Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
WARTAKOTALIVE.COM, PANCORAN MAS - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Depok Wahid Suryono buka suara terkait laporan warga di Posko Aduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang membludak pada Senin (15/6/2026).
Wahid menegaskan, aplikasi SPMB tidak mengalami gangguan down atau error saat diakses oleh masyarakat untuk mendaftar sekolah.
Kepadatan terjadi karena adanya lonjakan pendaftar yang luar biasa di hari pertama pembukaan jalur domisili SMP, melebihi prediksi Disdik.
Menurut Wahid, banyak orang tua murid yang datang untuk memperbaiki kesalahan input data, seperti salah meletakkan titik koordinat rumah dan kesalahan nomor Kartu Keluarga (KK).
Padahal tahun ini, pendaftaran Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) dialihkan dari offline ke online.
Namun, masih banyak akun yang belum selesai diverifikasi, memicu kekhawatiran orang tua sehingga mereka berbondong-bondong datang langsung.
Baca juga: Posko Aduan SPMB Kota Depok Membludak, Petugas Sampai Berdiri di Atas Kursi
“Memang tidak semua sekolah itu kan ada di bawah Kemendikdasmen ya, ada juga yang di Kemenag,” kata Wahid.
“Ini memang ada kendala terkait dengan verifikasi akun yang belum semuanya selesai ternyata,” sambungya.
Wahid menambahkan, jumlah sekolah yang melayani RSSG tahun ini meningkat dari 47 sekolah menjadi 52 sekolah untuk tingkat SMP.
Hadapi lonjakan pengunjung, Disdik Depok menambah jumlah petugas pelayanan di lapangan secara bertahap dari awalnya 6 hingga 7 orang, ditambah 9 orang, hingga total menjadi 15 petugas.
Untuk mempercepat proses, orang tua yang ingin membetulkan nomor KK atau titik koordinat cukup mengisi formulir manual yang disediakan, lalu diperbolehkan pulang tanpa harus mengantre lama.
“Pendaftaran jalur domisili dan RSSG dibuka pada hari Senin dan Rabu. Hari Selasa khusus digunakan untuk optimalisasi layanan perbaikan data,” jelasnya.
Wahid menjamin seluruh warga yang mengantre akan tetap dilayani hingga tuntas setiap harinya, bahkan jika harus lembur sampai malam.
Posko Aduan SPMB Membludak
Sebelumnya, orang tua siswa berbondong-bondong mendatangi posko aduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Depok, Senin (15/6/2026).
Pantauan di lokasi, orang tua siswa memenuhi area Gedung Dibaleka Kota Depok pada pukul 13.00 WIB.
Bahkan, banyak dari mereka yang duduk lesehan di lantai tanpa alas menanti gilirannya dipanggil.
Suasana di area posko aduan SPMB lebih semrawut, orang tua siswa berdesak-desakan mengadukan kendala pendaftaran sekolah anaknya.
Karena ramainya aduan, petugas sampai berdiri di atas kursi untuk memberikan informasi.
Antrean di posko aduan SPBM Depok sudah terjadi sejak pagi hari dan masih berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.
Orang tua siswa, Jihan mengaku mendatangi posko aduan SPMB untuk mengubah titik koordinat pendaftaran sekolah anaknya.
Jihan sedang memperjuangkan agar anak perempuannya bisa masuk ke SMP Negeri 27 Depok.
Sebelumnya, sang anak bersekolah di SD Negeri Tugu 1 dan berharap mendapatkan sekolah yang lebih dekat dengan rumah.
“Faktor utama karena biaya yang gratis serta kualitas sekolah negeri lebih baik,” kata Jihan di lokasi.
Jihan mengeluhkan beberapa kesulitan selama proses pendaftaran, mulai dari pengurusan surat domisili hingga permasalahan titik koordinat.
“Sangat melelahkan prosesnya Mas,” keluhnya.
Ia sudah mengantre sejak jam 09.00 WIB pagi dan belum juga terlayani meski sudah mendapatkan nomor antrean di angka 300-an.
“Ya mudah-mudahan dipermudah aja, Mas. Diperlancar, enggak dipersulit kayak sekarang,” pungkasnya. (m38)