TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komitmen Pemko Pekanbaru dalam menertibkan kabel jaringan FO, diharapkan banyak pihak terus berjalan.
Tidak hanya di kawasan Sail saja. Tapi di sejumlah ruas jalan Kota Pekanbaru juga, perlu diterbitkan. Apalagi ruas jalan yang sudah masuk prioritas, seperti Jalan Lobak, Jalan Delima, Jalan Ronggo Warsito dan lainnya.
Anggota DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan menilai, penataan kabel udara ini, harus dilakukan secara menyeluruh, dan tidak berhenti hanya di beberapa titik saja.
Karena titiknya banyak, legislator ini menyarankan Pemko, membentuk tim khusus di setiap kecamatan. Tujuannya, untuk mempercepat proses penertiban.
"Jangan sampai penertiban hanya berhenti di satu atau dua titik saja. Apalagi hanya formalitas. Masih banyak lokasi yang kondisinya semrawut dan perlu ditata," tegasnya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (14/6/2026).
Wakil rakyat ini menyebut, alasan keterbatasan SDM, tidak boleh menjadi hambatan dalam menjalankan program penataan kabel.
Karenanya, pembentukan tim di masing-masing kecamatan, sangat masuk akal, karena bisa menjadi solusi untuk memperluas jangkauan pengawasan dan penertiban.
"Ini juga untuk penertiban bisa berjalan lebih efektif dan merata," sebutnya.
Disinggung sudah ditetapkan titik-titik prioritas yang harus segera ditertibkan oleh Pemko, beberapa waktu lalu, Nurul menyampaikan, pengerjaannya harus segera dilaksanakan.
Baca juga: Tiga Pelaku Begal Meresahkan Dicokok Polisi, Begini Respon DPRD Pekanbaru
Baca juga: DPRD Kota Minta Penertiban Kabel FO Dilakukan di Seluruh Titik di Kota Pekanbaru
Dengan begitu, akan nampak perubahan nyata terhadap wajah kota, yang selama ini dipenuhi kabel udara yang tidak beraturan.
"Paling tidak tahun ini titik-titik yang menjadi prioritas sudah rapi dan tertata. Setelah itu, pemerintah bisa mulai merealisasikan program kabel bawah tanah secara bertahap," tambahnya.
Menurut Nurul, pengalihan kabel udara ke kabel bawah tanah, merupakan solusi jangka panjang yang tidak hanya meningkatkan estetika kota. Namun juga mengurangi risiko gangguan akibat kabel yang menjuntai atau rusak.
"Kita minta jangan ditunda-tunda lagi lah. Karena sangat banyak titik semrawut kabel di kota ini," harapnya.
(Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).