Pemkab Kulon Progo Gencarkan Sosialisasi Demi Cegah Aksi Kenakalan Remaja Selama Libur Sekolah
Muhammad Fatoni June 15, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo meningkatkan upaya preventif terjadinya aksi kenakalan remaja saat libur sekolah.

Pasalnya, aksi tersebut berpotensi terjadi selama masa liburan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun, menyampaikan bahwa pihaknya kini menggencarkan kegiatan sosialisasi dan pembinaan untuk para pelajar.

"Kegiatan itu kami lakukan sebagai upaya preventif menghadapi maraknya kasus kenakalan remaja yang terjadi di berbagai daerah," jelas Pratiwi melalui keterangannya pada Senin (15/06/2026).

Ia mengatakan sosialisasi dan pembinaan juga menjadi langkah perlindungan bagi para pelajar di Kulon Progo.

Tujuannya agar mereka tidak terjerumus pada perilaku yang dapat membahayakan diri-sendiri maupun orang lain.

Seperti pada Senin (15/6/2025) hari ini, Pratiwi mengatakan ada 4 sekolah yang menjadi sasaran kegiatan sosialisasi dan pembinaan.

Salah satunya adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Pengasih.

"Harapannya, para pelajar bisa semakin memahami dampak dan risiko dari kenakalan remaja sehingga dapat menghindarinya serta lebih fokus pada kegiatan yang positif dan produktif," ujarnya.

Baca juga: Dukung Wellness Tourism di Menoreh Kulon Progo, Infrastruktur Jalan Harus Dibenahi 

Pesan Bupati

Adapun kegiatan sosialisasi di SMKN 2 Pengasih dihadiri langsung oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan.

Ia hadir memimpin Upacara Bendera sekaligus memberikan nasihat untuk para pelajar.

Salah satunya agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh ajakan negatif hingga provokasi di media sosial.

Termasuk melakukan tindakan kekerasan yang tidak memberikan manfaat apapun seperti tawuran.

"Tawuran maupun berbagai bentuk kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah," kata Agung.

Ia mengatakan tindakan kekerasan justru akan merugikan sendiri hingga mencoreng nama baik keluarga dan sekolah.

Masa depan pelajar pun bisa terhambat karena aksi kekerasan yang dilakukan.

Agung pun mengajak para pelajar untuk bisa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Termasuk mengajak mereka agar selalu mengedepankan empati, kepedulian, dan solidaritas yang positif.

"Kami ingin anak-anak Kulon Progo tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak baik, peduli pada sesama, dan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan di sekitarnya," jelasnya.(*)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.