TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Jalan Lele menjadi sorotan publik setelah kecelakaan maut yang terjadi pada Sabtu (13/6/2026) ramai diperbincangkan di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kota Palangka Raya, Fahrial Anchar, memastikan pelebaran sisa ruas jalan yang belum tertangani akan diselesaikan pada tahun ini.
Keluhan mengenai kondisi Jalan Lele mencuat setelah beredar video di media sosial yang menyoroti kondisi ruas jalan di lokasi kecelakaan.
Dalam video tersebut, warga meminta pemerintah melakukan penanganan pada titik jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Menanggapi hal itu, Fahrial mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Berdasarkan hasil pengecekan, secara umum kondisi Jalan Lele dinilai sudah baik, namun masih terdapat sekitar 200 meter ruas jalan yang belum selesai dilebarkan.
"Secara umum sebenarnya kondisi Jalan Lele itu baik dan bagus. Namun memang masih ada segmen sekitar 200 meter yang belum bisa kami selesaikan pelebarannya pada 2024 karena pekerjaan drainase dan saluran lingkungan yang dilaksanakan sebelumnya belum selesai," ujarnya, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, pelebaran ruas jalan tersebut belum dapat dilaksanakan karena saat itu penyelesaian drainase dan saluran lingkungan belum rampung. Setelah pekerjaan tersebut selesai pada 2025, pihaknya menargetkan pelebaran ruas jalan yang tersisa dapat diselesaikan pada tahun ini.
"Rencananya 2026 ini kita akan selesaikan pelebaran yang tersisa sekitar 200 meter tadi, sehingga menjadi lebar dan mulus seperti ruas jalan yang sudah ditangani sebelumnya," katanya.
Fahrial mengakui, titik yang menjadi perhatian masyarakat berada pada segmen yang belum mengalami pelebaran. Kondisi tersebut menyebabkan adanya penyempitan dibanding ruas jalan di sekitarnya.
Menurutnya, selain mengalami penyempitan, kondisi bahu jalan di lokasi tersebut saat itu juga belum rata sehingga berbeda dengan ruas jalan yang telah lebih dahulu ditangani.
"Di titik itu memang ada penyempitan karena segmen tersebut belum dilebarkan dan kondisi jalannya belum rata. Ketika pengendara melewati jalan yang lebar lalu tiba-tiba masuk ke jalan yang lebih sempit, hal itu bisa menyebabkan kurangnya kesiapan saat berkendara," katanya.
Fahrial juga menyampaikan duka cita atas musibah yang terjadi. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya dalam melakukan penanganan infrastruktur jalan di Kota Palangka Raya agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
"Kami turut berduka atas kejadian ini. Tentu ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk melihat kembali titik-titik yang berpotensi membahayakan pengguna jalan," ujarnya.
Selain menuntaskan pelebaran Jalan Lele, PUPR Kota Palangka Raya juga mulai melakukan evaluasi terhadap sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Palangka Raya.
Fahrial mengatakan, pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan survei ulang terhadap sejumlah ruas jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil pemantauan lapangan maupun laporan masyarakat yang masuk melalui kanal resmi pemerintah dan media sosial.
"Kami mulai menyurvei kembali titik-titik rawan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Semua laporan masyarakat kami tampung dan evaluasi untuk menentukan mana yang bisa ditangani secara darurat, mana yang masuk anggaran tahun berjalan, dan mana yang akan diusulkan pada tahun berikutnya," jelasnya.
Baca juga: Ini Penjelasan Kasatlantas Polresta Palangka Raya Laka Maut di Jalan Lele Makan Korban Jiwa
Baca juga: VIRAL Keluhan Warga Palangka Raya Laka Maut di Jalan Lele, Wali Kota Cek TKP dan Sambangi Rumah Duka
Ia menambahkan, pada tahun ini Pemerintah Kota Palangka Raya telah mengalokasikan penanganan terhadap lebih dari 90 ruas jalan. Namun, pelaksanaan sejumlah pekerjaan mengalami keterlambatan karena adanya evaluasi ulang terhadap dokumen pengadaan dan perencanaan kegiatan.
"Atas keterlambatan beberapa pekerjaan jalan yang belum dapat segera dilaksanakan, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kami berharap seluruh program penanganan ruas jalan yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat besar bagi warga Kota Palangka Raya," ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Palangka Raya tetap berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap, termasuk menyelesaikan ruas-ruas jalan yang belum tertangani pada tahun ini.