi, dia minta ditinggal saja, nanti setelah selesai terapi dijemput lagi, eh, malah dia gak ada di sana," ungkap Mbarep.
Sejak saat itu, keluarga kehilangan jejak Nuri dan belum mengetahui keberadaannya hingga sekarang. Keluarga Masih Menunggu Informasi Hingga Minggu (14/6/2026), keluarga masih terus berupaya mencari keberadaan Nuri dengan bantuan rekan-rekan sesama pesepak bola dan masyarakat.
Mbarep berharap siapa pun yang melihat atau mengetahui keberadaan adiknya dapat segera menghubungi keluarga.
"Saya minta tolong kepada siapapun, apabila berpapasan untuk ditahan dulu, dan bisa menghubungi saya dan sampai saat masih nunggu bantuan teman-teman profesi bola kami," kata dia.
Sebelumnya, keluarga juga membantah kabar yang mengaitkan hilangnya Nuri dengan persoalan pinjaman online maupun masalah hukum.
Menurut keluarga, Nuri diduga mengalam depresi setelah mengalami cedera kaki akibat kecelakaan dan harus menepi dari aktivitas sepak bola selama beberapa bulan.