Harga Bahan Bangunan di Batam Moreket, Warga Hingga Kontraktor Mulai Mengeluh
Septyan Mulia Rohman June 15, 2026 05:43 PM

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sejumlah harga bahan bangunan untuk proyek di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 

Imbas kenaikan itu, sejumlah warga mulai menjerit. Bahkan, proyek bangunan terancam gagal.

Hal itu dikeluhkan sejumlah warga Batam, termasuk di Kecamatan Bengkong.

Beberapa warga menyebut, kenaikan harga material bangunan melonjak dalam sepekan terakhir ini. 

"Naik drastis dalam sepekan terakhir. Kemarin sampai ribut saya di toko bangunan. Stok barang masih yang lama, selang dua hari, harga langsung naik lima hingga sepuluh ribu Rupiah per item, ngeri kali sekarang ini," ujar sala seorang warga Bengkong, Sunedi, Senin (15/6). 

Imbas kenaikan harga material itu, Sunedi mengaku bangunan rumahnya terancam gagal karena prediksi keuangan meleset. 

"Saya kan, lagu bangun rumah. Tak besar, sederhana saja. Pinjam modal pas-pasan  sampai atap bangunan naik. Tapi dengan harga sekarang ini, modal itu tak cukup lah," ungkapnya kesal. 

Sunedi bahkan memperlihatkan perbandingan kuitansi belanja material dalam sepekan terakhir.

Terlihat perbandingan harga yang signifikan dengan jenis material dalam toko yang sama. Kenaikan bervariasi, mulai lima hingga 30 ribu Rupiah per item. 

Tak hanya dia, beberapa warga lainnya juga turut mengeluhkan hal yang sama. Yakni, menjerit atas kenaikan harga material bangunan. 

"Kalau tau gini, minggu lalu sudah kami stok belanja banyak. Cuma dalam seminggu naiknya meroket," katanya. 

Seorang kontraktor, Riko mengaku banyak rekanan putar otak di tengah kondisi kenaikan harga saat ini. 

"Banyak yang meleset, saya sedang ngerjain renovasi rumah. Untung cuman ambil upah pengerjaan. Kalau sempat borong jadi dari kita material, apa gak tekor jadinya," sebutnya. 

Pantauan TribunBatam.id, Senin (15/6) di beberapa toko bangunan di kawasan Bengkong, misalnya Jaya Toko Bangunan semua jenis meterial bangunan mengalami kenaikan. 

  • Beberapa material itu, diantaranya:
  • Semen Andalas dari Rp50 ribu jadi Rp54 ribu
  • Semua besi dengan ragam jenis ukuran naik Rp5 ribu
  • Keramik naik hingga Rp10 ribu.
  • Kawat las yang sepekan lalu masih Rp70 ribu kini naik Rp95 ribu. 

Kondisi kenaikan ini terjadi dibeberapa toko, Maju Toko, Shimada toko dan lainnya. 

Pemilik toko menyebut kenaikan itu merupakan dampak dari meningkatnya biaya produksi. 

"Semua naik sekarang, bos bilang harga naik sekarang. Katanya harga produksi naik. Baru seminggu ini mulai berubah harga," ujar pemilik toko, Jonni. 

Selain kenaikan harga persediaan stok materian panglong juga mulai menipis. Bahkan, beberapa material harus menunggu lama untuk sampai kembali di toko. 

Disisi lain, beberapa material yang selama ini jadi andalan warga Batam untuk belanja besi sudah dilarang. 

"Macam besi ulir Singapura, sekarang sudah tak jual lagi. Sudah lama. Paling yang ada besi ulir SNI yang banci. Pasir merah juga serupa, tak boleh dijual lagi, kalau ada nanti kena razia," katanya singkat. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.