Sensus Ekonomi 2026 Mulai Digelar, BPS Siak Petakan Dunia Usaha hingga Program MBG dan KDMP
Muhammad Ridho June 15, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mulai melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026 untuk memotret kondisi dunia usaha di Indonesia.

Pendataan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi nasional hingga daerah, termasuk memetakan pelaksanaan program strategis pemerintah.

Kepala BPS Kabupaten Siak, Nugroho Imam Darodjat, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya milik BPS. Kegiatan ini adalah agenda bersama seluruh masyarakat Indonesia.

“Pada hari ini seluruh masyarakat Indonesia mengukir sejarah memulai Sensus Ekonomi 2026. Hasil sensus ini akan banyak manfaatnya dalam mengambil kebijakan ekonomi, sosial dan rumah tangga,” kata Nugroho saat peluncuran SE 2026 di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat Siak, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak dapat dicapai tanpa dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat. Karena itu, BPS mengajak seluruh pelaku usaha memberikan data yang akurat saat pendataan berlangsung.

Nugroho juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Siak atas kolaborasi yang selama ini terjalin dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan statistik.

“Terima kasih kepada Bupati dan seluruh perangkat daerah atas dukungan dan kolaborasi yang telah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

Menurutnya, data yang dihasilkan akan membantu pemerintah dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Saya mengajak kita semua menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Ini sangat penting bagaimana ke depan bantuan yang kita salurkan lebih tepat sasaran,” ujar Afni.

Baca juga: Hotspot Riau Naik Jadi 19 Titik, Siak Sumbang Jumlah Terbanyak

Afni menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih lengkap dibandingkan sensus sebelumnya. Pendataan kali ini turut memuat isu-isu strategis yang berkaitan dengan program prioritas nasional.

“Pada Sensus Ekonomi 2026 banyak menghadirkan data-data yang lengkap terutama dalam menyediakan isu-isu strategis program nasional yaitu MBG dan Koperasi Merah Putih. Programnya sangat bagus, namun perlu penyempurnaan agar uang negara dikelola dengan baik dan tepat sasaran,” jelasnya.

Di hadapan peserta peluncuran, Afni juga memaparkan perkembangan ekonomi Kabupaten Siak dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Siak menunjukkan tren positif.

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak tercatat meningkat dari 2,31 persen pada 2021 menjadi 5,87 persen pada 2025. Capaian tersebut menempatkan Siak di posisi kedua pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Riau setelah Kota Pekanbaru.

“Alhamdulillah, kita menempati posisi kedua se-Provinsi Riau di bawah Kota Pekanbaru. Tapi saya belum puas karena itu berdasarkan statistik, sedangkan realitanya belum sepenuhnya saya rasakan. Jadi perlu kerja ekstra dari kita semua dalam memajukan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak,” tutupnya.

(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.