Pesan Menohok Tiyo Ketua BEM UGM untuk Prabowo usai Diteror Alat Pelacak: Makin Diteror Makin Gacor 
Rita Lismini June 15, 2026 03:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM 2025 sedang menjadi perhatian publik. 

Adapun Tiyo Ardianto mengungkapkan penemuan alat pelacak yang terpasang di mobilnya.

Usai menemukan alat pelacak terpasang di mobilnya, Tiyo Ardianto pun memberikan pesan untuk Prabowo.

Sebelumnya diceritakannya pada Sabtu (13/6/2026) Tiyo dibuat syok lantaran mendadak muncul notifikasi di ponselnyaa soal alat pelacak.

Awalnya Tiyo bingung dengan letak alat pelacak yang kabarnya terpasang di mobilnya.

Hingga akhirnya Tiyo menemukan ternyata alat pelacak bernama PBX Finder itu berada di bawah mobilnya.

Alat pelacak tersebut diletakkan di rangka bawah mobil Tiyo dekat ban serep yang terpasang.

"Teman-teman sekalian bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya.

Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan," ungkap Tiyo Ardianto di akun Instagram-nya.

Usai menemukan alat pelacak terpasang di mobilnya, Tiyo mengurai perasaannya.

Tiyo mengaku tak habis pikir dengan sosok yang menerornya tersebut.

Sosok Tiyo memang saat ini tengah viral lantaran vokal mengkritik pemerintahan.

"Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikan, yang menunjukkan betapa menjijikannya juga rezim yang hari ini sedang berkuasa.

Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa, dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya," pungkas Tiyo.

Tak gentar diteror dengan alat pelacak, Tiyo menitipkan pesan untuk Presiden Prabowo.

Bahwa ia akan semakin melawan meskipun diintimidasi dan diteror.

"Mari rekan-rekan kita pastikan bahwa semakin ditekan semakin melawan,

semakin diteror semakin gacor, semakin diintimidasi direpresi,

maka semakin cepat hari-hari revolusi. Terima kasih, pak Prabowo," kata Tiyo tegas.

Melalui unggahannya itu pula, Tiyo melayangkan doa.

Yakni agar ia senantiasa dijaga oleh Tuhan dari segala teror yang ia hadapi.

Sebab kata Tiyo, tujuannya kritis adalah karena mencintai negara ini dengan sepenuh hati.

"Sepulang dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting:

sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya.

Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu.

Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya.

Kita beri ia obat untuk penyakit-penyakitnya, tapi ia justru mencoba meracuni kita.

Semoga Allah menjaga hamba yang percaya pada penjagaan-Nya," pungkasnya.

Profil dan Biodata Lengkap Tiyo Ardianto

Terlepas dari itu, siapa Tiyo Ardianto lebih jauh?

Bagi publik yang penasaran mengenai latar belakangnya, banyak yang mencari tahu Tiyo Ardianto anak siapa.

Tiyo Ardianto lahir dan berasal dari keluarga sederhana di Kudus, Jawa Tengah.

Ia adalah anak dari pasangan ibu dan ayah yang sehari-harinya bekerja mencari nafkah sebagai masyarakat biasa di kampung halamannya. O

Orang tuanya murni dari kalangan rakyat biasa, bukan merupakan tokoh politik, pejabat pemerintahan, ataupun pengusaha konglomerat.

Tiyo merupakan mahasiswa angkatan 2021 yang berhasil menembus ketatnya persaingan masuk Universitas Gadjah Mada pada Agustus 2021 silam, lalu resmi menjabat sebagai Ketua BEM KM UGM sejak Januari 2025 setelah menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Slungkep, Pati pada 2024.

Saat ini ia dikenal luas sebagai salah satu tokoh penggerak mahasiswa yang aktif di dunia seni sebagai sutradara, aktor teater, hingga penyair.

Banyak juga yang bertanya-tanya Tiyo Ardianto jurusan apa di UGM, Tiyo tercatat sebagai mahasiswa aktif di program studi (prodi) Filsafat UGM.

Pilihan jurusannya ini sejalan dengan pemikiran kritis yang kerap ia suarakan dalam merespons berbagai kebijakan negara.

Hal menarik lainnya adalah terkait informasi Tiyo Ardianto SMA mana.

Tiyo ternyata bukan lulusan dari SMA negeri maupun SMA swasta pada umumnya.

Ia menempuh jalur pendidikan alternatif dan merupakan lulusan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah di Kudus, Jawa Tengah.

Tiyo berhasil masuk ke UGM dengan menggunakan ijazah Paket C.

Dalam beberapa unggahan di media sosialnya, Tiyo mengaku sempat memiliki pemikiran bahwa ijazah formal dan sekolah konvensional tidak menentukan jalan hidup seseorang.

Hal inilah yang membuatnya mantap memilih bersekolah di PKBM Omah Dongeng Marwah, hingga akhirnya melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menjadi sosok kritis yang kini gerak-geriknya mendapatkan respons dari sejumlah tokoh nasional.

Disemprot Eks Menpora
 
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault, meluapkan kemarahan besar terhadap mantan Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardianto.

Kemarahan tokoh senior ini dipicu oleh video kritik Tiyo yang dinilai sudah kelewatan karena menyamakan Presiden Prabowo Subianto dengan seekor kucing yang sakit jamuran.

Video tersebut kemudian ditonton langsung oleh Adhyaksa Dault.

Sebagai sosok yang pernah aktif di organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, ia merasa tindakan Tiyo melanggar etika.

"Astagfirullah. Lima tahun saya menteri, sebelumnya saya KNPI, sebelumnya HMI, sebelumnya saya seperti kamu sama saya Ketua Senat mahasiswa kamu ketua BEM kan, tapi saya belum pernah kasih statement, walaupun 10 tahun saya tidak suka dengan kebijakan Jokowi saya tidak pernah berkata kasar seperti kamu, dan saya belum pernah dengar berkata kasar seperti kamu terhadap kepala negara," katanya melansir dari Tribunstyle.com, Minggu (14/6/2026).

Adhyaksa Dault bahkan sampai memarahi Tiyo pada video tersebut karena merasa tindakan tersebut tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang pemimpin mahasiswa.

"Itu luar biasa kamu nauzubillah, kenapa kamu ngomong begitu, gak boleh kayak gitu yah," katanya.

Ia mengatakan selama ini tidak pernah menanggapi dan mengeluarkan statement apapun perihal kondisi pemerintahan ke publik.

"Hari ini saya baru ngomong karena saya kesal melihat kamu dan walaupun sebelah kamu tuh tertawa-tawa, saya gak suka dengan sikap kamu seperti itu," katanya.

Dia mengatakan awalnya menaruh simpati pada sosok Tiyo.

Pasalnya, Tiyo memang belakangan menjadi perbincangan hangat karena dinilai sebagai mahasiswa yang berani mengkritik tajam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia tercatat mengkritik program makan bergizi gratis (MBG), nilai tukar rupiah yang anjlok, hingga teranyar mengenai harga BBM yang membumbung tinggi.

"Kasihan kamu, pada mulanya saya simpati. Kritik pemerintah ok, kita meng-kita-kan jangan meng-kau-kan ok. Tapi ini sudah kelewatan kamu menghina kepala negara," kata Adhyaksa Dault.

Bahkan, Adhyaksa Dault mengumpamakan jika posisi tersebut dibalik, bagaimanakah perasaan keluarga Tiyo jika orang tua mereka dihina dengan cara yang sama.

"Coba kalau bapakmu digitukan sama orang sakit hati gak kamu ? sakit hati gak bapakmu ? Jangan, pak Prabowo tuh orang tua, senior, seumuran dengan bapak saya barangkali," katanya.

Adhyaksa Dault juga memastikan bahwa reaksi keras dan ucapannya ini murni dari dirinya sendiri tanpa ditunggangi kepentingan politik manapun.

"Dari suara hati saya sendiri," kata Adhyaksa Dault.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.