Ribuan Motor MBG Kini Teronggok di Gudang, Vendor Jadi Tersangka, Proyek Rp 1 T Berujuk Mangkrak
Candra Isriadhi June 15, 2026 03:10 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ribuan sepeda motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) hingga kini masih terparkir rapi di sebuah gudang di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Motor-motor tersebut sebelumnya disiapkan untuk mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, hingga pertengahan 2026, kendaraan itu belum juga beroperasi sebagaimana rencana awal.

Kondisi tersebut terjadi setelah pengadaan motor listrik tersebut terseret dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG yang saat ini tengah diusut oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

KORUPSI MBG - Kondisi lokasi penyimpanan motor listrik MBG di Kawasan Industri Sentul, Jalan Olympic Raya Kavling B6, Desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/6/2026). Di area terbuka seluas lebih dari satu hektare itu, tampak tiga deretan panjang motor listrik Emmo JVX GT berwarna biru-hitam tersusun rapi. Sebagian besar kendaraan jenis trail dan matik itu masih terlihat baru karena terbungkus plastik.
KORUPSI MBG - Kondisi lokasi penyimpanan motor listrik MBG di Kawasan Industri Sentul, Jalan Olympic Raya Kavling B6, Desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/6/2026). Di area terbuka seluas lebih dari satu hektare itu, tampak tiga deretan panjang motor listrik Emmo JVX GT berwarna biru-hitam tersusun rapi. Sebagian besar kendaraan jenis trail dan matik itu masih terlihat baru karena terbungkus plastik. (KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSAN)

Situasi itu pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai nasib ribuan motor listrik yang kini terbengkalai dan belum dimanfaatkan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, memberikan penjelasan.

Ia memastikan penyidik tidak akan menyita seluruh unit motor listrik yang saat ini berada di gudang.

Menurut Syarief, keberadaan ribuan kendaraan tersebut tidak seluruhnya dibutuhkan sebagai barang bukti dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi program MBG.

Baca juga: Sosok Mujazin Investor Dapur MBG yang Marah-marah di Kantor BGN, Mengaku Kena Tipu Rp 218 M

Fokus penyidik, kata dia, bukan pada fisik kendaraan, melainkan pada proses pengadaan yang diduga mengandung unsur tindak pidana korupsi.

"Tidak harus semua menjadi barang bukti. Apalagi ini merupakan pelayanan ya, kami tidak akan melakukan penyitaan terhadap seluruh barang bukti sepeda motor," kata Syarief dalam konferensi pers, Jumat (12/6/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyidik hanya memerlukan sejumlah barang bukti yang dapat menunjukkan dan menjelaskan rangkaian proses pengadaan kendaraan listrik tersebut.

Dengan demikian, tidak ada kebutuhan untuk menyita seluruh unit yang jumlahnya mencapai ribuan.

"Kami hanya membutuhkan jejak-jejak langkah pengadaan ini, sehingga tidak perlu semua motor itu akan dilakukan penyitaan," lanjut dia.

Pernyataan tersebut memberi kepastian bahwa ribuan motor listrik BGN yang kini masih tersimpan di gudang tidak serta-merta akan disita seluruhnya oleh penyidik.

Meski demikian, proses hukum terkait dugaan korupsi dalam pengadaan kendaraan untuk program MBG masih terus berjalan dan menjadi perhatian publik.

Dipastikan berkaitan korupsi MBG

KORUPSI MBG - Dadan Cs jadi tersangka, DPR desak Kejagung bongkar tuntas skandal korupsi MBG dan mark up pengadaan.
KORUPSI MBG - Dadan Cs jadi tersangka, DPR desak Kejagung bongkar tuntas skandal korupsi MBG dan mark up pengadaan. (Dok./(M RISYAL HIDAYAT))

Bersamaan dengan itu, Syarief memastikan motor-motor listrik tersebut memang menjadi bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.

Pernyataan itu sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai nasib ribuan motor listrik yang saat ini masih tersimpan di gudang, setelah proyek pengadaannya terseret perkara korupsi.

"Betul memang, motor itu seperti yang disebutkan tadi di salah satu gudang ya, di kawasan Jawa Barat ya, Sentul. Betul, itu salah satu tempat gudang motor yang sekarang ini berada," ujar Syarief.

Penyedia motor listrik jadi tersangka

Dalam pengembangan perkara, Kejagung telah menetapkan Komisaris PT YAT sekaligus pengendali perusahaan tersebut, Andri Mulyono (AM), sebagai tersangka.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan dan menemukan alat bukti yang dianggap cukup.

PT YAT merupakan perusahaan yang berperan sebagai penyedia sepeda motor listrik dalam proyek pengadaan untuk BGN.

"Bahwa setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Saudara AM sebagai saksi dan berdasarkan dua alat bukti yang cukup, maka tim penyidik menetapkan Saudara AM selaku Komisaris PT YAT sebagai tersangka dalam perkara penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola MBG pada BGN tahun 2025 sampai dengan tahun 2026, yang merupakan penyedia sepeda motor listrik," jelas Syarief.

Kejagung kini masih mendalami keterlibatan berbagai pihak dalam pengadaan kendaraan listrik tersebut, termasuk alur pengadaan dan penggunaan anggaran proyek.

Proyek Rp 1 triliun yang berujung mangkrak

Sebelumnya, ribuan motor listrik berwarna biru-hitam ditemukan terparkir di sebuah gudang kawasan industri di Sentul, Kabupaten Bogor.

Pantauan Kompas.com pada Senin (8/6/2026) menunjukkan kendaraan-kendaraan tersebut tersusun dalam deretan panjang di area terbuka yang ditutupi jaring terpal hitam.

Sebagian besar unit masih tampak baru dan belum pernah digunakan.

Plastik pelindung masih menempel pada sejumlah bagian bodi kendaraan.

Logo BGN juga masih terlihat terpasang pada motor-motor tersebut.

Motor listrik jenis Emmo JVX GT itu merupakan bagian dari proyek pengadaan sebanyak 21.801 unit kendaraan listrik untuk mendukung operasional program MBG.

Nilai proyek pengadaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 triliun.

Awalnya, kendaraan itu direncanakan menjadi sarana distribusi makanan bergizi ke berbagai daerah guna menunjang pelaksanaan program unggulan pemerintah tersebut.

Namun hingga kini, ribuan unit kendaraan masih tersimpan di gudang dan belum dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com/Nicholas Ryan Aditya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.