TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Euforia Piala Dunia 2026 mulai merambah Bali.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli memastikan siap ambil bagian dalam kemeriahan turnamen sepak bola terbesar di dunia melalui agenda nonton bareng (nobar).
Agenda nobar ini rencananya digelar di Alun-alun Bangli.
Meski demikian, jadwal pertandingan yang mayoritas berlangsung pada dini hari hingga pagi waktu Indonesia membuat pelaksanaan nobar tidak dilakukan untuk seluruh laga.
Kepada Tribun Bali, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Artha, memastikan Pemkab Bangli telah menyiapkan skema khusus agar masyarakat tetap bisa menikmati atmosfer Piala Dunia 2026 secara bersama-sama.
“Pasti. Cuma karena pertandingan kebanyakan dini hari dan pagi, tidak semua pertandingan kita gelar nonton bareng. Kemungkinan nonton barengnya untuk pertandingan semifinal dan final,” ujar Sang Nyoman Sedana Artha kepada Tribun Bali dalam wawancara melalui sambungan telepon.
Rencana nobar tersebut diproyeksikan menjadi ruang berkumpul masyarakat sekaligus menghadirkan semarak Piala Dunia 2026 di Bangli.
Turnamen edisi kali ini memang menghadirkan tantangan tersendiri bagi penggemar sepak bola di Indonesia karena perbedaan zona waktu dengan tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Karena itu, laga-laga puncak seperti semifinal dan final dinilai menjadi momentum paling ideal untuk menghadirkan suasana kebersamaan masyarakat melalui layar besar di ruang publik.
Baca juga: Jadwal Piala Dunia 15-16 Juni 2026, Ilustrator Sepak Bola Azka Alfi Jagokan Tim Ini
Sementara itu, terkait ijin penyelenggaraan nobar, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI memberlakukan regulasi hak siar FIFA yang super ketat.
Meksipun begitu, peluang untuk menggelar Nonton Bareng (Nobar) secara gratis dan legal di tingkat desa, Bale Banjar, hingga warung lalapan tetap terbuka lebar.
Kepala Stasiun TVRI Bali, Ir. I Gede Mustito, menegaskan bahwa TVRI tetap memberikan lampu hijau bagi kategori non-komersil yang menyasar kegiatan sosial kemasyarakatan.
Namun, ada syarat mutlak yang wajib dipenuhi oleh penyelenggara agar tidak tersandung sanksi hukum langsung dari FIFA.
"Untuk nobar gratis di fasilitas umum, lapangan, atau Bale Banjar itu boleh dan gratis, asalkan mereka wajib menjamin adanya keterlibatan UMKM lokal di lokasi," jelas Mustito saat dijumpai Tribun Bali di ruang kerjanya, pada Rabu 3 Juni 2026.
Agar pelaksanaan nobar di lingkungan berstatus legal dan tidak dibubarkan, ada poin penting yang wajib dipenuhi seperti wajib registrasi resmi.
Penyelenggara tetap harus mendaftarkan diri secara resmi melalui sistem registrasi resmi via laman https://bolagembira.tvrinews.com/reff/DRVYNZ.
Kemudian, dilarang keras menarik pungutan, di mana penyelenggara dilarang keras memungut biaya tiket masuk atau kontribusi finansial dalam bentuk apa pun kepada masyarakat yang menonton.
Selain itu, nobar tidak boleh sekadar menyalakan televisi.
Lokasi nobar harus memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar, seperti melibatkan pedagang kopi kecil, jajan pasar, atau usaha kuliner lokal.
"Tidak boleh hanya sekadar nonton TV saja tanpa ada dampak ekonomi bagi warga sekitar, misalnya ada pedagang kopi kecil atau jajanan," paparnya.
Mustito mengungkapkan, berdasarkan data koordinasi dari Direktorat Pengembangan Usaha (PU) TVRI Pusat, peminat nobar aktif di Bali berhasil mengungguli daerah lain di Indonesia, bahkan mengalahkan DKI Jakarta untuk kategori pendaftar dengan status yang sudah aktif.
Tak hanya memastikan agenda nobar, Bupati Bangli juga mengungkapkan tim favorit yang akan didukung sepanjang Piala Dunia 2026.
Menurutnya, dukungan kepada Timnas Inggris bukan pilihan baru.
Ia mengaku telah lama menjadi pendukung setia The Three Lions.
“Tiang dari dulu pegang Inggris. Pendukung Inggris sejati,” katanya.
Saat diminta memprediksi peta persaingan menuju partai puncak, Sedana Artha menilai final ideal akan mempertemukan dua kekuatan besar Eropa.
“Sekarang Inggris dan Portugal (prediksi lolos ke final). Tiang (saya-red) pegang Inggris (juara),” ungkapnya.
Prediksi tersebut menempatkan Inggris sebagai kandidat kuat peraih trofi Piala Dunia 2026.
Sementara Portugal diperkirakan menjadi lawan terberat yang akan dijumpai di partai final.
Piala Dunia FIFA 2026 sendiri menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta dan total 104 pertandingan.
Turnamen berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Tingginya antusiasme masyarakat Bali, rencana nobar di Alun-alun Bangli diperkirakan menjadi salah satu titik kumpul pencinta sepak bola di Pulau Dewata untuk menikmati momen puncak pesta bola dunia secara bersama-sama.
(*)