Curhat Nanik S Deyang, Ngaku Dicueki Dadan Hindayana Selama jadi Wakil BGN: Gue Ga Pernah Diajak
Rusaidah June 15, 2026 05:41 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Nanik S Deyang mengaku tak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan saat masih menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut pengakuan Nanik, saat itu perannya hanya terbatas dan tidak mencakup investigasi anggaran ataupun proses pengadaan.

Oleh karenanya, Nanik yang kini ditunjuk sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan, membantah terlibat dalam pengadaan barang dan jasa di BGN untuk program MBG.

Dia mengatakan pengadaan mulai dilakukan pada Juni 2025 atau tiga bulan sebelum dirinya resmi masuk sebagai salah satu petinggi BGN.

Adapun Nanik dilantik pertama kali menjadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025.

"Kalau ada pengadaan-pengadaan aja, enak aja, gua nggak ikut. Pengadaan kan bulan Juni (2025). Selain nggak ikut (pengadaan), gua ini kagak pernah diajakin rapat (oleh Dadan dkk)," katanya dikutip dari YouTube Total Politik, Minggu (14/6/2026).

Baca juga: Sosok Ratna Sarumpaet, Sempat Sebut Nanik S Deyang Kepala BGN Baru Tukang Bohong, Ini Alasannya

Nanik juga mengaku kerap baru diberi materi oleh Dadan dkk untuk rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPR beberapa jam sebelum forum dimulai.

Hal itu, sambungnya, membuat dirinya tidak mengetahui secara rinci terkait materi yang akan dirapatkan.

"Kalau RDP saja saya tanya bahan, dikasihnya besok pagi mau RDP, nih bahan. Jadi gua baca aja di situ. Jadi gua nggak tahu ini yang disusun apa, gua nggak ngerti," jelasnya.

Selain itu, Nanik mengaku tugasnya turut dibatasi saat masih menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Dia mengatakan salah satu tugas yang dibatasi yakni terkait investigasi ketika terjadi kasus tertentu.

Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, pada 59 tahun lalu itu mengatakan dirinya baru dilibatkan ketika terjadi kasus yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), seperti keracunan.

Ia menegaskan tidak pernah dilibatkan dalam investigasi terkait anggaran. Padahal, kata Nanik, sebelum menjabat sebagai Kepala BGN, ia merupakan Wakil Kepala BGN Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik.

"Investigasi gua itu dikavling (dibatasi) lagi kalau cuma ada kejadian-kejadian KLB. Jadi bukan gua investigasi soal duit, itu nggak ada. Jadi ya bagian gua itu yang udah di pinggiran lah," jelas Nanik.

Di sisi lain, Nanik menyebut saat diminta Prabowo untuk menjadi Wakil Kepala BGN, dia mengaku ditugasi untuk menjadi penengah terhadap petinggi BGN yang memiliki latar belakang beragam.

"Mungkin di situ, bapak butuh bonek nih. Jadi dia (Prabowo) taruh bonek biar di situ nggak berantem-berantem, gitu lho," ujar lulusan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tersebut.

Nanik turut menduga Dadan tidak senang terkait keberadaan dirinya saat menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Pasalnya, ia mengakui kerap mengkritik program MBG saat belum menjadi pejabat di BGN.

Sehingga, dia kembali menegaskan tidak mengetahui apa pun terkait adanya pengadaan barang yang kini justru diduga dikorupsi oleh Dadan dkk.

"Jadi tuh gua nggak pernah, nih rapat keputusan mau (pengadaan) kaos kaki, pengadaan rame-rame itu, seuprit kucing pun gua kagak ngerti. (Pengadaan motor listrik?) Nggak, nggak tahu gua," ujar Nanik.

Nanik Tak Terseret Kasus Korupsi MBG

Analis Komunikasi Politik Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio atau Hensa, mengatakan eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang tidak ikut terseret kasus korupsi seperti dua rekannya, Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

Sebelum sekarang menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik sebelumnya merupakan Wakil Kepala BGN yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 17 September 2025 lalu bersama Sony Sanjaya.

Sementara Lodewyk sudah lebih dulu dilantik Prabowo sebagai Wakil Kepala BGN pada 22 Oktober 2024.

Baca juga: Fakta Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Dipasang Pelacak oleh OTK, Punya Siapa, Bukan Mobil Rental

Namun, saat terjadi kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 sampai 2026 yang menimpa eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala BGN tersebut, Nanik tidak ikut terseret.

Publik pun mempertanyakan hal itu, karena hanya Nanik yang tidak terseret, padahal dia termasuk bagian dari para petinggi BGN tersebut.

Terkait hal ini, Hensa mengatakan bahwa dirinya memilih berprasangka baik dengan menganggap alasannya mungkin karena Nanik merupakan pihak yang paling belakangan bergabung di BGN.

"Ada pertanyaan juga di masyarakat ini kenapa Naniknya enggak kena ya, kan gitu, yang tiga sudah masuk gitu ya, kalau saya sih positif thinking aja karena dia paling belakangan juga masuknya," ungkap Hensa, Jumat (5/6/2026), dikutip dari YouTube tvOne.

Selain itu, Hensa juga menilai bahwa Nanik selama ini menunjukkan loyalitas yang kuat kepada Presiden Prabowo.

"Dia tegak lurus ke Pak Prabowo, sehingga dia bisa menjaga marwah itu," ucapnya.

Sebagai informasi, Nanik akan resmi dilantik Prabowo sebagai Kepala BGN yang baru pada Senin (8/6/2026) pekan depan.

Selain Nanik, para Wakil Kepala BGN seperti Mayjen TNI Trenggono dan Agustina Arumsari juga akan dilantik Prabowo.

(Bangkapos.com/TribunJatim.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.