Isi 11+9 Tuntutan Mahasiswa Peserta Demo di Bundaran HI, Tolak Kenaikan BBM hingga Cabut UU Polri
Candra Isriadhi June 15, 2026 04:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sejumlah organisasi mahasiswa bersama elemen sipil dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Senin (15/6/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah dengan membawa total 20 tuntutan yang dirangkum dalam konsep "11+9 tuntutan".

Ribuan peserta dari berbagai organisasi dan aliansi mahasiswa disebut akan turun ke jalan untuk menyuarakan berbagai isu yang mereka nilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

DEMO - Mahasiswa berhadapan dengan polisi di Jalan Jenderal Sudirman, minta dibukakan jalan ke Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).
DEMO - Mahasiswa berhadapan dengan polisi di Jalan Jenderal Sudirman, minta dibukakan jalan ke Bundaran HI, Jumat (12/6/2026). (KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA)

Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN), Muhammad Rizaldy, mengatakan massa aksi akan terlebih dahulu berkumpul di satu titik sebelum melakukan long march menuju Bundaran HI.

Menurut rencana, rombongan massa akan bergerak menuju lokasi aksi sekitar pukul 14.00 WIB.

"Hari ini kawan-kawan yang tergabung dari berbagai organisasi dan aliansi akan menggelar aksi, kami berkumpul di satu titik kumpul, lalu akan long march menuju Bundaran HI," kata Rizaldy, Senin.

Aksi ini melibatkan berbagai organisasi mahasiswa lintas kampus dan wilayah yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (PERISAI).

Baca juga: Sosok Mujazin Investor Dapur MBG yang Marah-marah di Kantor BGN, Mengaku Kena Tipu Rp 218 M

Sejumlah organisasi yang terlibat antara lain Front Mahasiswa Nasional (FMN), GMNI Jakarta Selatan, KABMU Universitas Nasional (UNAS), KBM Universitas Terbuka (UT) Jakarta, Sentral Perjuangan Pemuda, hingga aliansi Cipayung Plus Jakarta Barat.

Selain itu, kader dan anggota GMNI dari sejumlah wilayah lainnya juga disebut akan ikut bergabung dalam aksi tersebut.

Berdasarkan rencana yang telah disusun, massa akan memulai pergerakan dari sisi selatan Bundaran HI atau kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Dengan melibatkan berbagai elemen mahasiswa dan organisasi masyarakat, aksi ini diperkirakan akan menjadi salah satu agenda unjuk rasa yang menyedot perhatian publik di kawasan pusat ibu kota pada hari ini.

Isi tuntutan 11+9

ZASKIA IKUT DEMO - Zaskia Adya Mecca ikut turun ke jalan, beri makan pendemo. ((Ist)/@zaskiaadyamecca)

Dalam aksi ini, massa membawa total 20 tuntutan yang terdiri dari 11 tuntutan mendesak dan 9 tuntutan umum.

Beberapa poin utama dalam 11 tuntutan mendesak meliputi:

  1. Penolakan kenaikan harga BBM dan bahan pokok
  2. Perbaikan nilai tukar rupiah
  3. Hentikan program MBG dan koperasi desa/kelurahan merah putih yang sarat KKN.
  4. Penolakan gelombang PHK
  5. Pencabutan UU Polri
  6. Penolakan pembangunan batalion teritorial TNI
  7. Perbaiki defisit APBN dan hentikan pemborosan anggaran pertahanan serta keamanan.
  8. Naikkan upah untuk kesejahteraan guru honorer secara layak.
  9. Tolak sekolah rakyat, alokasikan dana pendidikan sesuai amanat konstitusi
  10. Transparansi BPI Danantara
  11. Evaluasi dan pencopotan sejumlah menteri terkait stabilitas ekonomi

Sementara 9 tuntutan umum mencakup:

  1. Penolakan penggusuran dan perampasan tanah
  2. Penolakan proyek strategis nasional (PSN) yang dianggap merampas ruang hidup
  3. Mendukung penuh rakyat Papua dalam menentukan hak atas tanah dan nasibnya sendiri.
  4. Hentikan percepatan PTN-BH, kenaikan biaya pendidikan, dan jamin pendidikan yang ilmiah serta demokratis.
  5. Naikkan upah buruh berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL).
  6. Penolakan militerisasi dan kekerasan terhadap aktivis
  7. Penolakan kenaikan biaya pendidikan dan PTN-BH
  8. Desakan reformasi agraria dan penguatan industri nasional
  9. Pengamanan dan rekayasa lalu lintas.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyebut ada empat aksi yang digelar di sejumlah titik berbeda di Jakarta, termasuk Bundaran HI, Gedung DPR RI, dan Monas.

Sebanyak 5.955 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi.

“Kami mengimbau masyarakat menghindari kawasan sekitar unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas,” kata Erlyn.

Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional, sementara sejumlah ruas jalan seperti MH Thamrin, kawasan Monas, hingga sekitar DPR RI berpotensi mengalami kepadatan selama aksi berlangsung.

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.