Aplikasi pesan antar makanan digeruduk penggunanya gegara pemberitahuan palsu. Seolah ada promosi nasi biryani yang menyinggung isu persetujuan seksual.
Layanan aplikasi pesan makanan online menjadi salah satu yang dibutuhkan banyak orang. Bahkan hampir setiap konsumen di berbagai negara memiliki aplikasi andalannya sendiri.
Seperti di India, Zomato menjadi aplikasi pesan antar makanan yang paling laris. Sayangnya, baru-baru ini kabar kontroversional meliputi aplikasi pesan antar makanan tersebut.
Dilansir dari Food NDTV, (11/6/2026), kehebohan bermula dari beredarnya tangkapan layar notifikasi yang mengatasnamakan platform pesan-antar makanan Zomato. Dalam gambar tersebut, terdapat pesan yang kurang lebih menawarkan biryani dengan harga 370 Rupee atau sekitar hampir Rp 70 ribuan.
Heboh notifikasi palsu yang dilaporkan oleh pelanggan Zomato. Foto: Food NDTV
|
Sekilas terlihat seperti bagian dari promosi makanan, tetapi isi pesannya menuai pro dan kontra karena dikaitkan dengan isu consent atau persetujuan terhadap aktivitas seksual. Isu ini menjadi sorotan setelah dilontarkan dalam stand up komedi oleh komika bernama Pranit More asal India merujuk pada kisah penontonnya yang bernama Himanshu Jangra.
Tangkapan layar tersebut membuat banyak pengguna media sosial bertanya-tanya apakah benar Zomato membuat kampanye tersebut. Pasalnya, perusahaan makanan digital itu memang dikenal sering menggunakan gaya komunikasi yang santai, jenaka, dan mengikuti tren internet dalam berbagai kampanyenya.
Namun, Zomato langsung memberikan klarifikasi. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa notifikasi yang beredar bukan berasal dari mereka.
"Biryani adalah makan malam, bukan pernyataan persetujuan. Tangkapan layar pemberitahuan yang kamu lihat dengan nama kami adalah palsu. Kami tidak pernah menulis atau mengirimkan pesan tersebut," tulis pihak perwakilan Zomato.
Zomato angkat suara dan membantah notifikasi palsu tersebut. Foto: Food NDTV
|
Kontroversi ini kemudian membuat lebih banyak netizen bersuara pada kasus serupa. Tidak sedikit yang mengakui maraknya traktiran makan ketika kencan dari pasangan untuk mendapatkan timbal balik tertentu.
"Suarakan lebih banyak lagi! Membelikan makanan (kepada teman kencan) bukan berarti mendapat persetujuan untuk segala hal," tulis salah satu netizen.
"Kalau ini melibatkan tentang Biryani dengan ayam, apakah kalian sudah mendapat persetujuan dari ayamnya?" timpal netizen lain dengan jenaka.
Sementara ada netizen lainnya yang juga pengguna Zomato merasa tak pernah menerima pemberitahuan tersebut. Ia menjadi salah satu yang ikut mengklarifikasi pemberitahuan palsu tersebut.
"Saya juga pengguna Zomato, tetapi tidak pernah menerima pemberitahuan seperti itu. Sudah jelas, itu palsu," ujarnya.







