TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, meninjau lokasi kecelakaan maut di Jalan Lele sekaligus mengunjungi rumah duka korban, Senin (15/6/2026), menyusul ramainya sorotan publik terhadap kondisi ruas jalan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Fairid menyatakan pemerintah akan mengevaluasi sistem pelaporan masyarakat untuk kondisi-kondisi yang bersifat mendesak agar dapat ditangani lebih cepat.
Dari pantauan Tribunkalteng.com di lokasi, lubang jalan sebelumnya berada di titik kecelakaan telah ditambal menggunakan tanah. Ruas Jalan Lele di kawasan tersebut juga terlihat memiliki perbedaan lebar jalan.
Dari arah Jalan Tingang menuju Jalan Lele, badan jalan tampak lebih lebar. Namun sekitar 200 meter menjelang simpang Jalan Rajawali, ruas jalan kembali menyempit mengikuti kondisi jalan yang telah ada sebelumnya. Di sekitar titik kecelakaan, garis polisi juga masih tampak terpasang.
Keluhan warga terkait kondisi Jalan Lele sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar video yang menyoroti kondisi jalan pascakecelakaan terjadi pada Sabtu (13/6/2026) dan merenggut korban jiwa.
Usai dari lokasi, Fairid melanjutkan kunjungan ke rumah duka korban untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan tali asih sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril.
Menurut Fairid, kedatangannya merupakan bentuk perhatian kepada keluarga korban sekaligus untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
"Yang pertama saya mendapatkan informasi. Ya bentuk perhatian kita kepada warga dan juga orang tuanya. Jadi tadi saya selain cek lapangan, langsung berkunjung ke rumah duka untuk mengucapkan belasungkawa. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan selalu dan almarhumah husnul khatimah," ujarnya.
Fairid mengaku, turut berbincang dengan keluarga korban mengenai peristiwa yang terjadi. Namun menurutnya, seluruh kronologi kejadian telah tercatat dalam laporan yang ditangani pihak berwenang.
"Nah selanjutnya juga kita ngobrol lah. Ngobrol seperti apa kronologi dan lain hal. Itu kan sudah memang ada di laporan, sudah ada di Polda dan Polresta Palangka Raya," katanya.
Menurut Fairid, hal terpenting saat ini adalah memberikan dukungan kepada keluarga yang tengah berduka.
"Yang paling penting saya bilang adalah keluarganya sabar saja dan sudah menerima seperti apa. Saya hanya berkunjung bersilaturahmi saja, tidak ada hal lain," ucapnya.
Terkait kondisi jalan di lokasi kejadian, Fairid mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi bersama instansi terkait.
Selain itu, Pemkot Palangka Raya juga akan memperkuat sistem pelaporan masyarakat untuk kondisi-kondisi yang bersifat mendesak atau berpotensi membahayakan pengguna jalan.
"Yang paling penting adalah nanti dalam waktu dekat dinas instansi terkait memberikan kanal atau wadah yang lebih gampang lagi untuk warga mengadu. Ini yang sifatnya urgensi ya," jelasnya.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Jembatan Patah Sampit, Satu Orang Meninggal dan Korban Lainnya Kristis
Baca juga: Plastik Mamin Menumpuk di TPS Jalan Lele Palangka Raya, Volume Sampah naik selama Ramadan
Ia menyebut setelah kunjungan tersebut pemerintah akan segera menggelar rapat koordinasi dan evaluasi guna menyusun mekanisme pelaporan yang lebih cepat dan mudah diakses masyarakat.
"Nanti setelah ini kami langsung rapat koordinasi dulu dan evaluasi. Supaya lebih mudah masyarakat mengadu dalam hal-hal yang urgensi. Saya tidak ingin ada lagi kejadian seperti ini mengulang," katanya.
Meski demikian, Fairid mengingatkan bahwa musibah merupakan hal yang tidak diinginkan siapa pun.
"Tapi namanya musibah kita tidak ada yang tahu dan tidak ada yang mau. Kita doakan almarhumah saja," pungkasnya.