Kisah Sukses Sabiya, Brand Sandal yang Bangkit dari Pandemi hingga Merambah Pasar Asia Tenggara
Tsaniyah Faidah June 15, 2026 06:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Industri fashion lokal terus menunjukkan eksistensi dan daya saingnya di kancah internasional.

Salah satu pembuktiannya datang dari Sabiya Boutique, sebuah jenama sandal dan sepatu wanita populer asal Tajur, Bogor, Jawa Barat.

Memulai langkah di tengah hantaman krisis ekonomi era pandemi Covid-19 pada tahun 2020, Sabiya Boutique kini sukses mengepakkan sayap bisnisnya hingga ke pasar Asia Tenggara, seperti Singapura dan Malaysia, dengan membawa semangat #SabiyaLoveYourFeet.

Didirikan oleh Arya Rusmana, Sabiya Boutique hadir menjawab kebutuhan para wanita akan alas kaki yang tidak hanya mengedepankan nilai estetika, tetapi juga kenyamanan ekstra dengan harga yang tetap kompetitif.

Beragam produk yang dihadirkan meliputi sandal heels, wedges, hingga sandal casual wanita yang didesain mengikuti tren terkini namun tetap tak lekang oleh zaman.

Nama Sabiya Boutique sendiri sebenarnya telah tercetus sejak tahun 2016 sebagai jenama fashion muslim.

Namun, karena tingginya kesibukan operasional konveksi kala itu, merek ini sempat dinomor-duakan pada tahun 2018.

Momentum titik balik justru terjadi pada tahun 2020, di mana akibat hantaman pandemi, bisnis yang dijalankan Arya sebelumnya terpaksa gulung tikar.

Di tengah situasi sulit tersebut, ia memilih melakukan transformasi strategi dengan melahirkan kembali Sabiya Boutique yang berfokus penuh pada alas kaki wanita.

Arya Rusmana, Owner Sabiya Boutique, mengungkapkan, “Lahnya Sabiya Boutique berawal dari ketertarikan saya terhadap dunia fashion wanita, khususnya sandal yang tidak hanya nyaman dipakai tetapi juga elegan, versatile, dan tetap terjangkau.

Dari situlah kami mulai membangun Sabiya Boutique dengan tujuan menghadirkan produk yang bisa meningkatkan rasa percaya diri wanita dalam berbagai aktivitas.”

Memulai operasional dengan tim kecil dan produksi yang sangat terbatas, Sabiya Boutique fokus memanfaatkan penjualan online melalui marketplace dan media sosial.

Guna menjaga kualitas, Sabiya Boutique menerapkan in-house production di Ciapus, Bogor.

Proses produksi dikontrol secara ketat melalui tahap quality control, mulai dari pemilihan bahan, penjahitan, perakitan, hingga finishing.

Sementara untuk material, Sabiya Boutique melakukan kurasi ketat dari supplier terbaik baik di dalam maupun luar Bogor demi menjaga konsistensi produk.

Dalam hal pemasaran, Sabiya Boutique sangat adaptif terhadap tren digital marketing, mulai dari pembuatan konten video, live shopping, optimalisasi iklan berbayar, hingga berkolaborasi dengan affiliator dan influencer.

Sabiya Boutique juga fokus pada konsistensi kualitas, pelayanan konsumen yang sangat responsive, serta kerap meluncurkan edisi terbatas pada momen khusus seperti Ramadan, Lebaran, dan musim liburan demi memberikan kesan eksklusif bagi pelanggan.

Keberhasilan Sabiya Boutique menembus pasar nasional hingga internasional tidak luput dari manajemen logistik yang kuat.

Dalam menjalankan operasional distribusi, Sabiya Boutique telah mempercayayakan pengirimannya kepada JNE sejak 2025.

Hubungan Arya dengan JNE sendiri sebenarnya sudah berlangsung lama, di mana JNE selalu menjadi opsi utama pengiriman pada beberapa bisnis yang ia kelola sebelumnya.

Seiring pertumbuhan Sabiya Boutique, Arya mulai memanfaatkan program JNE Loyalty Card (JLC) sebagai bentuk apresiasi bagi pelanggan setia.

“Manfaat yang paling terasa adalah adanya promo eksklusif serta kemudahan pengiriman yang membantu efisiensi biaya operasional bisnis kami. Karena kami belum lama bergabung di JLC, saat ini yang paling dirasakan dalam proses pesanan manual,” tambah Arya.

Berdasarkan pengalamannya membangun bisnis dari nol, Arya juga membagikan pesan berharga bagi para pelaku UMKM lokal yang baru memulai.

Menurutnya, pelaku usaha di awal harus fokus pada kemampuan diri dan tidak terlalu membebani diri dengan keharusan menciptakan produk yang langsung sempurna atau terlalu unik.

Hal terpenting di tahap awal adalah menghasilkan cash flow yang sehat serta belajar mengolah data bisnis.

Selain itu, pemanfaatan digital marketing harus dilakukan secara maksimal, bahkan bila perlu dengan membuat silabus khusus untuk mempelajari perkembangannya.

Terakhir, pelaku usaha harus terus belajar, menikmati proses, membuat milestone sendiri, serta tidak takut melakukan inovasi produk dan branding ketika kondisi keuangan serta operasional sudah mulai berkembang stabil.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.