TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Video seorang wanita diduga Tenaga Kerja Wanita ( TKW) asal Indonesia sedang dianiaya empat orang di Malaysia viral di media sosial.
Di video yang tersebar di berbagai platform medsos itu memperlihatkan kesadisan empat orang secara bergantian menyiksa TKW.
Dipukul, ditendang, ditampar, hingga dihajar, sang TKW yang mengenakan daster itu hanya bisa pasrah terduduk di sofa.
Usai video penganiayaan TKW itu viral, pihak kedutaan besar Indonesia akhirnya buka suara.
Koordinator Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Fery Iswandi mengurai sederet fakta dari kasus dugaan TKW dianiaya majikan di Malaysia.
Fakta pertama yang diurai Fery adalah terkait motif empat majikan menganiaya TKW tersebut.
Kejadian penganiayaan itu terjadi di wilayah Johor Baru, Malaysia.
Diungkap Fery, kasus penganiayaan nan keji itu telah ditangani kepolisian Malaysia.
"Itu di wilayah KJRI Johor, kami peroleh informasi bahwa sudah ada koordinasi Johor Baru dengan kepolisian di sana," pungkas Fery Iswandi dalam tayangan youtube tv one news, dilansir TribunnewsBogor.com pada Senin (15/6/2026).
Dari hasil penyelidikan kepolisian Malaysia, terkuak pengakuan sang majikan.
Bahwa alasannya tega menyiksa TKW dengan cara sadis itu karena gusar anaknya dipukul sang TKW.
Dituduh menganiaya anak majikan, TKW tersebut pun membantahnya.
Namun bukannya didengar, TKW tersebut malah disiksa secara bergantian oleh majikannya.
"Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian, katanya korban itu dituduh memukul dan mencubit anak majikan dan juga mengambil barang di rumah majikan. Hal ini dibantah oleh PMI kita bahwa pemukulan dan mencubit anak majikan itu tidak ada," ungkap Fery.
Setelah kejadian tersebut viral dan video tersebar, kepolisian Johor Baru segera bergerak.
Hingga akhirnya empat orang majikan yang aksinya menganiaya TKW Indonesia terekam video pun langsung ditangkap.
"Para pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian Johor Baru. Berdasarkan kepolisian bahwa memang ada kasus tersebut, mereka melakukan itu," kata Fery.
Diungkap kepolisian Johor Baru, terkuak hubungan empat orang yang menganiaya TKW tersebut.
Keempatnya ternyata masih ada hubungan satu keluarga.
"Mengenai PMI yang bekerja di rumah tersebut, terdapat empat pelaku dari hasil penyelidikan dan video investigasi kepolisian, empat pelaku itu masih sekeluarga," imbuh Fery.
Fakta ketiga yang diurai Fery adalah terkait waktu kejadian.
Video penganiayaan TKW tersebut viral baru-baru ini, ternyata kejadian yang sebenarnya terjadi sejak lama.
Namun kata Fery, ada dua informasi berbeda terkait waktu kejadian.
Kata polisi Johor Baru, penganiayaan terhadap TKW tersebut terjadi pada Juli 2025.
Tapi kata korban, kejadian itu terjadi pada Desember 2025.
"Informasi dari kepolisian setempat, kejadian tersebut terjadi pada Juli 2025. Namun informasi yang kami peroleh dari tiga warga negara tersebut, kejadian pada bulan Desember lalu (2025). Kami masih menunggu informasi update-nya," ungkap Fery.
Baca juga: Polisi Gagalkan Pengiriman TKW Ilegal ke Oman di Cileungsi Bogor, 2 Korban Berhasil Diselamatkan
Selanjutnya, Fery juga mengurai fakta lain yang tak kalah mengejutkan dari kasus tersebut.
Usut punya usut, ternyata pekerja migram Indonesia yang diduga dianiaya oleh majikan keji tersebut bukan cuma satu orang.
"Sebenarnya bukan satu orang WNI, PMI yang bekerja di rumah tersebut, namun tiga orang. Satu orang menjadi korban, dan satu orang lainnya merekam kejadian tersebut," pungkas Fery.
Dari hasil penyelidikan KBRI, sebelumnya pernah ada dua TKW yang juga dianiaya majikan yang sama.
"Kejadian lainnya itu ada yang menimpa dua WNI kita lainnya yang bekerja di rumah tersebut," imbuh Fery.
Atas kasus miris yang menimpa TKW tersebut, pihak KBRI bertindak cepat.
Pihak kedutaan akan membantu pengawalan atas kasus tersebut sehingga korban mendapatkan keadilan.
"Besok kita akan melakukan penjemputan kepada korban ini yang ada di video viral tersebut. Dan akan melakukan pendampingan kepada ketiga PMI kita dan juga memastikan hak-hak mereka dan perlindungan terhadap mereka terjamin," imbuh Fery.
"Kalau memang ada kejadian lainnya di samping kejadian di video viral, maka kami akan melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian," sambungnya.