Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Warga lereng Gunung Merapi memasak jenang manggul untuk menyambut datangnya bulan Suro di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.
Jenang manggul merupakan makanan berupa bubur nasi dengan lauk sederhana.
Dalam kesempatan itu, warga memasak serundeng ayam sebagai lauk pendamping.
Ketua RT 16, Jenarto atau yang akrab disapa Jeck, mengatakan tradisi ini telah dilestarikan warga secara turun-temurun.
“Jenang manggul itu biasa dibuat untuk kenduri oleh warga sekitar sini, setiap tanggal 8 Suro,” ujarnya saat ditemui, Minggu (14/6/2026).
Baca juga: Bupati Hamenang Targetkan 1.000 Tangki Air Bersih Dikirim ke Wilayah Rawan Kekeringan Klaten
Jeck mengungkapkan, terdapat makna filosofis dalam tradisi jenang manggul.
“Yang intinya untuk tolak bala, supaya kita terhindar dari bencana,” jelasnya.
Jenang tersebut cenderung memiliki cita rasa gurih karena menggunakan campuran santan.
Ia menjelaskan, jenang merupakan makanan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan usia.
“Kalau jenang itu makanan yang semua umur bisa menikmati, dari bayi sampai lansia bisa menikmati,” ucapnya.
“Artinya, ketika kita berkumpul lintas umur, kita bisa saling menikmati,” imbuhnya.
Baca juga: Rekomendasi Kuliner Klaten dari Bupati Hamenang, Soto Uhuyy Dekat Tugu Ikan Jeblogan
Selain memasak jenang manggul, masyarakat juga menggelar tradisi kirab pager banyu yang berlangsung di kawasan Kampung Siluman.
Sebelumnya, warga membawa bibit tanaman, hasil bumi, serta jenang manggul sejauh 1 kilometer dari jalan utama.
Di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembersihan mata air, penanaman pohon, serta penampilan seni lokal masyarakat.
(*)